Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Mukmin Itu Bersaudara: Tafsir Q.S Al-Hujurat Ayat 10

Sumber: istockphoto.com

Al-Qur’an menegaskan bahwa orang-orang mukmin itu bersaudara, tetapi di sisi lain ditegaskan bahwa umat manusia itu satu kesatuan. Dengan kata lain orang mukmin itu bersaudara, walaupun kenyataanya membuktikan bahwa tidak jarang di antara mereka disibukan dengan perbedaan-perbedaan, hanya karena masalah-masalah kecil, rasa senasib dan kepedulian antar sesama menjadi hilang. Sehingga mereka mudah tersinggung, marah, saling mengolok-olok antar sesama, bahkan sampai terjadi perselisihan antar suku, antar bangsa, antar agama, bahkan dalam satu agama sekalipun. Padahal Allah SWT telah menjelaskan di dalam Q.S Al-Hujurat : 10, Allah SWT berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya:’’ Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat”.

Dari keterangan di atas menunjukan dan menjelaskan kepada kita agar selalu menjalin hubungan dengan semua umat Islam. M. Quraish Shihab mendefinisikan ukhuwwah secara terminologi sebagai berikut: Ukhuwwah mulanya adalah “persamaan dan keserasaian dalam banyak hal”. Karenanya, persamaan dalam sifat-sifat juga menimbulkan Persaudaraan,

Definisi Umum Persaudaraan Dalam Al-Qur’an

Kata ukhuwah secara  etimologi  berasal  dari  kata  dasar akhun (اخ). Kata akhun (اخ) ini  dapat  berarti  saudara  kandung atau seketurunan  atau  juga dapat  berarti  teman.  Bentuk  jamaknya  ada  dua,  yaitu ikhwat (اخوة) yang berarti  saudara  kandung  dan (اخوان) yang  berarti  teman. Jadi ukhuwah secara etimologi bisa diartikan  “persaudaraan”.

Ukhuwah dalam bahasa  Arab  (ukhuwah)  terambil  dari  kata akha (اخا),  dari  sini  kemudian melahirkan  beberapa  kata al-akh, akhu, yang makna dasarnya “memberi perhatian”dan  kemudian  berkembang  artinya  menjadi  “sahabat, teman (الصاحب,الصديق)” yang secara leksikal menunjuk pada makna “dia bersama disetiap keadaan”, saling bergabung antara selainnya pada suatu komunitas.

Baca Juga  Makna Puasa Menurut Jalaluddin Rumi

Ukhuwah berasal dari kata akhun (memiliki makna dasar persaudaraan. Dalam al-Qur’an, ukhuwah diungkapkan dengan term akht, ukht, ikhwan, akhawah, ikhwah. Dari semua kata ini dapat diketahui empat macam ukhuwah yaitu: pertama, ukhuwah ubudiyah atau saudara kesemakhlukkan dan kesetundukan kepada Allah yaitu bahwa seluruh makhluk adalah bersaudara dalam arti memiliki persamaan. Kedua, ukhuwah insaniyah atau saudara sekemanusiaan adalah dalam arti seluruh manusia adalah bersaudara, karena mereka semua bersumber dari ayah, ibu yang satu yaitu Adam dan Hawa. Ketiga, ukhuwah wathaniyah wa nasab yaitu persaudaraan dalam kebangsaan dan keturunan. Keempat, ukhuwah fi din al-Islam yaitu persaudaraan antar sesama muslim.

Persaudaraan yang dimaksud dalam ukhuwah ini bukan hanya terbatas pada  saudara  yang masih  ada  hubungan  darah  atau  saudara  seketurunan, akan tetapi saudara seiman yakni tidak terbatas oleh suku, bangsa dan lain sebagainya. Hubungan tersebut akan melahirkan perasaan cinta, rindu, dan penghormatan terhadap sesama dalam hal akidah Islam. Persaudaraan akan mewujudkan  rasa  iman  dan  taqwa.  Melalui  ikatan  ini  muncul  hal  positif seperti saling memaafkan, saling menghargai, saling menghormati dan timbul rasa kasih sayang akan saudaranya.

Kajian Q.S Al-Hujurat ayat 9-10 Perspektif Tafsir al-Maraghi

Ukhuwah bukan hanya sebatas saudara yang masih ada ikatan darah atau saudara seketurunan, tetapi saudara seiman atau tidak seiman yakni tidak terbatas oleh suku, bangsa dan lain sebagainya. Bahkan dianjurkan bagi umat muslim untuk mendamaikan saudara kita yang sedang berselisih. Salah satu pembahasan dalam Al-Qur’an tentang itu terdapat pada surat Al-Hujurat ayat 10, Allah SWT berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya: ”Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat”.

Baca Juga  Urgensi Membangun Persaudaraan di Tengah Keberagaman Bangsa Indonesia

Ahmad Musthafa al-Maraghi menafsirkan (إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ) yaitu bahwasanya mereka dinasabkan pada satu kesatuan dan itu adalah iman yang mengharuskan untuk kebahagiaan yang kekal. Dalam hadis disebutkan “muslim adalah saudara muslim lainnya. Janganlah menganiayanya, dan janganlah merusaknya, dan jannganlah menghinanya, dan janganlah memanjangkan bangunan atasnya sehingga angin menutupinya kecuali dengan izinnya, dan janganlah menyakitinya dengan menghitamkan kemampuannnya kecuali memberikan kepadanya ruang, dan janganlah membeli susu-susunya padahal telah lahir bayi-bayi tetangganya, dan janganlah mengambil makanan darinya kemudian Rasulullah SAW berkata “jagalah mereka dan tidaklah kamu semua menjaganya kecuali sedikit”. Dalam hadis shahih juga disebutkan ”jika seorang muslim mendo’akan saudaranya dibalik yang tidak terlihat. Seorang raja berkata: dan bagimu sepertinya”.

Saudara Muslim Tidak Saling Mendzalimi

Dalam penafsiran di atas dapat disimpulkan bahwa penafsir lebih memaknainya dengan persaudaraan antara sesama muslim, dengan dipertegas oleh hadis yang mengatakan bahwa muslim adalah saudara muslim lainnya tidak saling mendzalimi, tidak saling memburukan, tidak mencela dan tidak pula saling memperpanjang masalah. Didalam ajaran Agama Islam sebagaimana mereka harus saling memperbaiki antara saudara-saudra kamu pada keturunanmu, dan bertakwa lah kepada Allah. Apabila persaudaraan antar sesama muslim baik, maka sesama non muslim pasti akan baik juga.

Maka dari itu ukhuwah sangatlah pentinga dalam islam, karena dengan ukhuwah  umat muslim saling mencintai, mengasihi, menolong, dan menghormati seperti yang diperintahkan oleh Al-Qur’an untuk menjaga dan mewujudkan ukhuwah dan larangan melakukan segala perbuatan yang nantinya akan merusak ukhuwah  umat islam seperti yang termaktub dalam surat Al-Hujurat ayat 9-10 dan As-Sunnah, dengan ini akan terwujud persatuan umat islam dan perdamaian dalam masyarakat dan Negara. Dengan persatuan, umat islam akan menjadi umat yang kuat dan mulia dan akan terwujud kesejahteraan masyarakat dan Negara.

Baca Juga  Pemahaman Muslim Moderat tentang Jalan Keselamatan Non-Muslim

Editor: An-Najmi