Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

QS At-Taubah 30: Dua Nabi Yang Dianggap Anak Allah

anak allah
Sumber: https://www.istockphoto.com

Subhanallah, Maha Suci Allah. Ia adalah Dzat Yang Maha Agung, Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia (QS. Asy-Syura: 11). Dialah Allah, Yang Maha Esa (QS. Al-Ikhlas: 1), tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia (QS. Al-Ikhlas: 3-4). Beberapa ayat di atas menunjukkan bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Tunggal dan tidak punya anak. Tetapi terdapat kaum Ahli Kitab yaitu Yahudi dan Nasrani yang memercayai bahwa Allah punya anak. Pernyataan mengenai anak Allahini disebutkan dalam QS. At-Taubah ayat 30:

وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ عُزَيْرُ ِۨابْنُ اللّٰهِ وَقَالَتِ النَّصٰرَى الْمَسِيْحُ ابْنُ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ قَوْلُهُمْ بِاَفْوَاهِهِمْۚ يُضَاهِـُٔوْنَ قَوْلَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَبْلُ ۗقَاتَلَهُمُ اللّٰهُ ۚ اَنّٰى يُؤْفَكُوْنَ

Artinya: “Dan orang-orang Yahudi berkata, “Uzair putra Allah,” dan orang-orang Nasrani berkata; “Al-Masih putra Allah.” Itulah ucapan yang keluar dari muluṭ mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?

Pernyataan Uzair Anak Allah

Uzair adalah seorang Nabi Bani Israil yang hidup pada masa antara Nabi Sulaiman dan Nabi Zakariya. Kaum Yahudi mengenal Uzair dengan sebutan “Ezra”. Pada masa itu tiada seorang pun yang hafal Taurat kecuali Nabi Uzair. Dikisahkan bahwa Nabi Uzair pernah diwafatkan oleh Allah selama 100 tahun kemudian dibangkitkan kembali.

Ketika kembali ke kampung halamannya setelah ditinggal 100 tahun. Nabi Uzair diberi ilham oleh Allah berupa ilmu tentang Taurat dan mampu mendiktekan Taurat kepada Bani Israil. Karena pada masa itu sudah tidak ada Kitab Taurat tertulis yang tersisa dan tiada yang hafal Taurat kecuali Nabi Uzair seorang.

Baca Juga  Tafsir Surah Maryam Ayat 33: Bolehkah Mengucapkan Selamat Hari Natal?

Tuduhan bahwa Uzair putra Allah dilontarkan oleh kaum Yahudi karena Nabi Uzair mampu mendiktekan Taurat hanya dari hafalannya; tanpa membawa apa-apa sedangkan Nabi Musa hanya membawa Kitab Taurat dan mengajarkannya.

Nabi Uzair memimpin Bani Israil dan menghidupkan kembali syariat Taurat yang telah lama dilupakan. Oleh karena itu kaum Yahudi menganggapnya sebagai orang suci. Bahkan yang fanatik memanggilnya dengan “anak Allah” yang pada mulanya hanya sekedar penghormatan lalu lama kelamaan menjadi makna yang hakiki bahwa Uzair adalah putra Allah. Meskipun hanya sebagian dari kaum Yahudi yang berkeyakinan demikian tetapi dapat dianggap; bahwa keyakinan itu adalah kepercayaan mereka seluruhnya karena ucapan yang salah itu tidak dibantah dan tidak diingkari oleh golongan yang lain.

Pernyataan Al-Masih Anak Allah

Al-Masih Isa bin Maryam as. adalah Rasul terakhir yang diutus khusus kepada Bani Israil. Kaum Nasrani mengenal Isa Al-Masih dengan sebutan “Yesus Kristus“, kata Kristus merupakan bahasa Yunani dari kata Mesias (Ibrani) atau Al-Masih (Arab). Beliau lahir dari rahim perempuan suci. Maryam binti Imran yang atas izin Allah mengandung Nabi Isa tanpa pernah disentuh oleh seorang lelaki pun.

Selain kelahirannya yang tidak biasa, Nabi Isa juga memiliki beberapa mukjizat lain; yaitu mampu berbicara saat masih bayi, membuat burung hidup dari tanah liat, menyembuhkan orang kusta dan orang buta, menghidupkan orang yang telah mati. Mengetahui apa apa yang disimpan dan dimakan oleh kaumnya, diberi ilmu tentang Taurat, dan diturunkan kepadanya kitab Injil.  Nabi Isa diangkat ke langit pada masa akhir hayatnya dan turun lagi ke bumi pada hari akhir.

Keajaiban-keajaiban itulah yang membuat Nabi Isa Al-Masih dipanggil dengan sebutan “anak Allah”. Kelahiran dan kematian beliau yang ajaib membuat pengikut beliau di kemudian hari menganggap Nabi Isa sebagai putra Allah secara hakiki, dan bahkan setara dengan Allah. Hampir seluruh kaum Nasrani/Kristen mempercayai hal ini.

Baca Juga  Tafsir Al-Isra 23: Relasi Tauhid dan Berbakti Pada Orang Tua

Kesimpulan

Kaum Yahudi dan Nasrani telah tersesat dari kebenaran karena menganggap Allah memiliki anak, padahal telah jelas bahwa Allah tidak memiliki anak ataupun orang tua. Dua Nabi yang mulia yaitu Nabi Uzair as. dan Nabi Isa as. dianggap anak Allah karena mukjizat dan karunia yang Allah berikan kepada beliau berdua, sungguh ini adalah kesesatan berpikir yang nyata. Na’udzu billahi min dzalik.

Kita patut bersyukur bahwa umat Islam tidak pernah memiliki pemikiran untuk menuhankan atau menganggap anak Tuhan kepada Nabi tercintanya, Nabi Muhammad Saw., padahal beliau adalah semulia-mulianya Nabi. Yang harus kita ingat bahwa semulia-mulianya manusia tidak akan bisa disamakan derajatnya dengan Tuhan. Wallahu A’lam Bishshowab.

Penyunting: Ahmed Zaranggi