Ibu adalah sosok wanita paling mulia bagi kita, sebagai seorang anak. Segala hal beliau perjuangkan bagi kehidupan kita. Beliau merupakan bidadari nyata yang Tuhan kirimkan, sebagai pelopor Madrasah pertama untuk anaknya. Kebaikan-kebaikan yang beliau ajarkan senantiasa dilakukan demi kebahagiaan serta keselamatan mereka baik di dunia maupun diakhirat nanti. Dalam bahasa Arab, umumnya kita menganggap bahwa kata ummi hanyalah sebutan bagi seorang Ibu. Namun, sebagai ummat nabi Muhammad saw, ada hal yang perlu kita ketahui lebih dalam mengenai arti lain yang tersembunyi dibaliknya, dengan mempelajari berbagai macam sumber penafsiran dalam kitab-kitab karangan para Mufassir (ahli tafsir).
Sejarah dan Sabab Nuzul Ayat
Dalam tafsir Al-Azhar, ayat ini diturunkan sebagai jawaban dari do`a atau permohonan nabi Ibrahim kepada Allah, untuk diturunkannya seorang rasul diantara mereka, dengan empat permohonan nabi Ibrahim yang tertulis dalam QS. Al-Baqarah Ayat 129 yang berbunyi,
رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْهُمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيْهِمْ ۗ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ ࣖ
“Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu dan mengajarkan Kitab dan Hikmah kepada mereka, dan menyucikan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Maha perkasa, Maha bijaksana.”
Namun di sini terlihat bahwa yang dikabulkan oleh Allah lebih banyak dari apa yang dimohonkan. Lihatlah, yang dimohonkan oleh nabi Ibrahim hanya empat macam yaitu:
- Rasul dari kelompok mereka,
- Membacakan ayat-ayat Allah,
- Mengajarkan al-Kitab dan al-Hikmah, dan
- Mensucikan mereka.
***
Sedangkan yang dianugerahkan-Nya sebanyak lima macam. Dengan menambahkan yang ke-5 yakni, mengajarkan apa yang mereka belum ketahui. Sehingga turunlah ayat ini sebagai jawaban atas permohonan nabi Ibrahim. Berikut redaksi lengkap ayat tersebut.
كَمَآ اَرْسَلْنَا فِيْكُمْ رَسُوْلًا مِّنْكُمْ يَتْلُوْا عَلَيْكُمْ اٰيٰتِنَا وَيُزَكِّيْكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَّا لَمْ تَكُوْنُوْا تَعْلَمُوْنَۗ
“Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui”. (QS. Al-Baqarah [2]: 151)
Lalu disusul dengan ayat berikut ini sebagai penjelas dari kata minkum pada ayat sebelumnya, yaitu ummiyyiin dalam QS. Al-Jumuah ayat 2 yang berbunyi,
هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata”.
Makna Kata Ummi Menurut Pendapat Para Mufassir
Pendapat Quraish Shihab tentang ayat ini menerangkan bahwasannya, rasul bukan datang dari tempat lain, melainkan timbul atau bangkit dalam kalangan yang ummi itu sendiri. Kata أُمِّيِّينَ merupakan bentuk jamak dari أُمّ atau Ibu. Mengapa masyarakat Arab pada masa nabi dinamai begitu? Karena mereka lahir dan tumbuh tanpa diajari membaca dan menulis. Sehingga, seakan-akan mereka lahir sebagaimana keadaan mereka dilahirkan oleh ibunya.
Pendapat Hasbi Ash Shiddieqy dalam kitab Tafsir Al-Bayan, mengatakan ummi yakni orang-orang Arab, baik yang bisa membaca dan menulis, maupun yang tidak. Sedangkan menurut Jalaluddin Al-Mahalli dan Jalaluddin As-Suyuthi dalam kitab Tafsir Jalalain berpendapat bahwa, lafaz ummiy artinya orang yang tidak dapat menulis dan membaca kitab.
Pendapat Buya Hamka tentang ayat ini menyatakan bahwa mereka adalah ummi, bukan kaum terpelajar dan bukan kaum yang mempunyai sejarah peradaban yang tinggi sebagaimana yang dibanggakan oleh orang Yunani dan Romawi, orang Parsi (Iran) dan India. Cuma satu kelebihan mereka, yaitu karena menulis dan membaca tidak pandai, ingatan mereka kuat.
Penutup
Ayat ini berbicara tentang pengutusan nabi Muhammad saw di kalangan ummiyyin. Tetapi itu bukan berarti bahwa tuntunan dan ajarannya, yang dituntun untuk mempercayainya hanyalah ummiyyin (orang-orang Arab pada masa itu saja). Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya beliau pertama kali ditugaskan di tengah-tengah ummiyyin. Tetapi sebenarnya beliau diutus untuk kepada selain dari mereka, yang tidak tergabung dalam al-ummiyyin seperti kita saat ini.
Kesimpulannya adalah nabi Muhammad saw merupakan seorang rasul yang ummi. Maksud dari kata ummi yakni orang Arab yang tidak pandai menulis dan membaca, tetapi ingatan mereka sangatlah kuat.
Editor: An-Najmi



























Leave a Reply