Sebagaimana informasi yang banyak kita dengar bawasanya sebab diturunkannya Nabi Adam dan Hawa dari surga karena bujuk rayu setan untuk mendekati buah khuldi. Adam dan Hawa telah melanggar apa yang telah dilarang oleh Allah dengan memakan buah Khuldi, sehingga menjadikan keduanya diturunkan dari surga. Hal ini menjadi pertanyaan bagaimana jika pada zaman itu Nabi Adam dan Hawa tidak memakan buah Khuldi, apakah seluruh umat manusia telah berada di Syurga? Lantas bagaimana dengan informasi dalam QS. Al-Baqarah ayat 30, yang telah disekenario mengenai akan diciptakannya Adam sebagai Khalifah di bumi?
Informasi Penciptaan Adam
Manusia makhluk yang begitu mulia bahkan sebelum Allah menciptakannya, telah diinformasikan terlebih dahulu kepada para malaikat. Sebagaimana yang tersirat dalam QS. Al-Baqarah ayat 30
وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ ِانِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
Artinya: Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
Ayat ini menjadi rujukan oleh sebagian ulama mengenai nabi Adam sebagai manusia pertama. Namun jika dicermati justru menegaskan Adam bukan manusia pertama. Ayat tersebut terdapat dialaog antara Allah dan malaikat, Allah akan menjadikan Adam sebagai Khalifah di bumi. Bukan menjadikan manusia pertama. Dapat dipahami Allah menjadikan Khalifah dibumi bukan berarti sebagai manusia pertama, melainkan salah satu dari banyak manusia yang terpilih sebagai Khalifah.
***
Allah memberikan penjelasan lebih rinci dalam QS.al-Hijr: 28-29
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّى خَٰلِقٌۢ بَشَرًا مِّن صَلْصَٰلٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ
فَاِذَا سَوَّيۡتُه وَنَفَخۡتُ فِيۡهِ مِنۡ رُّوۡحِىۡ فَقَعُوۡا لَه سٰجِدِيۡنَ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.
Allah menciptakan al Basyar dari tanah liat kemudian disempurnakan menjadi al insaan. Al insaan inilah sosok manusia modern yang berpengetahuan dan berperadaban sebagaimana Adam.
Hal ini tetaplah Adam sebagai manusia pertama yang diciptakan Allah, bukan sebagaimana teori evolusi yang mengatakan manusia nenek moyang seekor kera. Karena hal tersebut akan menyingung pada masalah ketuhanan. Adam sebagai manusia pertama diyakini oleh tiga agama besar yaitu Yahudi, Kristiani, dan Islam.
Adam dan Hawa Turun ke Surga
Untuk membuktikan bahwa Adam berbeda dengan al Basyar purba pada zaman itu, Allah mengajarinya ilmu pengetahuan terkait kemampuan peradaban. Dengan mudah Adam dapat menguasainya, hal ini membuktikan bahwa Adam sebagai sepesies yang berkecerdasan tinggi. Barulah Allah memerintahkan malaikat untuk bersujud kepada Adam. Malaikat pun bersujud kecuali iblis yang membangkang. Iblis menyatakan tidak akan bersujud kepada Adam dan kepada keturunannya. Karena sifat iblis yang sombong, Allah mengusirnya dari syurga.
Setelah Allah menciptakan Adam dan hawa secara sempurna, Allah memerintahkan keduanya tinggal di Syurga dan menikmati segala yang ada di dalamnya kecuali kepada satu pohon. Adam dan hawa dilarang untuk mendekati pohon Khuldi apalagi Sampai memakan bagian dari pohon tersebut.
Setan berusaha untuk meyakinkan kepada Adam dan hawa bawasanya pohon Khuldi dapat memberikannya keabadian di Surga. Keduanya dilarang untuk mendekati pohon Khuldi agar tidak memiliki keabadian di Syurga. Bujuk rayu setan tersebut akhirya menjadikan Adam dan Hawa melangar apa yang telah dilarang oleh Allah kepada keduanya. Sehingga keduanya diturunkan oleh Allah dari syurga.
وَقُلْنَا يٰٓاٰدَمُ اسْكُنْ اَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَاۖ وَلَا تَقْرَبَا هٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُوْنَا مِنَ الظّٰلِمِيْنَ
Dan Kami berfirman, “Wahai Adam! Tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga, dan makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu. (Tetapi) janganlah kamu dekati pohon ini, nanti kamu termasuk orang-orang yang zalim!”(QS.al-Baqarah: 35)
Pohon Terlarang
Secara eksplisit tidak ada penyebutan dalam Al-Qur’an mengenai nama pohon tersebut adalah Khuldi. Istilah buah Khuldi muncul saat setan berusaha merayu Adam dan hawa untuk mendekati pohon tersebut. Pohon Khuldi yang berarti pohon keabadian, yang akan membuat Adam dan Hawa abadi di Syurga. Begitulah bujuk rayu setan.
Melihat informasi penciptaan Adam dalam QS.al-Baqarah: 30 yang mengidentifikasikan Allah telah merencanakan atas penciptaan Adam di bumi ini sebagai seorang Khalifah. Selanjutnya untuk apa larangan Allah kepada Adam dan Hawa agar tidak mendekati pohon Khuldi?, jika tujuan dari penciptaannya untuk ditempatkan di bumi yaitu sebagai Khalifah.
Penciptaan Adam yang telah disusun sekenario oleh Allah sebagai bukti bahwa Adam bukanlah al Basyar purba, melainkan al Basyar yang telah disempurnakan menjadi al inssan. Akal dan ilmu pengetahuan yang dimiliki Adam menjadi bukti bahwa ia adalah manusia modern yang berperadaban.
Ketika Adam dan Hawa diperintahkan tinggal di Surga dengan segala fasilitas kenikmatannya, sesungguhnya Allah sedang menguji apakah kenikmatan tersebut akan membuat keduanya lupa atau tidak akan satu larangan Allah. Jadi dapat dikatakan bahwa subtansi pohon yang dilarang untuk Adam dan Hawa tersebut adalah uji ketaatan untuk keduanya.
Pohon terlarang tersebut sebagi test case bagi Adam, bahwa ia adalah Al insan modern dan berperadaban bukan lagi al Basyar purba. Test case ini ternyata Adam dengan mudahnya tergelincirkan oleh setan. Namun demikian, justru membuktikan ia sebagai al insan yang bertaqwa. Yaitu ketika melakukan dosa ia segera mengingat Allah. Adam mengakui kesalahan, menyesalinya, dan memohon ampunan kepada Allah Serta berjanji untuk tidak mengulanginya.
***
Sampai di sini, dapat dikatakan bawasanya Adam dan hawa serta keturunannya menghuni bumi bukan karena memakan buah dari pohon terlarang, sebab Allah telah mendesain manusia untuk menghuni planet bumi ini, sebagaimana informasi dalam QS.al-Baqarah: 30. Buah Khuldi bukan penyebab diusirnya Adam dan Hawa, melainkan bagian dari proses pendewasaan Adam sebagai Khalifah di bumi. Sebagaimana yang telah di bahas, bahwa ini merupakan test case membuktikan Adam bukan al Basyar purba melainkan al insan, manusia modern yang berperadaban serta berkecerdasan tinggi.
Editor: An-Najmi



























Leave a Reply