Tafsir Al-Qur’an merupakan fan ilmu Islam yang dirujuk dari kitab umat muslim secara langsung, di dalam kitab tafsir terdapat banyak sekali lmu yang bisa di dapat mulai dari ilmu fiqh, ilmu tasawuf dan juga ilmu tentang sains. Permasalahan di dalam kehidupan sudah sewajarnya terjadi di kalangan manusia khususnya umat muslim, yang mana ketika menemukan suatu permasalahan alangkah baiknya kita sebagai muslim yang taat merajuk kemabali kepada al-Qur’an, karena di dalam al-Qur’an banyak sekali jawaban permasalahan yang ternyata kita hadapi di dalam situasi yang sekarang. Pada tulisan ini saya akan menerangkan salah satu tafsir yang seorang ahli fiqih yaitu Tafsir Al-Qoyyim karya Ibnu Qoyyim Al-Jauzy.
Biografi Imam Al-Qoyyim Al-Jauzy
Nama aslinya adalah Abu Abdillah Syams al-Din Muhammad Ibn Abi Bakr Ibn Ayyub Ibn Sa’ad Ibn Hariz Ibn Makki Zain al-Din al- Zur’i al-Damasyqi al-HanbaliBeliau lahir pada tanggal 7 Bulan Shafar Tahun 691 H. Nama Jawziyyah diambil dari tempat ia menimba Ilmu yaitu di sekolah didekat pasar gandum daerah damaskus. Dan Nama Qoyyim diartikan sebagai derajat tertinggi dalam penataan administrasi pegawai yang didapat dari ayahnya.Beliau wafat pada Usia 60 Tahun di malam Kamis tanggal 13 di Bulan Rajab Tahun 751 H. Madzhab Hanbali adalah mazhab Ibnu Qoyyim dikarenakan dari tempat madrasah ia menimba ilmu dan juga keluarga nya menganut Mazhab Hanbali.
Guru Ibnu Qoyyim Al Jauzy: Qoyyim Al Jauzy(Ayah), Syihab Al Abir, Ibnu Abd Daim, syeik Al Islam Ibnu Taymiyah, Sulaiman bin Hamzah al hakim, Syarifuddin Ibn Taymiyah, Sofiuddin Abu Abdullah bin abdurrohim Al hindi, dan Ibnu Syirazi, Guru Besarnya adalah Ibnu Taimiyah berguru selama 17 Tahun dari Sebelum Wafatnya.
Adapun Muridnya Muridnya: Al Burhan Bin bin Qoyyim( Anaknya), Ibnu Katsir, Ibnu Abdul Hadi, Al Hadidzh Ibnu rajab, Imam Taqiyuddin Ibn Hasan. Karya karya Ibnu Al Qoyyim: (Fiqh): I’lamul Muwaqi’ina an rob Al Alamin, Ahkamu Ahlu Ad dzimmah, At Turku Al hakamiyyah Fi Siyasati AS Syariah. (Hadist): Tahdzibu sunan Abi Daud wa Idhou musykilatihi wa ilalihi, Al Manar al Munif fi As Shohih wa dhoif. (Akidah): Ijtima Al juyus Al Islamiyah Ala Ghazwi Mu’thalati wal Jahmiyah.
Metode Penafsiran Tafsir Ibnu Qoyyim
Tafsir Ibnu Qoyyim Hanya mempunyai satu Jilid Tafsir, ditulis oleh Uwais An Nadwiy. Yang mana tafsir ini mengumpulkan ayat-ayat al-Qur’an melalui karya Ibnu Qoyyim yang berbeda sesuai surat di dalam al-Qur’an dan dari setiap ayat di dalam Al Quran mempunyai Tema Khusus masing- masing. Uwais An Nadwiy Alumni Nadwatul Ulama di India mengumpulan 33 Buku Hasil tulisan Ibnu Qoyyim Untuk menyusun Tafsir al Qoyyim. Diantaranya Kitab Ijtima Al Juyus Al Ilamiyyah, At Tibyan fi Aqsami Al Quran dan Asmaul Mualafat Ibnu Taymiyyah.
