Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

3 Kisah Nabi Musa Penuh Ibrah dalam Al-Qur’an

kisah nabi musa

Nabi Musa (AS) adalah salah satu nabi besar dalam Islam dan memiliki cerita yang sangat penting dalam Al-Quran. Berikut adalah 3 ayat kisah tentang Nabi Musa beserta hikmah dan penafsiran ayat.

1. Nabi Musa dan Bani Israil

وَاٰتَيْنَا مُوْسَى الْكِتٰبَ وَجَعَلْنٰهُ هُدًى لِّبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اَلَّا تَتَّخِذُوْا مِنْ دُوْنِيْ وَكِيْلًاۗ

Artinya: “Kami memberi Musa Kitab (Taurat) dan menjadikannya sebagai petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman), “Janganlah kamu mengambil pelindung selain Aku.” (Terjemahan Kemenag 2019)

Ayat ini menunjukkan betapa pentingnya Kitab Taurat yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Musa sebagai petunjuk bagi Bani Israil. Kitab Taurat ini merupakan wahyu dari Allah yang diturunkan kepada Nabi Musa sebagai pedoman bagi Bani Israil. Hikmah yang bisa diambil dari ayat ini adalah betapa pentingnya memiliki panduan atau pedoman dalam hidup. Tanpa panduan, manusia mudah tersesat dan terjerumus pada hal yang tidak diinginkan. Pedoman yang baik adalah pedoman yang berasal dari sumber yang benar dan dapat dipercaya, seperti wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Musa.

2. Nabi Musa dan Sapi Betina

وَاِذْ قَالَ مُوْسٰى لِقَوْمِهٖ يٰقَوْمِ اِنَّكُمْ ظَلَمْتُمْ اَنْفُسَكُمْ بِاتِّخَاذِكُمُ الْعِجْلَ فَتُوْبُوْٓا اِلٰى بَارِىِٕكُمْ فَاقْتُلُوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ عِنْدَ بَارِىِٕكُمْۗ فَتَابَ عَلَيْكُمْ ۗ اِنَّهٗ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Artinya: “(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku, sesungguhnya kamu telah menzalimi dirimu sendiri dengan menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sembahan). Oleh karena itu, bertobatlah kepada Penciptamu dan bunuhlah dirimu. Itu lebih baik bagimu dalam pandangan Penciptamu. Dia akan menerima tobatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”

Ayat ini mengisahkan saat Nabi Musa (AS) menasihati kaumnya yang telah menyembah anak lembu dan menganiaya diri sendiri. Nabi Musa (AS) menyerukan agar mereka bertobat kepada Allah dan membunuh diri sendiri, sebagai bentuk penyesalan atas kesalahan yang telah mereka perbuat. Hikmah dari ayat ini adalah pentingnya merenungkan tindakan yang dilakukan. Manusia seringkali terjebak pada kesalahan yang sama karena tidak merenungkan dan tidak bertobat atas kesalahan yang telah dilakukan. Bertobat dan menyesali kesalahan adalah langkah penting untuk menghindari kesalahan yang sama di masa depan.

Baca Juga  Nasihat Nabi Shu’aib: Tauhid Sebagi Fondasi Kemakmuran

3. Nabi Musa dan Firaun

وَاَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰىٓ اَنْ اَسْرِ بِعِبَادِيْٓ اِنَّكُمْ مُّتَّبَعُوْنَ فَاَرْسَلَ فِرْعَوْنُ فِى الْمَدَاۤىِٕنِ حٰشِرِيْنَ ۚ

Artinya: “Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa, “Pergilah pada malam hari dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil). Sesungguhnya kamu pasti akan diikuti. Lalu, Fir‘aun mengirimkan orang ke kota-kota untuk mengumpulkan (bala tentaranya).”

Ayat ini mengisahkan ketika Nabi Musa dan hamba Allahnya berusaha melarikan diri dari kejaran Firaun dan pasukannya. Allah memberikan jalan keluar dengan menenggelamkan pasukan Firaun. Hikmah dari ayat ini adalah Allah selalu memberikan jalan keluar bagi hamba-hamba-Nya yang taat. Allah selalu mendukung dan melindungi hamba-hamba-Nya yang berusaha untuk melakukan yang benar dan menghindari yang salah. Namun, hamba-hamba Allah juga harus senantiasa bersabar, tawakal, dan berusaha semaksimal mungkin untuk meraih ridha-Nya.

Penafsiran ayat ini juga dapat diartikan bahwa dosa yang diperbuat oleh pasukan Firaun merupakan penyebab mereka ditenggelamkan oleh Allah. Hal ini menunjukkan bahwa Allah akan menghukum manusia yang melakukan dosa dan menyimpang dari jalan-Nya. Oleh karena itu, manusia harus senantiasa berusaha untuk menghindari dosa dan selalu berada di jalan yang benar.

Dalam kesimpulannya, ketiga ayat di atas menunjukkan betapa pentingnya Nabi Musa dalam Islam. Nabi Musa merupakan salah satu nabi besar yang mendapatkan wahyu dari Allah dan dijadikan sebagai petunjuk bagi umat manusia. Kisah Nabi Musa juga memberikan banyak hikmah dan pelajaran bagi umat manusia.