Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Ulasan Sederhana Mengenai Tafsir Esoterik

tafsir esoterik
Gambar: viva.co.id

Sebelum mengulas secara sederhana soal tafsir esoterik, mengetahui makna tafsir esoterik adalah hal yang utama. Karena akan sulit memahami ulasannya jika tidak paham maknanya.

Isitilah esoterik secara literatur berasal dari bahasa Yunani “esotero” yang berarti “dalam” atau “batin”. Kemudian dalam literatur Inggirs kata esoterik semakna dengan istilah “esoteric”. Yakni merupakan istilah terhadap doktrin, dimaksudkan hanya untuk kalangan dan maksud tertentu; tersembunyi dan mendalam.

Selanjutnya dalam terminologi Arab, esoterik sendiri semakna dengan istilah “batin”. Secara bahasa istilah “batin” merupakan antonim dari “zahir”. Secara asal usul kata, “batin” berarti sesuatu yang dikandung oleh sesuatu (ma yujad dakhil asy-syai’). Maka, jika dikaitkan dengan teks, “batin” artinya makna yang tersembunyi (al-khafi), rahasia (as-sirri), dalam (al-‘amiq), tertutup (al-mastur). Atau yang tersembunyi bagi selain yang ahlinya (al-maktūm`an gair ahlihi).

Pemaknaan sederhana mengenai esoterik tentu tidak akan cukup menjadi pemahaman untuk mengulas secara sederhana tafsir esoterik ini. Esoterisme semakna dengan batiniyyah, yakni aliran atau paham yang berorientasi kepada pentakwilan makna zahir teks suci. Baik yang terdapat dalam Taurat, Injil maupun Al-Qur’an, dan menganggap bahwa nash-nash dan doktrin agama sebagai simbol atau lambang untuk mencapai hakikat yang tersembunyi.

Teks dan Eksistensi Tafsir Esoterik

Eksistensi penafsiran esoterik berguna untuk mengungkap hal esensial yang terdapat dalam teks. Makna ini tidak dapat diketahui dari lahiriah teks dan dibutuhkan eksplorasi secara mendalam. Usaha ini sejalan dengan upaya untuk mendekatkan teks suci yang berasal dari langit hingga dapat dipahami dan sejalan dengan bahasa makhluk yang berada di bumi. Penafsiran esoterik sebenarnya juga sebagai salah usaha antisipasi agar terhindar dari kesalahan dalam pemahaman teks.

Baca Juga  Fana' dan Baqa' dalam Perspektif Imam Al-Qusyairi

Kelangkaan teori tentang tafsir esoterik ditemukan pula dalam tataran epistimologisnya, mengingat tafsir esoterik lebih sering dikaitkan dengan dunia tasawuf, maka ada kecenderungan bahwa produk jenis tafsir ini pun muncul dari kalangan sufi. Dengan demikian perlu pembahasan lanjutan mengenai hal ini menyoal siapa yang punya otoritas (hak) lebih untuk menafsirkan Al-Quran secara esoterik, pun dalam konteks Syi’ah pembahasan ini akan menyentuh peranan iman.

Ada beberapa yang menjadi karekteristik dari tafsir jenis ini. Ciri tersebut antara lain: tafsir esoterik bersifat tersembunyi, artinya tidak diketahui secara sepintas. Ia juga bersifat rahasia, artinya tidak dipublikasikan untuk masyarakat umum, sehingga untuk mengungkapnya dibutuhkan sejumlah proses dengan aturan-aturan tersendiri.

Di samping itu, esoterik adalah makna yang mendalam dan tertutup untuk dapat diketahui oleh khalayak umum. Dengan kata lain, ia hanya dapat diketahui oleh segelintir orang yang benar-benar memiliki kemampuan dan legalitas tertentu guna menguak makna batin tersebut.

Tafsir esoterik sendiri memilki cakupan yang sangat luas, sebagaimana cakupan yang dimiliki tafsir eksoterik. Keluasan cakupan itu dapat digambarkan ketika disadari bahwa sebuah proses penafsiran tidak dapat melepaskan diri dari tiga komponen dasar yaitu mufasir, Al-Quran dan mekanisme metode yang digunakan.

Dari pemaparan di atas, semoga cukup mewakili hasrat para pembaca tentang apa itu tafsir esoterik secara sederhana.

Penyunting: Bukhari