Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Seputar Penamaan Surah Al-Fatihah dalam Tafsir Al-Mishbah

Al-Fatihah
Gambar: google.com

Bagi seorang Muslim, menghafal surah Al-Fatihah merupakan suatu pekerjaan wajib. Alasannya cukup sederhana, karena surat ini selalu dibaca tiap rakaat dalam shalat. Selain surah ini pula, ada surah-surah lain dalam Al-Qur’an yang kerap menjadi favorit untuk dibacakan, seperti: surah al-Ikhlas, surat al-Falaq, surah an-Nas, dan surah-surah lainnya.

Surat al-Fatihah telah dihafal dan dibaca ribuan kali oleh tiap Muslim. Namun kiranya perlu untuk kita sebagai seorang Muslim memahami agar apa yang terus dilantunkan tiap harinya melekat dan terpatri dalam tiap jiwa seorang Muslim.

Oleh karenanya, menarik jika membaca Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab yang begitu luwes dalam memberikan keterangan penamaan seputar surah Al-Fatihah. Tafsir Al-Mishbah sendiri selain menggunakan bahasa Indonesia sebagai upaya dalam memahami tiap ayat Al-Qur’an juga berisikan diskusi-diskusi bahasa.

Diskusi-diskusi seputar bahasa yang disajikan dalam tafsir ini begitu indah jika diselami dan diperhatikan secara teliti. Tak jarang kita dapat menemukan begitu banyak tulisan dari ilmiah hingga tulisan opini yang merujuk Tafsir Al-Mishbah karena begitu mencerahkannya M. Quraish Shihab dalam memberikan penjelasan tiap ayat Al-Qur’an.

Penamaan Surat Al-Fatihah dalam Tafsir Al-Mishbah

Sudah menjadi pengetahuan umum bagi para pengkaji Al-Qur’an jikalau tiap surah Al-Qur’an memiliki banyak nama. Sebagaimana yang dicontohkan oleh M. Quraish Shihab, surah Al-Fatihah sendiri setidaknya tidak kurang memiliki dua puluh nama. Nama-nama tersebut menurutnya telah memberikan pengaruh yang berarti bagi tiap manusia. Maka sudah umum di setiap doa yang tiap kita lantunkan selalu diakhiri dengan lafaz al-hamdu lillahi rabbil ‘alamin.

Dari sekian banyak nama-nama yang disandarkan pada surah Al-Fatihah, dalam Tafsir Al-Mishbah menjelaskan setidaknya ada tiga atau empat nama yang populer pada masa Nabi Saw, yaitu al-Fatihah, Umm al-Kitab atau Umm al-Qur’an, dan as-Sab’ al-Matsani.

Pertama, penyebutan surah ini dengan al-Fatihah karena letaknya pada awal Al-Qur’an. M. Quraish Shihab menimpali bahwa maksud dari awal Al-Qur’an dari sudut pandang penyusunan Al-Qur’an, bukan surat yang pertama kali turun sebagaimana pemahaman beberapa ulama.

Baca Juga  Penetapan Ayat Makki dan Madani Dalam Ilmu Al-Qur'an

Kedua, sebutan as-Sab’ al-Matsani sudah sangat populer didengar. Sewaktu mondok dulu, hampir di tiap acara selalu menggunakan kata as-Sab’ al-Matsani sebagai pengganti kata Al-Fatihah.

Secara bahasa tersusun dari dua kata as-sab’ artinya tujuh karena surah ini terdiri dari tuju ayat. Sedangkan kata  al-matsani merupakan bentuk jama’ dari kata matsna yang secara harfiah memili arti dua-dua.

Kata dua-dua di sini bisa merujuk bahwa surah ini dua kali turun, sekali turun di Mekkah dan sekali turun di Madinah. Namun ada pula yang mengartikan dua-dua memiliki arti berulang-ulang. Karena berulang kali dibaca ketika shalat dan juga di luar shalat.

Ketiga, penamaan dengan panggilan umm al-Kitab atau umm al-Qur’an. Penamaan surat ini dengan dua nama di atas bersumber dari sebuah hadis Nabi Saw. yang intinya, jika seseorang Shalat tanpa membaca umm Al-Qur’an maka shalatnya tidak atau kurang sah. Terdapat pula riwayat lain dari Imam Bukhari bahwasanya Abu Sa’id al-Khudri, sahabat Nabi Saw., bercerita kepada Nabi Saw., ia membacakan umm al-Qur’an kepada orang yang tergigit ular dan pulih setelah dibacakan umm al-Qur’an.

Induk Al-Qur’an

Kata umm dari sudut pandang bahasa memiliki arti induk. Penamaan dengan induk Al-Qur’an artinya surah ini terletak pada awalan Al-Qur’an. Terdapat pula makna lain dinamakannya induk al-Qur’an karena berisikan kandungan tema-tema pokok semua ayat Al-Qur’an.

Tiga atau empat penamaan surah al-Fatihah di atas yang masyhur pada masa Nabi. Ada pula tambahan nama-nama lain dari surah al-Fatihah yang termaktub dalam Tafsir Al-Mishbah untuk menjelaskan tujuan dan tema umum surat ini.

Al-Biqa’i, sebagaiaman yang dikutip oleh M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah, nama-nama lain dari surah Al-Fatihah di antaranya Ummu al-Kitab (Induk Al-Qur’an), al-‘Asas (asas segala sesuatu), al-Matsani (yang diulang-ulang), al-Kanz (Perbendaharaan), asy-Syafiyah (penyembuh), al-Kafiyah (yang mencukupi), al-Waqi’iyah (yang melindungi), ar-Ruqyah (mantra), al-Hamd (pujian), asy-Syukr (syukur), ad-Dua’a dan ash-Shalat (doa).

Baca Juga  Hermeneutika Al-Quran Muhammad Arkoun

Dari semua nama di atas, menurut M. Quraish Shihab, di dalamnya terkandung sesuatu yang tersembunyi yang dapat mencakupi segala kebutuhan , yaitu pengawasan melekat.

Masih menurut al-Biqa’i, dalam Tafsir al-Mishbah menyebutkan tujuan utama dari surat Al-Fatihah ialah menetapkan kewajaran Allah Swt. untuk dihadapkan kepada-Nya segala pujian dan sifat-sifat kesempurnaan, dan yakin seyakin-yakinnya bahwa dunia dan akhirat milik-Nya yang harus disembah dan memohon pertolongan dari-Nya.

Wallahu a’lam bi as-shawab

Penyunting: Bukhari