Bulan rajab merupakan bulan ke-7 dalam kalender Islam atau Hijriyah. Dalam bahasa Indonesia, bisa diartikan sebagai ‘bulan pujian’. Tak heran jika Rajab memiliki banyak hikman dan keutamaan bagi umat Muslim.
Adapun sebelum Rajab adalah Jumadil Ula dan Jumadil Akhir. Sementara dua bulan setelahnya Sya’ban dan Ramadan. Lalu kapan jadwal bulan Rajab tiba pada tahun 2023?
Berdasarkan penanggalan Masehi dan Hijriyah, bulan ini jatuh mulai tanggal 23 Januari hingga 21 Februari 2023. Sehingga, Rajab terdiri dari 30 hari sebelum akhirnya masuk Sya’ban 1444 Hijriyah.
Keistimewaan Bulan Rajab
Adapun keistimewaan bulan Rajab menurut Al-Quran tercantum pada Surat At-Taubah ayat 36 yang menjelskan bahwa ada empat bulan yang disebut ‘haram’.
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram“. (Surat At-Taubah:36).
Berdasarkan tafsir Ibnu Katsir, empat bulan yang dimaksud dalam kitab suci adalah Dzul Qadah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.
Bulan-Bulan Haram
Mengapa disebut bulan haram? Sebab pada empat bulan tersebut, masyarakat Arab tak diperbolehkan untuk berperang karena dianggap bulan yang suci. Justru umat Muslim dianjurkan untuk berlomba-lomba dalam beribadah dan berbuat kebaikan.
Selain itu, ada hadits Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa ia memanjatkan doa keberkahan untuk bulan ini, sebagaimana yang disampaikan oleh Malik dalam Masuad Ahmad:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Artinya: “Ya Allah, semoga Engkau memberkahi kami pada bulan Rajab dan Syaban, semoga Engkau pertemukan kami dengan bulan Ramadan.”
Hikmah Bulan Rajab
Berdasarkan khutbah Jumat yang dikutip dari purbalingga.kemenag.go.id, ada beberapa hikmah yang terkandung pada bulan Rajab.
Para ulama pun mengibaratkan bulan ini bagaikan ‘menanam’, lalu Syaban adalah untuk ‘menyirami’, hingga jatuhnya bulan Ramadhan sebagai untuk ‘memanen’. Syekh Abdul Qodir Al Jailani dalam kitab berjudul ‘Al-Ghuniyah’, Rajab merupakan gabungan dari ‘Ra’, ‘Jim’, dan ‘Ba’.
Tak hanya sekadar singkatan, makna ketiga kata itu adalah ‘Ra’ yang berarti ‘Rahmatullah’ (rahmat Allah), ‘Jim’ adalah ‘Judullah’ (kemudahan Allah), dan ‘Ba’ berarti ‘Birullah’ (kebaikan Allah). Artinya, Allah SWT akan memberikan ketiga anugerah atau hikmah tersebut kepada hamba-Nya dari awal hingga akhir bulan Rajab, meliputi limpahan berkah, dimudahkan segala sesuatu, hingga kebaikan dari-Nya.
Lebih lanjut, ada peristiwa penting bagi umat Islam, yaitu Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, yaitu ketika utusan Allah SWT itu bertemu dengan Tuhannya. Ketika itu, Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk melaksanakan sholat wajib 50 kali setiap hari untuk menyembah Dia. Rasulullah SAW pun kembali dan akan memberitahu kepada umatnya.
Namun ketika Rasulullah SAW dalam perjalanan, ia bertemu dengan Nabi Musa yang meminta keringanan kepada Allah SWT. Hingga akhirnya, Allah SWT memerintahkan untuk menyembah diri-Nya dengan sholat lima waktu sehari seperti yang dilakukan saat ini. Demikian hikmah bulan Rajab berdasarkan Al-Quran dan hadits beserta keutamaannya. Semoga kita semua dapat mengaplikasikan dalam kehidupan kita.
Penyunting: Ahmed Zaranggi





























Kanal Tafsir Berkemajuan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.