Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Mufasir Muhammadiyah (2): Jejak Intelektual Izza Rohman

Izza
Gambar: Dok. Pribadi

Dalam lanskap sejarah tafsir Indonesia, telah hadir beberapa nama besar seperti Hasbi Ash-Shiddieqy (w. 1975), Hamka (w. 1981), Quraish Shihab dan lain-lain. Dengan karya yang mereka tulis, terlihat bahwa geliat tafsir di Indonesia cukup mengesankan. Namun dunia tafsir Indonesia pasca mereka cukup menimbulkan tanda tanya, apakah akan tetap melahirkan seorang mufasir atau tidak. Jika yang dimaksud adalah tafsir yang runut 30 juz, maka jawabannya bisa tidak. Karena hari ini kita belum melihat ada sarjana tafsir yang bergerak ke arah sana kecuali beberapa nama seperti Yunan Yusuf dan Ahmad Sarwat. Akan tetapi jika yang dimaksud adalah karya tafsir tematik, maka jelas ada beberapa nama yang bisa disebut, di antaranya Izza Rohman.

Biografi Intelektual Izza Rohman

Izza Rohman lahir di Kediri pada 30 Juni 1979. Perjalanan intelektualnya dimulai dari Kediri, kemudian ke Jember dan berlabuh di Jakarta. Di Kediri ia menyelesaikan pendidikan ibtidaiyah dan tsanawiyah di pesantren Miftahul Huda. Pondok ini dikenal sebagai pondok tradisional.[1] Di sini Izza mendalami berbagai ilmu-ilmu alat seperti nahwu, sharaf, hadis, tafsir dan lain-lain. Pendidikan aliyah dilanjutkan di MAN 1 Jember. Setelah menyelesaikan pendidikan aliyah, Izza hijrah ke Jakarta dan memilih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai kampus tujuan. Jurusan yang dipilih adalah jurusan Tafsir-Hadis Fakultas Ushuluddin. 

Di sini Izza mulai menapaki karirnya sebagai akademisi tafsir dengan menulis berbagai isu tentang tafsir. Julukan UIN Jakarta sebagai “kampus pembaharu” memiliki pengaruh yang cukup besar pada Izza. Sebab di sinilah ia mulai berinteraksi dengan pemikir-pemikir muslim kontemporer seperti Fazlur Rahman, Nasr Hamid Abu Zayd, dan lain-lain. Pendidikan magister dan doktoral juga diselesaikan di kampus yang sama. Ia meraih gelar doktor dengan mempertahankan disertasi berjudul “Tafsir Al-Qur’an bi Al-Qur’an: Sectarian Tendencies in al-Tababa’is al-Mizan and Shanqiti’s Adwa’ al-Bayan.[2]

Baca Juga  Belajar dari Gereja: Doa dan Bimbingan Keluarga

Karir Organisasi

Selain aktif di kampus, Izza termasuk aktif berorganisasi. Di antara organisasi yang diikuti adalah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Ciputat. Dimulai dari komisariat dan pada tahun 2001 terpilih menjadi Ketua Umum Pimpinan Cabang IMM Ciputat. IMM Ciputat dikenal sebagai salah satu cabang besar di Indonesia. Sebab cabang ini telah melahirkan sosok seperti Din Syamsuddin (Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005-2015), Anwar Abbas (Ketua PP Muhammadiyah) dan beberapa intelektual muda seperti Ahmad Najib Burhani dan Sukidi. 

Selepas dari IMM karirnya di Muhammadiyah terus melesat. Pernah menjadi Sekretaris Majelis Tarjih Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta dan sekarang tercatat sebagai Dewan Pengawas Syariah LAZISMU PP Muhammadiyah. Sehari-hari Izza aktif sebagai dosen Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta dan Ketua Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah New South Wales Australia.[3]   

Karya-Karya di Bidang Tafsir

Izza termasuk mufasir muda yang produktif, khususnya di bidang tafsir. Di antara karya tafsir yang dilahirkannya adalah:

  • Memahami Surah Al-Fatihah: Tujuh Pintu Keberkahan Hidup (2024). Melalui buku ini, sebagai surah yang dibaca tiap hari saat salat, Izza berharap agar umat Islam tidak sekedar merapalkan Al-Fatihah tapi juga menyelami makna yang dikandungnya. 
  • Memahami Surah Yasin dengan Metode Tafsir al-Qur’an bil-Qur’an (2019). Latar belakang lahirnya buku ini adalah status dan posisi surah Yasin sebagai surah paling populer di Indonesia. Karya ini hadir dengan semangat mengantarkan umat Islam pada pemahaman yang mendalam atas surah Yasin. Karena alasan itu juga buku ini ditulis dengan bahasa yang mudah.[4]  
  • Tafsir Al-‘Alaq dengan 7 Metode Tafsir (2019). Tujuan utama kehadiran buku ini ialah merespon perkembangan pesat teknologi dan sains di abad 21. Penulisnya mengingatkan bahwa ayat pertama yang turun adalah ayat tentang literasi. Buku ini menafsirkan surah al-‘Alaq dengan tujuh metode tafsir: tafsirul-Quran bil-Quran, tafsir bil-ma’tsur, tafsir lughawi, tafsir siyaqi-tarikhi, tafsir isyari, tafsir ‘ilmi-maudhu’i, dan tafsir tarbawi-ijtima’i.[5]  
  • Tafsir Al-‘Ashr dengan 7 Metode Tafsir (2017). Fokus pembahasan  buku ini adalah mengikis pragmatisme dalam kehidupan muslim yang selalu memandang urusan di dunia ini dengan kacamata untung-rugi.[6]
  • Tafsir Al-Ma’un dengan 7 Metode Tafsir (2016). Karya ini disusun dengan misi ideologis, yakni untuk mengurai salah satu surah favorit di Muhammadiyah: al-Ma’un. Hal ini tentu tak lepas pengaruh keterlibatan dan pergulatan Izza di Muhammadiyah.[7]
Baca Juga  Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 50: Kisah Lautan Terbelah

Daftar Bacaan

[1] Izza Rohman. Tafsir Al-Qur’an bi Al-Qur’an: Sectarian Tendencies in al-Tababa’is al-Mizan and Shanqiti’s Adwa’ al-Bayan. Tangerang Selatan: Al-Wasat Publishing House, 2016, h. 251

[2] Izza Rohman. Tafsir Al-Qur’an bi Al-Qur’an, h. 251

[3] https://web.suaramuhammadiyah.id/2022/12/19/izza-rohman-terpilih-sebagai-ketua-baru-prim-nsw-australia/. Diakses 26 Oktober 2024 pukul 21.54

[4] Izza Rohman. Memahami Surah Yasin dengan Metode Tafsirul-Qur’an bil-Qur’an. Jakarta Selatan: Penerbit QAF, 2019, h. 7

[5] Izza Rohman. Tafsir Al-‘Alaq Ayat -15 dengan 7 Metode Tafsir. Bantul: Quantum, 2019, h. vi-vii 

[6] Izza Rohman Nahrowi. Tafsir Al-‘Ashr dengan 7 Metode Tafsir. Jakarta Selatan: UHAMKA Press, 2017, h. v-vi

[7] Izza Rohman Nahrowi. Tafsir Al-Ma’un dengan 7 Metode Tafsir. Tangerang Selatan: Al-Wasat Publishing House, 2016, h. ix

Editor: Dzaki

Alumni Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Jakarta, Mahasiswa Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta dan Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKU-MI), Bendahara Umum DPD IMM DKI Jakarta 2024-2026.