Sketsa Biografi Bertrand Russell
Bertrand Russell mempunyai nama panjang Bertrand Athur William Russell. Lahir di Cambridge pada abad ke-19 M. Beliau merupakan keturunan dari keluarga bangsawan yang mempunyai harta yang berkecukupan. Akan tetapi masa kecil Russell ketika masih berumur 4 tahun sudah ditinggal oleh kedua orang tuanya sehingga ia menjadi anak yatim piatu.
Dari kisah ini kita bisa ambil hikmahnya bahwa yang menjadi pelengkap bukanlah harta melainkan keluarga adanya ibu dan ayah. Sehingga Russell dirawat oleh kakek dan neneknya hingga ia masuk Trinity Collage Cambridge, dengan beasiswa dalam bidang matematika. Ketika kuliah Russell juga mempelajari filsafat disitu ia dibimbing oleh banyak guru dan kemudian ia menganut aliran Hegelianisme.
Pada tahun 1894 Russell bertugas sebagai atase honorer di kedutaan Inggris di Paris. Pada tahun 1895, ia pun bertekun mempelajari matematika dan demokrasi sosial Jerman. Satu tahun kemudian terbit bukunya yang berjudul German Social Democracy. Kemudian pada bulan Juli 1909 dalam kongres filsafat yang bertempat di Paris Bertrand Russell bertemu dengan ahli logika Itali yang bernama Giuseppe Peano dari situ ia bertukar gagasan dan mengembangkan pikiran. Adanya pemikiran yang dikemukakan oleh George Edward Moore menjadikan Russell terpengaruh dan akhirnya meninggalkan paham Hegelianisme.
Karya Intelektual
Antara tahun 1910 dan 1916 Bertrand Russell mengajar di Universitas Cambridge. Kemudian ia menjadi terkenal bukan hanya di wilayah Inggris dan Eropah, tetapi sampai ke negeri Cina berkat tugasnya sebagai guru besar antara 1930-1931. Dari kisah ini bisa kita ambil pelajaran bukan hanya kata pepatah tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina tetapi juga terkenal lah kalau bisa sampai ke negeri Cina. Entah itu dari tik-tok YouTube dan lain sebagainya.
Semangat Russell dalam berkarya sangat tinggi hingga menghasilkan banyak buku dalam bidang sosial seperti, Marrige and Morals, On Education, Educatin and Social Order, The Philosophy of Parcifism, The Analysis of Mind, The Analysis of Matter History of Western Philosophy, dan masih banyak lagi yang lainnya. Kebanyakan tulisan Bertrand Russell tersebut berkaitan dengan persoalan-persoalan seperti filsafat, moral, pendidikan, sosial, sejarah, agama dan politik. Pada tahun 1950, ia menerima hadiah Nobel dalam bidang sastra.
Dari sini bisa kita ambil pelajaran banyaklah berkarya hingga akhirnya dunia mengakuinya. Yah walaupun karya kita belum diakui setidaknya kita sudah berkarya untuk dunia, berkarya dan terus berkarya. Dan pada akhirnya Russell meninggal dunia pada usia 98 tahun di North Wales dengan membuat kecaman terhadap perang yang dilakukan oleh Israel dan Arab.
Pemikiran Filsafat Bahasa Bertrand Russell
Perkembangan filsafat analitika bahasa memiliki 3 cabang kategori yaitu positivisme logis, atomisme logis, dan filsafat bahasa biasa. Sebelumnya gagasan tentang atomisme logis, sudah diusungkan terlebih dahulu oleh George Edward Moore. Russell berperan mengembangkan pemikiran Moore tentang atomisme logis. Russell menciptakan pemikiran filsafat yang berbeda dengan pemikir yang lain.
Melalui konsepnya ia telah dinilai berhasil mensintesakan pemikiran para filosof sebelumnya. Russell berpandangan bahwa suatu pernyataan harus memiliki alasan-alasan yang bersifat apriori. Jadi sebelum membuat pernyataan agar tidak salah maka diperlukannya untuk memastikan penyebab atau ketentuan umum. Dari pemikiran Russell ini bisa diketahui bahwa tidak semua alasan itu negatif.
