Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Bagaimana Al-Qur’an Menyebut Istilah Polusi Lingkungan?

polusi
Sumber: istockphoto.com

Adanya perkembangan teknologi saat ini sungguh membawa dampak yang sangat luar biasa dalam kehidupan sehari-hari manusia, terutama dalam masalah pencemaran baik udara, tanah ataupun laut, semakin banyaknya zat-zat polutan yang dihasilkan dari pabrik-pabrik industri, dan asap kendaraan bermotor yang setiap harinya menghasilkan zat-zat yang dapat mencemari lingkungan yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu, hendaknya kita mengetahui tentang pentingnya menjaga lingkungan kita dari polusi ataupun pencemaran.

Bentuk-bentuk Polusi

Polusi tanah disebabkan karena peristiwa internal dan eksternal. Peristiwa internal tanah yaitu disebabkan karena peristiwa alam, seperti letusan gunung berapi yang memuntahkan debu, pasir, batu, dan bahan vulkanik lain yang menutupi dan merusak daratan atau permukaan tanah. Sedangkan penyebab eksternalnya yaitu disebabkan karena ulah dan aktivitas manusia atau disebut juga dengan antroponenic pollutans. Sumber polusi tanah lainnya yaitu polusi yang berasal dari sampah rumah tangga, sampah pasar, sampah rumah sakit, gunung berapi yang meletus, kendaraan bermotor, dan limbah industri.

Dalam PP No. 20/1990 tentang pengendalia pencemaran air, yaitu masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya

Indikator atau tanda jika air lingkungan telah tercemar yaitu secara fisik yaitu tingkat kejernihan air, perubahan suhu, warna dan adanya perubahan warna, bau dan rasa. secara kimiawi yaitu adanya perubahan pH. Secara biologis yaitu berdasarkan mikroorganisme yang ada dalam air, terutama ada tidaknya bakteri pathogen.

Pencemaran udara yaitu adanya bahan-bahan atau zat-zat asing di udara dalam jumlah tertentu serta berada di udara dalam waktu yang cukup lama, yang mana ha tersebut dapat mengganggu manusia dan hewan. Seperti, Pembangunan yang berkembang pesat khususnya dalam industri dan teknologi, serta meningkatnya jumlah kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar fosil (minyak) menyebabkan udah yang dihirup disekitar kita menjadi tercemar oleh gas-gas buangan hasil pembakaran. Padahal setiap makhluk hidup berhak untuk mendapatkan atau menghirup udara yang bersih.

Baca Juga  Perang Uhud, Kelengahan Yang Berakhir Dengan Kekalahan

Dampak Polusi

Dampak polusi tidak hanya berpengaruh dan berakibat kepada lingkungan alam saja, akan tetapi berakibat dan berpengaruh terhadap kehidupan tanaman, hewan, dan juga manusia. Yang mana polusi ini akan berdampak pada:

  1. kesehatan manusia, dimulai dari iritasi saluran pernafasan, mata, alergi kulit sampai pada timbulnya kanker paru. Gangguan kesehatan yang disebabkan oleh pencemaran udara dengan sendirinya mempengaruhi daya kerja seseorang,
  2. kesehatan flora, yang dapat menyebabkan terjadinya penurunan tingkatan kandungan enzym, gangguan pada respon fisiologis adalah perubahan pada sistem fotosintesa, ataupun terjadi perusakan zat hijau atau tumbuhan menguning (ehlorosis), Flecking (daun bintik-bintik), Reduced crop yield (penurunan hasil panen).
  3. Material, adanya pencemaran udara menyebabkan Timbulnya karat pada permukaan logam pada bangunan yang menyebabkan terlepas dan hilangnya material dari permukaan serta berubahnya kemampuan elektris logam.

Polusi Menurut Al-Qur’an

Polusi atau pencemaran adalah Masuknya senyawa kimia ataupun energi (dalam bentuk suara bising, panas dan sinar) ke dalam lingkungan alam oleh manusia atau akibat dari adanya bencana alam, yang mana hal ini dapat menyebabkan bahaya kepada Kesehatan manusia, kerusakan atau kerugian pada sumber hidup dan sistem ekologi dan kerusakan pada fasilitas.

Istilah polusi atau pencemaran secara baku tidak memiliki konsep yang konkrit baik dari aspek ajaran maupun tradisi keilmuan islam. Dalam kitab suci al-Qur’an Allah SWT telah memberikan isyarat dengan menggunakan lafadz Fasada dan segala jenis derivasinya yang maknanya merusak atau membinasakan, Lafadz Fasada Tersebar di dalam al-Qur’an pada 43 ayat dengan lafadz sebanyak 50 kali.

Kerusakan yang terjadi di muka bumi ini terjadi karena pertama, kerusakan yang terjadi karena ketentuan Allah SWT dan tidak berkaitan dengan selain-Nya yaitu makhluk-Nya dan kedua, kerusakan yang berkaitan dengan ulah tangan manusia.  Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Allah SWT dalam QS Asy-Syura (42): 30 yang berbunyi:

Baca Juga  Catatan Singkat Buku: Menjawab Tuduhan Ekstremis Sains (2)

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”

Ayat di atas menyebutkan bahwa suatu bencana atau musibah yang terjadi dan menimpa manusia, hal tersebut sebenarnya banyak disebabkan karena ulang tangan manusia sendiri. Salah satu ayat yang menunjukkan kerusakan alam yaitu dalam QS Ar-Rum (30): 41 yang berbunyi

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Dalam Ayat Tersebut menyebutkan bahwa darat dan laut merupakan tempat terjadinya fasad, yang mana ini berarti bahwa darat dan laut telah mengalami kerusakan, ketidakseimbangan serta kekurangan manfaat, yang mana laut tercemar sehingga menyebabkan banyak ikan yang mati dan hasil laut pun ikut berkurang. Lalu daratan juga yang setiap harinya semakin panas sehingga terjadi kemarau panjang, yang hal ini dapat menyebabkan keseimbangan lingkungan yang kacau.

Selain itu Allah SWT juga telah memperingatkan manusia dengan memberikan larangan agar tidak merusak terhadap lingkungan, sebagai mana yang didasarkan kepada QS al-A’raf: 56 yang berbunyi:

وَلا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ بَعْدَ إِصْلاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik

Solusi Penanggulangan Polusi

Sebagai makhluk hidup kita semua memilki kewajiban untuk menjaga apapun yang ada dalam dunia ini termasuk menjaga dari adanya polusi, adapun solusi penanggulangannya yaitu:

Baca Juga  Puasa dan Menjaga Kesehatan Mental

Pertama, sikap apresiatif. Yaitu sikap menghargai lingkungan hidup. Artinya kita harus berusaha mengetahui apa guna dari keberadaan lingkungan. Adanya sikap menghargai lingkungan memberikan indikasi terhindarnya manusia dari sifat perusak.

Kedua, Sikap kreatif. Merupakan daya cipta manusia yang tumbuh dari dalam dirinya karena melihat objek, termasuk lingkungan hidup.

Ketigat, sikap produktif yaitu dengan membuat sesuatu produksi didasarkan atas kebutuhan umum dan tidak menghabiskan bahan mentah yang berasal dari lingkungan hidup akan membawa ekses terhadap kelangsungan hidup semua makhluk.

Editor: An-Najmi