Imam Ibnu Qoyyim Al Jauzy dalam Tafsirnya memulai dengan menyebut nama surat kemudian menyebutkan ayat Al quran dan ia tidak menuliskan seluruh ayat di dalam surat Al Quran, akan tetapi beliau menuliskan topic topic khusus di dalam ayat tersebut. Ia menjelaskan topic tersebut secara tahlili yaitu metode yang menerangkan ayat Al Quran dari berbagai segi sesuai Urutan surat dan ayat di dalam Al Quran. Terkadang di dalam ayat lain ia menjelaskanya secara Ijmali yaitu menafsirkan ayat al Quran secara Singkat dan Global, Di dalam beberapa ayat yang ia tafsirkan ia juga memakai penafsiran melalui hadist, selain menafsirkan Al Quran dengan Al Quran ia menafsirkan Al Quran dengan sunnah.
Ketika menafsirkan ayat ayat Hukum Imam Ibnu Qoyyim menetapkan Hukum di dalam penafsiranya tersebut seperti halnya Ayat Al Baqarah 179 dan terkadang ia memakai Hadist dhaif di dalam penafsiranya, akan tetapi setelah memakai hadist dhaif ia juga menutup penjelasan tafsirnya dengan hadist hasan. Ia menjelaskan di dalam surat al falaq. Dan di dalam surat al falaq ia juga menjelaskan tentang Munasabat ayat yang satu dengan yang lainnya. Dan belum ditemukan di dalam Tafsirnya ia menjelaskan ayat dengan Qiraat.
Corak Penafsiran dan Sistematika
Dan di dalam Tafsir Al-Qoyyim, ia belum menunjukan Konsistensi Penafsiran ayat ayat Al Quran. Dan dari segi masdar tafsir Al-Qoyyim memiliki manhaj Tafsir Bil Matsur yaitu tidak mengambil sumber selain dari AL Quran dan Sunnah, metode tafsir Bil Matsur adalah metode penafsiran yang paling Afdhal dalam penafsiran ayat Al Quran karena itu adalah sumber pertama dari 4 tingkatan, yaitu Al Quran dengan Al Quran, Al Quran dengan Sunnah, Al Quran dengan Perkataan sahabat dan yang terakhir AL Quran dengan Perkataan Tabi’in.
Dan dari segi metode pembahasannya Tafsir Al Qoyyim memeiliki kecendrungan Tafsir bayani, Yaitu menjelaskan ayat ayat Al Quran secara Deskriptif disini seorang mufasir langsung menafsirkan Al-Qur’an dari awal sampai akhir tanpa perbandingan dan penetapan judul Karna Tafsir ini termasuk dari golongan Tafsir Bil Matsur ia tidak membandingkan pemikiranya tetapi mentahkikkan.
Metode dari segi keluasan pembahasan Tafsir Al Qoyyim termasuk dalam tafsir al-Wasith yaitu metode penafsiran antara Tafsir Ijmaly dan juga tafsily. Dan metode penafsiran ini tidak menjelaskan secara panjang dan juga tidak secara pendek. Karna di dalam tafsirnya beliau, beliau menjelaskan secara Ijmali dalam surat al-Fatihah, dan menjelaskan secara ijmali di dalam surah al-Falaq.
Metode dalam segi tertibnya ayat, Tafsir ini termasuk didalam tafsir maudhu’i, yaitu penulis memakai sebuah metode yang dimana mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang suatu topik lalu menjelaskan topik tersebut tanpa menjelaskan susunan ayat Al quran secara berurutan. Adapun corak dari Tafsir Al Qoyyim memiliki 3 corak,pertamayaitu corak al-at’sari yaitu corak yang terfokus pada pengaruh, yaitu pengaruh penafsiran riwayat Al Quran dengan Al Qur’an, AL Qur’an dengan sunnah, Al-Qur’an dengan perkataan Sahabat, Al Qur’an dengan perkataan Tabi’in. Kedua adalah corak Lugowi, yaitu corak yang yang menunjukan unsur unsur sisi bahasa dan mencangkup aspek dari I’rab dan bentuk bacaan dan tertibnya kalimat yang tersusun, disebut juga adabi karena pengetahuan Ilmu Balagah. Ketiga adalah corak Kalami. Kalami adalah corak yang Aqidah yang benar dan tidak berfanatik terhadap satu mazhab saja dan tidak juga fanatic terhadap kelompok seperti syiah, mutazilah dan jabariyyah.
Editor: An-Najmi




























Kanal Tafsir Berkemajuan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.