Atomisme logis sendiri merupakan sebuah ajaran yang menyatakan bahwa semua entitas bersifat kompleks yang hanya dapat dianalisis melalui nama-nama yang secara logika tepat dan berupa keadaan partikular-partikular. Melalui konsep atomisme logis ini bisa kita gunakan pada ayat Al-Qur’an sebagai berikut:
أَخۡرَجَ مِنۡهَا مَآءَهَا وَمَرۡعَىٰهَا
Artinya: Darinya dia pancarkan mata air dan (ditumbuhkan) tumbu-tumbuhannya.
Dimana pada contoh kalimat diatas tersebut “darinya dia pancarkan mata air” dan “darinya dia (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya”. Jika diletakkan ke dalam tabel fungsi kebenaran diatas, maka akan didapatkan permisalan seperti berikut:
| b | q | b dan q (b . q) | b atau q (b v q) |
| -b | -q | -(p . q) | -(b v q) |
| -p | q | -(b . q) | (b v q) |
| P | -q | -(b . q) | (b v q) |
| p | q | (b . q) | (b v q) |
Beberapa Permisalan Atomisme Logis
Pertam: Jika “darinya dia tidak pancarkan mata air” (-b). Kemudian “darinya dia tidak (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya” (-q), maka pernyataan “darinya dia pancarkan mata air dan darinya dia (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya” (b . q) salah. Demikian pula dengan pernyataan “darinya dia pancarkan mata air atau darinya dia (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya” (b . q) juga salah.
Kedua: jika “darinya dia tidak pancarkan mata air” (-b) dan “darinya dia (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya” (q), maka pernyataan “darinya dia pancarkan mata air dan darinya dia (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya” (b . q) salah. Namun pernyataan “darinya dia pancarkan mata air atau darinya dia (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya” (b . q) itu benar.
Ketiga: Jika “darinya dia pancarkan mata air” (b) dan “darinya dia tidak (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya” (-q), maka pernyataan “darinya dia pancarkan mata air dan darinya dia (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya” (b . q) salah. Demikian pula dengan pernyataan “darinya dia pancarkan mata air atau darinya (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya” (b . q) itu benar.
Keempat: Apabila “darinya dia pancarkan mata air” (b) dan “darinya dia (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya” (q), maka pernyataan “darinya dia pancarkan mata air dan darinya dia (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya” (b . q) itu pasti benar. Demikian pula dengan pernyataan “darinya dia pancarkan mata air atau darinya (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya” (b . q) itu juga pasti benar.
Berdasarkan tabel fungsi kebenaran dan contoh di atas, maka dapat disimpulkan bahwa (b . q) hanya benar jika b benar (b) dan q juga benar (q). Sedngkan (b v q) hannya salah jika keduanya, baik b maupun q (-b) dan (-q) itu salah.
Kesimpulan
Kedua pernyataan yang dicontohkan dalam tabel fungsi kebenaran itu berbeda halnya dengan pernyataan yang berbunyi: “ ketika dia memancarkan mata air, maka dia (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya”. Di mana kalimat tersebut merupakan analogi seperti apa yang dicontohkan Russell, kalimat belakang tersebut merupakan kalimat bertatah bahasa dan berstruktur logis tunggal, karena kalimat tersebut menjelaskan dua peristiwa yang terjadi secara (simultan) serentak.
Pemikiran Russell meyakini bahwa dunia memuat berbagai fakta yang sesuai dengan wujudnya tersendiri seperti yang terpikir oleh akal. Dalam hal ini teori atomisme logis terlihat jelas bahwa Russell mengaitkan teorinya ke dalam bentuk empirisme. Di situlah peran pemikiran Russell tersebut sangat berarti bagi perkembangan filsafat analitika bahasa.
Penyunting: Bukhari




























Leave a Reply