Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Amtsal Sebagai Nilai Pendidikan dalam Al-Qur’an

Sumber: istockphoto.com

Dalam kamusnya Ahmad Warison Munawir mendefinisikan Amtsal sebagai bentuk jamak dari matsalu dengan arti sama, serupa, perumpamaan. Jika dilihat dari segi satsra kata amtsal adalah ungkapan atau perkataan yang popular dan diceritakan kepada sesuatu yang masih bstrak ke dalam bentuk yang konkrit. Seperti yang kita tahu bahwasannya al-Qur’an juga memuat sesuatu masalah dan hakikat dunia yang terkadang tidak bisa dinalar oleh pemikiran akal manusia. Pemikiran yang tertuang tersebut ialah pemikiran yang terlahir dalam bentuk gaya Bahasa yang indah, mudah dipahami dan dirangkai semenarik mungkin dalam bingkaian kata perumpamaan dengan landasan sesuatu yang sudah diketahui secara yakin yang disebut dengan tamsil (perumpaman).

Ada salah seorang tokoh pertama kali yang mencetuskan karangan kitab yang ada kaitannya dengan amtsal al-Qur’an adalah Syaikh Abdurrohman Muhammad bin Husain an-Naisaburi dan ada juga ulama’ lain yang melanjutkan perjalanan beliau dalam mengarang kitab dengan lingkup pembahasan yang sama. Ada salah satu ayat amtsal yang merujuk untuk memberikan nasihat yang mudah diresapi dan diterima guna untuk memudahkan kita dalam memperoleh pembelajaran yang termaktub dalam QS. Az-Zumar ayat 27

وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِى هَٰذَا ٱلْقُرْءَانِ مِن كُلِّ مَثَلٍ لَّعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Quran ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran.”

Nilai Pendidikan dalam Amtsal Al-Qur’an

Dalam amtsal al-Qur’an terdapat banyak nilai-nilai Pendidikan yang dapat dipetik sebagai berikut :

  • Nilai keimanan dan ketauhidan

Di dalam sususan ayat amtsal terdapat nilai Pendidikan iman dan tauhid yang harus tertancap dalam hati setiap ummat islam. Bahkan Islam pun mempunyai sebuah rukun iman yang hukumnya wajib untuk mempercayainya seperti adanya Rasulullah Saw sebagai seorang rasul dan turunnya al-Qur’an yang berguna untuk mengajak setiap manusia untuk selalu berpegang teguh kepada keimanan dan ketauhidan.

  • Nilai ketaatan
Baca Juga  Istifham Inkari dalam QS. Al-Qiyamah: 36

Salah satu tujuan diciptakan manusia di muka bumi ini adalah untuk beribadah dan beriman kepada Allah SWT semata. Ketaatan merupakan bentuk nyata dari keimanan seseorang ketika sesorang beriman maka dipastikan seseorang itu taat kepada Allah dan rasul-Nya. Dalam kehidupan sehari-hari pun dia akan berusaha untuk senantiasa menjalankan segala sesuatu yang sesuai dengan syariat Allah. Yang dimaksud ketaatan dalam lingkup amtsal ini ialah dapat dilihat dari substansi yang tertera dalam amtsal al-Qur’an itu sendiri.

Seperti contoh yang tertera dalam Qur’an surah al-Baqarah ayat 74. Di mana Allah SWT memberikan suatu gambaran yang tentang hati orang-orang yahudi yang kerasnya melebihi batu. Allah menyebutkan hati seorang yahudi seperti itu maka tidak lain tentu dilandasi dengan suatu sebabyang membuat mereka orang yahudi di cap oleh Allah sebagai kaum yang berhati keras daripada batu.

***

  • Nilai kreativitas dalam belajar

Ilusi sebuah kreativitas merupakan proses yang memiliki pemikiran banyak ide dan gagasan. Al-Qur’an mengajarkan beberapa metode yang digunakan untuk memberikan pemahaman kepada para hambanya dengan berlandaskan metode amtsal. Di mana pernyataan tersebut sangat jelas disampaikan dalam model Pendidikan dalam konsep yang lebih kreatif. Oleh karena itu atmtsal al-Qur’an tidak hanya menjadi sebuah pembelajaran dalam lingkup al-Qur’an. Melainkan juga dapat menjadi sebuah ide konsep dalam sebuah dunia Pendidikan Islam; guna untuk memajukan betapa penting peran amtsal tersebut dalam mengidentifikasi keabsahannya dalam bidang apapun dan manapun.

Karena dengan adanya amtsal al-Qur’an ini berguna untuk mempermudah kita dalam memahami isi dan pesan-pesan yang terkandung dalam al-Qur’an. Dan senantiasa melatih kita dalam berfikir dan merenungi seindah itukah Allah memberikan pesan yang sangat mendalam. Dengan begitu sebuah subjek amtsal yang abstrak bisa menjadi kongkrit karena digambarkan dengan perumpamaan-perumpaan yang dapat memudahkan kita untuk mengetahui apa maksud dari isi pesan tersebut.

Baca Juga  Respon Artikel: Mengenal Pembacaan Prakanonisasi Anggelika Neuwirth

Editor: An-Najmi