Akhlak Mulia
Akhlak mulia adalah perilaku dan perbuatan yang baik (Good value) berdasarkan tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Oleh karena itu, kita memiliki kewajiban untuk melakukannya dalam setiap aktivitas kita. Dengan adanya ayat Al-Qalam ayat 68:4 yang berbunyi:
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٖ ٤
Artinya “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”
Dari ayat tersebut diperoleh bahwa Al-Qur’an menegaskan Nabi Muhammad SAW memiliki akhlak yang agung. Sehubungan dengan akhlaknya yang agung, ‘Aisyah (istri Nabi) bersaksi bahwa akhlaknya adalah Al-Qur’an.
عَنْ سَعْدِ بْنِ هِشَامٍ، قَالَ: سَأَلْتُ عَائِشَةَ، فَقُلْتُ: أَخْبِرِينِي عَنْ خُلُقِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ فَقَالَتْ: «كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ» (رواه أحمد)
Imam Ibnu Kasir menggabungkan penegasan Al-Qur’an dan kesaksian Aisyah dengan menyatakan bahwa Nabi adalah Al-Qur’an yang hidup dan pribadi yang Agung. Dengan munculnya ayat berikut:
ومعنى هذا أنه عليه الصلاة والسّلام صَارَ امْتِثَالُ الْقُرْآنِ أَمْرًا وَنَهْيًا سَجِيَّةً لَهُ وَخُلُقًا تَطَبَّعَهُ وَتَرَكَ طَبْعَهُ الْجِبِلِّيَّ، فَمَهْمَا أَمَرَهُ الْقُرْآنُ فَعَلَهُ وَمَهْمَا نَهَاهُ عَنْهُ تَرَكَهُ، هَذَا مَعَ مَا جَبَلَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ مِنَ الْخُلُقِ الْعَظِيمِ مِنَ الْحَيَاءِ وَالْكَرَمِ وَالشَّجَاعَةِ وَالصَّفْحِ وَالْحِلْمِ، وَكُلِّ خُلُقٍ جَمِيلٍ
Akhlak Nabi dalam Al-Qur’an
Al-Qur’an menegaskan keagungan akhlak sebagai pribadi yang ada pada Nabi karena rahmat Allah. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Nabi memiliki Akhlak mulia. Akhlak mulia itu termuat dalam berbagai ayat berikut:
- QS. Ali Imran ayat 159
فَبِمَا رَحۡمَةٖ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّواْ مِنۡ حَوۡلِكَۖ فَٱعۡفُ عَنۡهُمۡ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ وَشَاوِرۡهُمۡ فِي ٱلۡأَمۡرِۖ فَإِذَا عَزَمۡتَ فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَوَكِّلِينَ ١٥٩
Artinya: Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawaka
2. QS. At-Taubah ayat 128
لَقَدۡ جَآءَكُمۡ رَسُولٞ مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ عَزِيزٌ عَلَيۡهِ مَا عَنِتُّمۡ حَرِيصٌ عَلَيۡكُم بِٱلۡمُؤۡمِنِينَ رَءُوفٞ رَّحِيمٞ ١٢٨
Artinya: “Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami. Dia sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman.”
Ragam Sifat Kemuliaan Akhlak
Dari dua ayat di atas, Akhlakul karimah meliputi sifat-sifat sebagai beriku:
- Lemah lembut (layyin), makna lemah lembut dalam segala perkataan dan perbuatan. Allah SWT menyukai orang-orang yang yang bersikap lemah lembut dan baik hati,dalam perkataan dan perbuatan
- Musyawarah adalah kegiatan perundingan dengan bertukar pendapat dari berbagai pihak untuk mencapai keputusan yang terbaik demi kemaslahatan bersama
- Memiliki ‘azm,yang berartikan kita harus memiliki tekad yang kokoh dan memiliki keteguhan hati dalam melakukan suatu pekerjaan
- Tawakal artinya melepaskan semua ketergantungan kecuali kepada Allah dan meyakini Allah SWT yang memutuskan segalanya.
- Peduli adalah sikap empati yang menjadikan kita merasakan apa yang orang lain rasakan.
- Visioner (harishun ‘alaikum) merupakan sebuah pandangan yang jelas mengenai mimpi-mimpi untuk masa depan.
- Cinta: belas asih (ra’uf) merupakan kasih sayang Allah SWT kepada seluruh makhluknya. Maka dari itu kita juga harus saling kasih mengasihi sesama makluk Allah.
Sifat Wajib Para Nabi
Dalam Ilmu Tauhid, para ulama telah merumuskan sifat-sifat wajib bagi para nabi yang melekat pada mereka sebagai rasul (Akhlaq Nubuwwah), termasuk kepada Nabi Muhammad SAW, sehinggadalam bahasa Ibnu Katsir beliau menjadi The Living at Qur’an. Akhak Nubuwwah meliputi sifat-sifat sebegai berikut:
- Shiddiq (Jujur atau benar)
- Amanah (dipercaya)
- Fathonah (Cerdas)
- Tabligh (Menyempaikan)
Dengan 11 sifat akhlakul karimah dan Akhlak Nubuwah tersebut menciptakan moral yang sesuai dengan nilai akidah Islam. Untuk kepentingan pembangunan karakter bangsa sekarang. Supaya lebih operasional, maka nilai-nilai tersebut adalah sebagai berikut:
- Nilai-nilai kesopanan. Kesopanan adalah norma untuk mencapai kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga interaksi sesama menjadi lebih sehat dan baik.
2. Nilai-nilai keberanian. Nilai keberanian adalah seperangkat keyakinan yang bertujuan untuk membidik sesuatu tanpa rasa takut. Juga mempertahankan pendirian dan menjaga kebenaran.
3. Nilai-nilai keagungan. Nilai keagungan dalam islam terdapat pada kitab suci Al qur’an seperti pada QS. Al Baqarah ayat 269:
يُؤۡتِي ٱلۡحِكۡمَةَ مَن يَشَآءُۚ وَمَن يُؤۡتَ ٱلۡحِكۡمَةَ فَقَدۡ أُوتِيَ خَيۡرٗا كَثِيرٗاۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ ٢٦٩
Artinya: “Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).”
4. Nilai-nilai kerohanian. Nilai kerohanian merupakan salah satu nilai yang dibawa melalui proses yang panjang dalam sebuah masyarakat yang memiliki budaya beradab. Salah satu unsur nilai kerohanian adalah nilai moral.



























Kanal Tafsir Berkemajuan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.