Abdullah Saeed adalah cendekiawan muslim yang lahir di Maladewa. Ia merai BA dalam bidang bahasa Arab di Islamic University (Saudi Arabia). Gelar MA, serta PhD nya dalam bidang islamic studies didapat dari Melbourne University (Australia). Dalam bukunya yang berjudul Interpreting The Qur’an, Saeed mencoba menawarkan pendekatan dalam penafsiran Al-Qur’an. Pendekatan yang dimaksud adalah pendekatan “kontekstualis”. Pendekatan kontekstualis yang ditawarkan Saeed ...
Perdebatan mengenai konsep wahyu sudah terjadi sejak era klasik. Setidaknya ada empat unsur terkait dengan wahyu (Al-Qur’an), yang diperdebatkan oleh para ulama. Empat unsur tersebut adalah, asal usul kata Al-Qur’an, hadits atau qadim, lafadz atau makna, dan bahasa Arab atau non-Arab. Menurut Aksin Wijaya, perdebatan tentang wahyu sebagaimana penulis sebut diawal, nyatanya tidak bisa membuat Al-Qur’an sanggup menjalankan fungsinya sebagai ...
Manusia modern saat ini hidup dalam dua dunia sekaligus, yaitu dunia nyata dan dunia yang tidak terlalu nyata, yaitu dunia yang diciptakan oleh teknologi realitas maya. Prensky menyebut bahwa penetrasi internet dalam dunia kontemporer telah memunculkan “digital natives”, yaitu manusia yang lahir dan tumbuh besar dengan teknologi digital. Fenomena ini tentunya memiliki dampak positif serta dampak negatif sekaligus. Dalam konteks ...
Seperti telah diulas pada tulisan sebelumnya, M.Syahrur adalah cendekiawan muslim yang menolak adannya sinonimitas dalam Al-Qur’an. Penolakan ini, berimplikasi pada redefinisi term-term yang selama ini dianggap bersinonim, seperti Al-Kitab, Al-Furqon, Al-Qur’an dan lain sebagainya. Selain itu, juga berimplikasi pada pengklasifikasian Al-Qur’an. Oleh Syahrur, Al-Qur’an diklasifikasikan menjadi dua yaitu; Kitab ar-Risalah (muhkamat) dan Kitab an-Nubuwwah (mutasyabihat). Pengklasifikasian semacam ini oleh Syahrur ...
Al-Qur’an sebagai teks yang terbatas, harus bisa berdialog dengan kehidupan sosial manusia yang tidak terbatas, karena Al-Qur’an bersifat, salih likulli zaman wa makan. Bagi seorang mukmin, Al-Qur’an adalah kitab suci terakhir yang diturunkan Tuhan untuk umat manusia. Karenanya, nilai-nilai universal Al-Qur’an senantiasa relevan disetiap zaman. Salah satu cendekiawan muslim yang mencoba mendialogkan teks Al-Qur’an yang terbatas dengan problem kehidupan yang ...
Ilmu asbabun nuzul menempati posisi yang sangat penting dalam kajian Al-Qur’an. Bahkan para ulama mengatakan, seseorang tidak mungkin dapat menafsirkan Al-Qur’an dengan baik sebelum ia mengetahui asbabun nuzul-nya. Di era klasik, asbabun nuzul hanya terbatas pada riwayat-riwayat yang terkait dengan turunnya ayat-ayat Al-Qur’an. Namun, seiring berjalannya waktu, ilmu asbabun nuzul klasik dirasa banyak memiliki kekurangan serta belum bisa menjadi pisau ...
Beberapa waktu lalu, bom bunuh diri kembali terjadi di Indonesia. Dikutip dari CNN Indonesia, tercatat dalam dua dekade terakhir ada sembilan aksi teror berupa ledakan bom yang terjadi di Indonesia. Berikut rinciannya, Bom Bali I (2002), Bom JW Marriot (2003), Bom Bali II(2005), Bom Ritz Carlton (2009), Bom Masjid Adz-Dzikra Cirebon (2011), Bom Sarinah (2016), Bom Mapolresta Solo (2016), Bom ...
Al-Qur’an memperkenalkan dirinya sebagai “hudan” (petunjuk) dan sebagai kitab yang diturunkan untuk menuntun manusia dari kegelapan menuju terang benderang (QS 14:1). Kehadiran Al-Qur’an di tengah-tengah umat Islam ditambah rasa ingin tahu mereka tentang isi Al-Qur’an dan berbagai mukjizatnya, telah melahirkan sekian banyak disiplin ilmu keislaman dan berbagai metode penelitian. Ini dimulai dengan disusunnya kaidah-kaidah ilmu nahwu oleh Abu al-Aswad ad-Dauli ...
Untuk menjadi umat terbaik, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Syarat-syarat itu termaktub dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 110: كُنتُمۡ خَيۡرَ أُمَّةٍ أُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ تَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَتَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَتُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِۗ وَلَوۡ ءَامَنَ أَهۡلُ ٱلۡكِتَٰبِ لَكَانَ خَيۡرٗا لَّهُمۚ مِّنۡهُمُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَأَكۡثَرُهُمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang ...
Bagi sebagian besar masyarakat islam Indonesia, memahami Al-Qur’an dari bahasa aslinya (baca:Arab) tidaklah mudah. Maka dari itu mereka membutuhkan terjemahan untuk memahami al-Qur’an. Namun, untuk memahami al-Qur’an lebih dalam, “terjemahan” saja tidaklah cukup, mereka memerlukan tafsir al-Qur’an. Dari sinilah kemudian para ulama Indonesia menulis kitab tafsir al-Qur’an berbahasa Indonesia. Usaha semacam ini dimaksudkan untuk memfasilitasi umat islam Indonesia yang ingin ...



































Kanal Tafsir Mencerahkan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.