Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Menggali Dimensi Jihad dalam Al-Qur’an

dimensi jihad
Sumber: https://thesincereseeker.medium.com/

Dalam memahami makna jihad, beberapa masyarakat muslim masih belum memiliki pemahaman yang utuh. Sehingga sering terjadi kesalahpahaman akan makna jihad. Bahkan lebih ironisnya beberapa dari mereka menganggap bahwa jihad itu hanya sebatas ketika ikut ke medan perang. Maka dengan asumsi-asumsi yang bisa dikatakan “salah kaprah” tersebut saya ingin memaparkan tentang dimensi jihad yang terkandung dalam Al-Qur’an.

Etimologi Kata Jihad

Kata jihad merupakan bentuk masdar dari kata ja>hada-yuja>hidu yang berarti berjuang. Juga merupakan akar kata dari jahd yang berarti “kesulitan” dan juhd yang berarti “kekuatan”. Dalam Muʼjam T{ullab kata jihad berarti “to engage in holy war againts” yang berarti “terlibat dalam peperangan suci”. Atau dalam maksud yang lain ialah berjuang dalam membela agama Allah. Selain itu sebagian yang lain mengatakan bahwa jihad berasal dari kata juhd yang berarti “kerja keras atau upaya”. Selain itu juga berarti “kemampuan”. Menurt Ibnu Faris dalam Mu’jam Al-Maqayis fi Al-Lughah kata yang terdiri dari huruf jim-ha-da pada awlnya memiliki makna kesulitan atau kesukaran.

Secara etimologi jihad ialah mencurahkan segala kemampuan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Menurut syariat Islam, jihad ialah berjuang dengan mencurahkan segala kemampuan dalam rangka membentuk masyarakat Islami. Juga menjadikan kalimat Allah sebagai kalimat mulia, serta bertujuan agar Islam menjadi agama rahmatan lil’alamin.

Dimensi Jihad dalam Al-Qur’an

Kata jihad dalam Al-Qur’an disebutkan sebanyak 36 kali dengan berbagai derivasi kata. Dalam Islam terdapat klasifikasi jihad, berikut ialah dimensi jihad berdasarkan bentuknya yaitu:

  • Jihad melawan orang-orang kafir dengan argument dan hujjah. Jihad bentuk pertama ini dapat dikategorikan kepada jihad ilmu. Karena dengan jihad ini seseorang menyampaikan argument dengan cara berdakwah. Jihad dalam bentuk ini disebutkan dalam surat al-Furqan: 52
Baca Juga  Semangat Bela Negara: Ajuran Al-Quran kepada Umat Islam

فَلا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَجَاهِدْهُمْ بِهِ جِهَادًا كَبِيرًا

Artinya: “Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Qur’an dengan jihad yang besar.”

  • Dimensi Jihad dalam melawan kesesatan dengan pedang dan peperangan. Jihad dalam bentuk ini disebutkan dalam surat an-Nisa: 95

لا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ عَلَى الْقَاعِدِينَ دَرَجَةً وَكُلا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَى وَفَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ عَلَى الْقَاعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًا

Artinya: “Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar.

  • Jihad dengan menundukkan hawa nafsu.

Jihad dalam menundukkan hawa nafsu. Ini merupakan jihad dengan maksud untuk membersihkan jiwa, menyucikan hati, dan sifat-sifat lainnya yang mulia. Jihad ini ialah jihad dengan medan cakupan yang cukup luas. Tidak hanya terbatas pada melawan hasutan setan. Namun juga menolak segala keraguan yang dapat menggoncangkan iman. Jihad dalam bentuk ini disebutkan dalam surat al-Ankabut: 6

وَمَنْ جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Artinya: “Dan barang siapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

Cakupan Jihad

  • Jihad melawan setan dengan cara tidak menaatinya demi mengharapkan hidayah Allah. Jihad dalam bentuk ini disebutkan dalam surat al-Ankabut: 69
Baca Juga  Pemaknaan Ayat Cahaya (1): Pentingnya Melibatkan Nalar Irfani

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

Artinya: “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

  • Jihad dalam menghadapi hati untuk mendapatkan hubungan dan kedekatan kepada Allah. Jihad dalam bentuk ini disebutkan dalam surat Al-Hajj: 78

وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

Artinya: “Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

Dari klasifikasi dimensi jihad ke dalam lima bentuk di atas dapat kita simpulkan berdasarkan pendapat Ibnu Taimiyah.  Bahwa “jihad yang diperintahkan ada yang menggunakan hati (yaitu istiqamah untuk berjihad dan mengajak kepada syariat Islam). Ada yang menggunakan argumentasi (memberikan argumentasi kepada yang batil). Penjelasan (menjelaskan kebenaran, menghilangkan ketidakjelasan, dan memberikan pemikiran yang bermanfaat kepada umat Islam), dan tubuh (seperti berperang). Dimensi jihad menjadi wajib dilakukan jika hal tersebut bisa dilakukan”

Baca Juga  Perjalanan Rohaniah Manusia: Tafsir QS. An-Nas [114]: 1-3

Maka dari ungkapan Ibnu Taimiyah tersebut dapat kita simpulkan bahwa jihad mencakup aktivitas hati berupa niat dan ketangguhan, aktivitas dakwah dan penjelasan, aktivitas akal berupa pemikiran dan ide, serta aktivitas tubuh berupa perang dan sejenisnya.

Jihad Zaman Now

Di era yang serba modern seperti ini jihad yang paling relevan ialah dengan berdakwah untuk melawan segala kebatilan. Dakwah bisa dilakukan dengan mengungkapkan argumen, memberikan penjelasan, mengajak kepada kebaikan dan menjalankan syariat. Berdakwah bisa dilakukan dengan tulisan maupun lisan. Lebih khusus kepada dakwah secara lisan. Menurut Hilmy Bakar Al-Mascaty jihad dengan dakwah lisan atau perkataan adalah jihadnya seorang Muslim dengan mengerahkan segala kemampuan berbicaranya untuk menggugah manusia. Agar mengikuti Islam dengan petunjuk-petunjuk yang sempurna.

Mengingat pentingnya dakwah dengan menggunakan perkataan atau lisan, terdapat beberapa bentuk perkataan yang digunakan dalam berdakwah, yaitu:

  • Qaulan Balighan (perkataan yang membekas dalam jiwa). Perkataan seorang pendakwah dapat membekas di hati seseorang.
  • Qaulan Layyinan (perkataan yang lemah lembut). Dalam berdakwah seorang pendakwah menggunakan kata-kata yang baik, bersih dari unsur-unsur penghinaan, dan cacian.
  • Qaulan Ma’rufan (perkataan yang baik). Dalam berdakwah seorang pendakwah ,enggunakan perkataan yang yang mengandung manfaat, memberikan pengetahuan, dan membuka pikiran.
  • Qaulan Maysura (perkataan yang pantas).  Dengan perkataan ini para pendakwah dituntut untuk bisa menyampaikan dakwah dengan kata-kata yang sederhana dan mudah untuk dipahami.
  • Qaulan Karima (perkataan yang mulia). Para pendakwah dalam menyampaikan dakwahnya harus dengan cara yang santun dan tidak terkesan menggurui.
  • Qaulan Sadida (perkataan yang benar).
  • Qaulan Salama (perkataan yang memberikan kedamaian). Para pendakwah hendaknya dalam menyampaikan dakwah memilih kata-kata yang mengandung kedamaian dan memberin dampak ketentraman.

Penyunting: Ahmed Zaranggi