Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Hewan dalam Al-Quran: Telaah atas Lafaz Thayr (Burung)

Thayr
Gambar: Kompas.com

Tuhan tidak akan kekurangan kosakata untuk mengkonstruksikan kalam dalam Al-Qur’an. Nilai estetika yang terdaat dalam aspek kebahasaan Al-Qur’an, tidak bisa ditandingi oleh siapapun. Bahkan, pada masa turunnya Al-Qur’an, beberapa tokoh penyair kala itu ingin mengungguli kesempurnaan bahasa Al-Qur’an, salah satunya Abu Lahab. Sehingga Allah abadikan namanya di dalam Al-Qur’an. Pengabadian nama tersebut bukan untuk memberikan kehormatan kepada Abu Lahab, melainkan untuk menegaskan kepada manusia bahwa kesempurnaan Al-Qur’an bersifat mutlak dan tak terkalahkan.

Burung, menjadi salah satu term yang memenuhi kandungan Al-Qur’an. Sebanyak 24 kali disebutkan ayat-ayat yang memiliki relevansi dengan Al-Qur’an. Namun, secara spesifik termaktub dalam Al-Qur’an 10 kali lafadz thayr dalam Al-Qur’an. Ragam penyebutan tersebut membungkus keagungan makna satu sama lain. Salah satunya untuk memberikan pengukuhan kepada umat manusia bahwa hanya Allah yang memiliki daya terhadap makhluk-Nya, termasuk burung.

Burung dalam Tinjauan Biologi

Dalam biologi burung juga disebut dengan aves. Sama seperti makhluk hidup lainnya, burung memiliki karakteristik umum yang mayoritas dimiliki semua jenis burung. Burung merupakan makhluk hidup yang tidak muncul seketika. Menrut penelitian, burung merupakan bentuk turunan dari hewan purba, yaitu pterosaurus. Pterosaurus sendiri merupakan jenis hewan reptile yang memiliki kemampuan terbang (Rohmat Kurnia, Ensiklopedia Dunia Hewan Unuk Pelajar dan Umum, 16)

Selain itu morfologi burung juga memiliki karakter yang berbeda dengan kelompok hewan lainnya, yaitu dengan adanya paruh. Paruh burung memiliki bentuk dan ukuran yang bervariasi yang disesuaikan dengan jenis makanannya. Keberagaman tersebut menjadikan burung satu dengan burung yang lainnya tidak bersengketa terhadap sumber makanan. Burung memiliki struktur tubuh dan fisiologi yang berkembang lebih baik dari pada vertebrata lainnya termasuk mamalia (Graham Scott, Essential Ornithology, p)

Burung diklasifikasikan menjadi 8.300 sepesies yang berbeda. Dalam proses pengkalsifikasian spesies burung, metode yang dlakukan terkesan sangat ketat. Jika didapati sedikit perbedaan morfologis antar dua burung, maka keduanya dianggao memiliki subspesies sendiri.

Baca Juga  Keramahan al-Qur'an Dalam Penetapan Syari'at

Lafaz Thayr dalam Tinjauan Tafsir

Burung, seringkali dibahasakan Al-Qur’an dengan lafadz thayr, yang dalam bahasa Arab terbentuk dari kata thaara-yathiiru yang berarti sesuatu yang terbang. Dalam kacamata tafsir yang disusun oleh Kemeterian Agama Republik Indonesia yang bercorak ilmiah ini, burung merupakan salah satu tanda kebesaran dan keagungan Tuhan. Kemampuan terbang yang dimiliki oleh burung menjadi salah satu indikasinya. Untuk dapat terbang, suatu objek haruslah ringan, dan di saat yang lain harus tangguh dan kuat. Untuk dapat lepas landas dan memulai terbang dengan sempurna, seekor burung harus mampu menyeimbangan diirnya menjadi seringan mungkin.

Terdapat juga penjelasan historis lain yang tercantum dalam QS. Sad ayat 19. Al-Razi dalam tafsirnya Mafatih al-Ghayb menjelaskan bahwa ayat tersebut menceritakan perihal hikayat Nabi Daud as. Dalam konteks ayat ini, Allah memberikan gambaran bahwa seluruh makhluk-Nya, Daud as., gunung-gunung, dan burung-burung tidak terlepas dari mengingat Allah. Hal itu menjadi salah satu bentuk kekuasaan Allah dan keagungan-Nya (Fakhruddin al-Razi, Tafsir Mafatih al-Ghayb jilid 27, 375).

