Azab merupakan siksaan yang dihadapi manusia atau makhluk lainyang diciptakan oleh Allah. Azab diberikan kepada makhluk sebagai akibat dari kesalahan yang pernah atau sedang ia lakukan. Al-Qur’an telah menyebutkan dan menjelaskan lafal ini sebanyak 373 kali. Untuk itu, kita perlu mengenal apa itu azab dan bagaimana Al-Qur’an menjelaskan lafal ini sebagai bentuk akibat dari kesalahan yang telah dilakukan.
Definisi Azab
Kata azab adalah kata serapan dalam bahasa Arab yang berasal dari kata ‘adhab.Secara etimologis ‘adhab artinya siksaan, kesakitan, kesedihan mendalam dan penderitaan. Sedangkan secara terminologisazab adalah siksaan yang di hadapi manusia atau makhluk Tuhan lainnya, sebagai akibat dari kesalahan yang pernah atau sedang dilakukan.
Secara umum, Al-Qur’an menggunakan kata azab diartikan sebagai segala sesuatu yang mendatangkan rasa sakit, rasa tidak enakdan ketidakbebasan.Terdapat dua konteks makna yang terdapatdalam Al-Qur’an, yaitu azab sebagai hukuman dan sebagai siksa, yakni bentuk dari hukuman yang diberikan sesuai dengan kesalahan yang pernah diperbuat sebelumnya.
Beberapa ungkapan dalam Al-Qur’an menyebutkan Allah sebagai pemilik atau pemberi azab, di antaranya ‘adhab Allah,‘adha brabbik, ‘adhabmin ‘indih, dan ‘adhab min al-Rahman.
‘Adhab Allah mempunyai makna Allah sebagai pemilik azab secara mutlak. Sedangkan ‘adhab rabbik, ‘adhabmin ‘indih, dan ‘adhab min al-Rahman merupakan sandaran nama-nama Allah (Asma’ al-Husna). Dari tiga ungkapan ini, pengertian azab bukan azab yang sebenarnya, tetapi asma’ itu hadir dalam wujud azab. Seperti ungkapan ‘adhab min al-Rahman yang berarti Allah memberi rahmat kepada hamba-Nya berupa azab.
Macam-macam Lafal Azab dalam Al-Qur’an
Lafal ini disebutkan Al-Qur’an sebanyak 373 kali dalam 69 surat. Sebanyak 221 kata di antaranya terdapat dalam ayat-ayat Makkiyah, dan 152 kata terdapat dalam ayat-ayat Madaniah. Al-Qur’an juga menyebutkan sinonim lafalazab antara lain iqab, ajrun, bala, fitnah, jaza,sawab, dan musibah. Kata azab dalam Al-Qur’an dapat diklarifikasi menjadi dua, yaitu kata ini yang menjadi kata benda (isim) dan yang menjadi kata kerja (fi‘il).
- Kata Benda (isim)
Dalam Al-Qur’an, kata azab yang berbentuk ism ada tiga macam yaitu ism masdar, ism fa’il, dan ism maf‘ul.
- ism masdar, kata azab dalam bentuk ini disebutkan sebanyak 322 kali. Contohnya surat Al-Baqarah ayat 7:
خَتَمَ اللَّهُ عَلٰى قُلُوبِهِمْ وَعَلٰى سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلٰىٓ أَبْصٰرِهِمْ غِشٰوَةٌ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Dalam tafsir jalalaindijelaskan bahwaAllah menutup rapat hati mereka sehingga tidak dapat dimasuki oleh kebaikan, dan mengunci alat-alat atau sumber-sumber pendengaran mereka sehingga mereka tidak memperoleh manfaat dari kebenaran yang mereka terima. Serta menutup penglihatan mereka dengan penutup yang menutupinya sehingga mereka tidak dapat melihat kebenaran. Bagi mereka siksa yang berat lagi tetap, yakni terhadap orang-orang munafik.
***
- Ism fa‘il, kata azab dalam bentuk ism fa‘il,disebutkan sebanyak 4 kali. Contohnya surat al-Anfal ayat 33:
وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
Dalam tafsir jalalain dijelaskan bahwa sekali-kali Allah tidak akan mengazab mereka oleh sebab apa yang telah mereka minta. Sedangkan kamu berada di antara mereka karena jika azab itu turun akan menimpa semua orang tanpa kecuali. Dan tiada suatu umat yang diazab melainkan setelah nabi dan kaum mukminin keluar daripadanya. Dan tidak pula Allah akan menyiksa mereka, sedangkan mereka meminta ampun; karena ternyata di dalam tawaf yang mereka lakukan mereka selalu mengatakan, “Ampunan-Mu, ampunan-Mu.”
