Zikir merupakan salah satu cara yang paling sederhana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia juga merupakan amalan yang sering dilakukan oleh para ahli tariqah dan para ulama di Indonesia. Beberapa alasan mereka sering mengamalkan zikir untuk bertaqarub kepada Allah antara lain, dapat dilakukan kapanpun dan di manapun, lafadz-lafadznya sangat mudah untuk dihafal dan ringan diucapkan. Banyak hadis dan kitab kuning menganjurkan untuk mengamalkan zikir dengan ganjaran pahala di akhirat kelak. Dalam essai ini akan membahas zikir lebih jauh dan berbagai maknanya dalam Al-Quran. Dengan begitu kita senantiasa menjadi orang yang mengingat atau berzikir kepada Allah SWT. Sebagaimana dalam ayat Al-Quran yang berbunyi:
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ ٢٨ ( الرّعد/13:28)
Artinya: “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.” (Ar-Ra’d/13:28)
Etimologi Kata Zikir
Zikir secara etimologi berasal dari kata ذكر-يذكر-ذكرا yang artinya mengingat. Mengingat disini berarti menghadirkannya dalam benak atau menyebut yang diingat dengan lisan. Sedangkan menurut istilah atau terminologi zikir adalah menyebut dan mengingat Allah dengan bacaan-bacaan tertentu baik yang matsur maupun yang tidak matsur, baik dengan lisan maupun dengan hati atau gabungan dari lisan dan hati baik pada yang terikat dengan waktu ataupun yang bisa dilakukan secara mutlak dan zikir dalam makna ini secara umum adalah mutlak tidak terikat pada tempat, waktu, dan cara-cara tertentu.
Sedangkan Menurut Ibnu At-Thaillah al-Sakarandy, zikir adalah melepaskan diri dari kelalaian dengan senantiasa mengadirkan qalbu bersama Al-Haqq (Allah). Pendapat lain mengatakan bahwa zikir upaya mendekatkan diri kepada Allah, Rasul-Nya, Wali-Nya dan orang-orang yang memiliki kedekatan dengan-Nya melalui sarana dan perbuatan tertentu seperti membaca, mengingat, bersyair, menyanyi, ceramah, dan bercerita.
Derivasi Makna Zikir dalam Al-Qur’an
Dalam kitab Wujuh An-Nadzair zikir memiliki lima belas wajah atau bentuk makna namun di sini saya hanya akan menyebutkan empat diantaranya, berikut ini makna-makna zikir yang sudah disebutkan di dalam Al-Quran, antara lain :
- Zikir Bermakna Taat
فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ ࣖ ١٥٢ ( البقرة/2:152)
Artinya: “Maka, ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (Al-Baqarah/2:152)
Lafadz فَاذْكُرُوْنِيْٓ disini bermakna taat sedangkan lafadz اَذْكُرْكُمْ bermakna kebaikan.
2. Zikir Bermakna dengan lisan
فَاِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلٰوةَ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِكُمْ ۚ فَاِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ ۚ اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا ١٠٣ ( النساۤء/4:103)
Artinya: “Apabila kamu telah menyelesaikan salat, berzikirlah kepada Allah (mengingat dan menyebut-Nya), baik ketika kamu berdiri, duduk, maupun berbaring. Apabila kamu telah merasa aman, laksanakanlah salat itu (dengan sempurna). Sesungguhnya salat itu merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang mukmin.” (An-Nisa’/4:103)
3. Zikir Bermakna dengan hati
وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ ١٣٥ ( اٰل عمران/3:135)
Artinya: “Demikian (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka (segera) mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya. Siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Mereka pun tidak meneruskan apa yang mereka kerjakan (perbuatan dosa itu) sedangkan mereka mengetahui(-nya).” (Ali ‘Imran/3:135)
Ayat tersebut mengandung makna jika seseorang mengerjakan dosa atau kesalahan dia segara mengingat Allah maka Allah akan segera mengampuni dosa-dosanya. Mengingat Allah disini berarti di dalam hatinya ia tetap menyakini dan takut terhadap siksa Allah sehingga ia segera bertaubat dan mohon ampun kepada-Nya.
Makna Lain Kata Zikir
4. Zikir bermakna meminta penjelasan
وَقَالَ لِلَّذِيْ ظَنَّ اَنَّهٗ نَاجٍ مِّنْهُمَا اذْكُرْنِيْ عِنْدَ رَبِّكَۖ فَاَنْسٰىهُ الشَّيْطٰنُ ذِكْرَ رَبِّهٖ فَلَبِثَ فِى السِّجْنِ بِضْعَ سِنِيْنَ ࣖ ٤٢ ( يوسف/12:42)
Artinya: “Dia (Yusuf) berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat di antara mereka berdua, “Jelaskanlah keadaanku kepada tuanmu.” Kemudian, setan menjadikan dia lupa untuk menjelaskan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu, dia (Yusuf) tetap dalam penjara beberapa tahun lamanya.” (Yusuf/12:42)
Dalam Tafsir Al-Misbah karangan Quraish Shihab dijelaskan bahwa lafadz اذْكُرْنِيْ diatas mengandung makna bahwa Yusuf meminta seseorang untuk mengatakan bahwa dia (Nabi Yusuf A.S) didzalimi atau selalu berbuat baik meskipun dipenjara. Orang tersebut merupkan pelayan raja yang akan mengantarkan minuman keras kepada raja. Namun karena godaan syaitan, pelayan tersebut ternyata lupa menyampaikan kepada raja sehingga Nabi Yusuf tetap mendekam di dalam penjara selama beberapa tahun lamanya.



























Kanal Tafsir Berkemajuan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.