Secara literatur juga, disebutkan bahwa burung-burung tersebut tunduk dan bertasbih kepada Allah. Sedangkan pada dasarnya, Allah tidak mengilhamkan kemampuan berfikir kepada burung. Lantas, bagaimana mereka mampu melafazkan dzikir kepada Allah? Kemudian dalam Tafsir Sya’rawi dijelaskan bahwa setiap hewan, termasuk burung, diberikan metodenya masing-masing dalam berkomunikasi dengan Allah. Kemampuan tersebut tidak serta-merta juga dimiliki oleh manusia, kecuali dengan izin-Nya, seperti Nabi Sulaiman as (Muhammad Mutawalli Sya’rawi, Tafsir Sya’rawi, p)

Spesifikasi Penyebutan Term Thayr dalam Al-Qur’an

Penyebutan lafadz thayr terklasfifikasikan dengan internalisasi makna dan tema yang berbeda. Diantara ayat-ayat tersebut yang menunjukkan independensi makna lafadz thayr antara lain,

  • Ayat-ayat burung dengan tema sebagai kemukjizatan Allah
Baca Juga  Dampak Inkar Nikmat Pada Lingkungan: Tafsir Al-Baqarah Ayat 60

QS. Al-Baqarah/2: 260

قَالَ فَخُذْ اَرْبَعَةً مِّنَ الطَّيْرِفَصُرْهُنَّ اِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلٰى كُلِّ جَبَلٍ مِّنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِيْنَكَ سَعْيًا ۗ

Dia (Allah) berfirman, “Kalau begitu ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah olehmu kemudian letakkan di atas masing-masing bukit satu bagian, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.

QS. Ali-Imran/3 : 49

نِّيْٓ اَخْلُقُ لَكُمْ مِّنَ الطِّيْنِ كَهَيْـَٔةِ الطَّيْرِ فَاَنْفُخُ فِيْهِ فَيَكُوْنُ طَيْرًاۢ بِاِذْنِ اللّٰهِ ۚ

Aku telah datang kepada kamu dengan sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah.

Selain 2 ayat di atas, masih terdapat 5 ayat dari surat yang berbeda yang menunjukkan konteks secara distingtif, antara lain QS. al-Maidah: 110, QS. Yusuf/2 : 36, QS. al-Anbiya’/21 : 79, QS. Al-Naml/27 : 17, dan QS. Sad /56 : 19

  • Ayat burung dengan tema eksistensi Allah

QS. Al-Nur/24 : 41

وَلَوْلَا فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهٗ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ لَمَسَّكُمْ فِيْ مَآ اَفَضْتُمْ فِيْهِ عَذَابٌ عَظِيْمٌ 

Dan seandainya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, disebabkan oleh pembicaraan kamu tentang hal itu (berita bohong itu)

QS. Al-Fil/105 : 3

وَّاَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا اَبَابِيْلَۙ

Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong,

  • Ayat burung dengan tema kenikmatan surgawi

QS. Al-Waqi’ah/56 : 21

وَلَحْمِ طَيْرٍ مِّمَّا يَشْتَهُوْنَۗ    

Dan daging burung apa pun yang mereka inginkan.

Burung Sebagai Permisalan

  • Ayat burung sebaga permisalan

QS. al-Saffa>t/37 : 49

كَاَنَّهُنَّ بَيْضٌ مَّكْنُوْنٌ

Seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik.

QS. Al-Hajj/22 : 31

حُنَفَاۤءَ لِلّٰهِ غَيْرَ مُشْرِكِيْنَ بِهٖۗ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَكَاَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاۤءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ اَوْ تَهْوِيْ بِهِ الرِّيْحُ فِيْ مَكَانٍ سَحِيْقٍ   

(Beribadahlah) dengan ikhlas kepada Allah, tanpa mempersekutukan-Nya. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka seakan-akan dia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.

  • Ayat burung sebagai pembelajaran bagi manusia
Baca Juga  Lingkungan Hidup dalam Perspektif Al-Qur'an

QS. Al-Nahl/16 : 79

اَلَمْ يَرَوْا اِلَى الطَّيْرِ مُسَخَّرٰتٍ فِيْ جَوِّ السَّمَاۤءِ ۗمَا يُمْسِكُهُنَّ اِلَّا اللّٰهُ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ   

Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dapat terbang di angkasa dengan mudah. Tidak ada yang menahannya selain Allah. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman

Penutup

Selain pengistilahan thayr dalam Al-Qur’an, Allah juga memberikan istilah lain terhadap burung, yaitu diantaranya salwa. Para ahli tafsir memberikan penjelasan bahwa burung ini lebih kecil daripada merpati dan lebih besar dari pada burung pipit. Selain itu, burung ini juga jarang ditemukan oleh manusia. Burung salwa merupakan burung yang dianugerahkan oleh bani Israel, keistimewaannya mampu dengan cepat berkamuflase di semak dan daerah rerumputan. Konteks ini terdapat pada QS. al-Baqarah ayat 56.

Penyunting: Bukhari