Dan menurut suatu pendapat dikatakan bahwa orang-orang yang meminta ampunan itu adalah orang-orang lemah dari kalangan kaum mukminin yang tinggal bersama dengan orang-orang kafir; sebagaimana yang telah dijelaskan oleh firman-Nya. Sekiranya mereka tidak bercampur-baur, tentulah Allah akan mengazab orang-orang kafir di antara mereka dengan siksaan yang pedih.
- Ism maf‘ul, disebutkan Al-Qur’an sebanyak 4 kali. Contohnya dalam surat Ash-Shuara ayat 213:
وَمَا يَأْتِيهِمْ مِّنْ ذِكْرٍ مِّنَ الرَّحْمٰنِ مُحْدَثٍ إِلَّا كَانُوا عَنْهُ مُعْرِضِينَ
Dalam tafsir jalalain dijelaskan bahwa sekali-kali tidak datang kepada mereka suatu peringatan yaitu Al-Qur’an yang baru dari Tuhan Yang Maha Pemurah yang membeberkan rahasia mereka melainkan mereka selalu berpaling dari padanya.
***
2. Bentuk Kata Kerja (Fi‘il)
Dalam Al-Qur’an, kata azab yang berbentuk fi‘il ada dua macam yaitu fi‘il madhi dan fi‘il mudhari‘.
- Fi‘il madhi, dalam bentuk ini kata azab disebutkan sebanyak 4 kali. Contohnya dalam surat At-Taubah ayat 26:
ثُمَّ أَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلٰى رَسُولِهِۦ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَأَنْزَلَ جُنُودًا لَّمْ تَرَوْهَا وَعَذَّبَ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ وَذٰلِكَ جَزَآءُ الْكٰفِرِينَ
Dalam tafsir Jalalain dijelaskan bahwa Allah menurunkan ketenangan rasa aman kepada Rasul-Nya dan orang-orang Mukmin, sehingga mereka kembali lagi bergabung dengan Rasulullah. Sewaktu Abbas memanggil mereka atas instruksi dari rasul, mereka meneruskan peperangan itu dan Allah menurunkan bala tentara yang kalian tiada melihatnya yakni para malaikat. Allah menimpakan bencana kepada orang-orang kafir sehingga banyak di antara mereka yang terbunuh dan tertawan dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang kafir.
- Fi‘il mudhari‘, dalam bentuk ini kata azab disebutkan sebanyak 36 kali. Contohnya dalam surat Al-Fath ayat 14:
وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ ۚ يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَآءُ ۚ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
Dalam tafsir Jalalain dijelaskan bahwahanya kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi, Dia memberi ampun kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan mengazab siapa yang dikehendaki-Nya dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
Urgensi Belajar Lafal Azab
Kata azab tidak saja digunakan untuk siksa dan hukuman di akhirat, tetapi digunakan pula untuk siksa dan hukuman di dunia. Kata ini dihubungkan dengan kata kufur. Selain berkenaan dengan kufur, kemunculan kata tersebut juga berkenaan dengan nifaq, takabbur ,zulm, dsb. Selain itu juga ditimpakan kepada siapa saja yang melanggar sesuai dengan kadar pelanggarannya.
Ada ragam azab yang khusus diberikan pada muslim yang melakukan dosa, kafir, dan ada yang dapat menimpa muslim dan kafir. Ada ragam azab yang ditimpakan didunia, diakhirat, dan ada juga yang ditimpakan didunia dan akhirat.
Semuanya itu menunjukkan bahwa Allah mengazab seseorang disebabkan oleh kejahatan yang telah dilakukan. Dia tidak akan menyiksa orang yang tidak berbuat kejahatan. Hal ini tidak berarti bertentangan dengan ayat yang menyatakan bahwa Allah akan menyiksa orang yang dikehendaki-Nya. Tidak berarti bahwa Allah akan menyiksa siapa saja, temasuk orang-orang baik yang tidak melakukan kejahatan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa urgensi belajar lafal azab ini adalah agar kita terhindar dari azab Allah sebagaimana yang telah dilimpahkan kepada orang-orang yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an.
Editor: An-Najmi



























Leave a Reply