Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Pluralisme Ahmad Dahlan  Selain teks-teks keagamaan resmi Muhammadiyah, hal yang turut menjadi arena perebutan tafsir pluralisme adalah sosok Ahmad Dahlan itu sendiri. Sebagai seorang pendiri, kendati tidak dalam segala hal, sikap dan pendirian Ahmad Dahlan sering kali menjadi contoh dan landasan berpikir Muhammadiyah, termasuk dalam hal pluralisme. Nama Ahmad Dahlan juga ditarik untuk menguatkan argumen masing-masing kelompok, baik konservatif dan ...

Identitas sebagai organisasi modernis tidak lantas membuat Muhammadiyah mudah menerima wacana pluralisme. Faktanya gagasan ini menjadi pro kontra yang cukup kuat. Bagi yang pro, pluralisme adalah keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Sementara bagi yang kontra, pluralisme adalah ide yang membahayakan. Ia lebih dekat dengan agenda Barat dan ingin mengatakan semua agama sama. Perbedaan pandangan terhadap isu ini tentu dilatarbelakangi banyak ...

Salah satu tantangan bagi umat Islam di era modern adalah masalah keragaman agama. Sebagai akibat dari perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan informasi, umat Islam didorong untuk terbuka; berinteraksi, dan terhubung dengan agama-agama yang berbeda. Meningkatnya perjumpaan dan pengetahuan terhadap ragam penganut agama kemudian mengharuskan para sarjana Muslim untuk mempertanyakan secara kritis sejumlah warisan pandangan keagamaan yang dipandang akan menghambat kultivasi ...

Terkait hubungannya dengan agama lain, umat beragama terbagi menjadi tiga tipologi, yaitu ekslusivisme, inklusivisme, dan pluralisme. Secara sederhana, eksklusivisme dapat diartikan dengan paham yang hanya mengakui keselamatan dalam satu agamanya saja. Pluralisme adalah paham plural yang beranggapan bahwa keselamatan terdapat dalam setiap agama dan inklusivisme adalah jalan tengah dari dua tipologi sebelumnya, yaitu paham yang beranggapan bahwa kebenaran ada dalam ...

Sebelum memasuki pembahasan inti, penulis ingin memulainya dengan sebuah kalimat dari salah seorang tokoh sufi dari Persia yaitu Jalaludin Rumi yang mengatakan “Meskipun bermacam-macam, tujuannya adalah satu. Apakah anda tidak tau bahwa banyak jalan menuju Ka’bah? Oleh karna itu, apabila yang anda pertimbangkan adalah jalannya maka sangat beraneka ragam dan sangat tidak terbatas jumlanya. Namun, apabila yang anda pertimbangkan adalah ...

Salah satu kemampuan manusia yang membedakannya dengan makhluk hidup lainnya adalah kemampuan berpikir. Karena keniscayaan manusia untuk berpikir dan mentransformasikan pemikiran-pemikirannya, maka tak pelak lagi, laju perkembangan dan peradaban manusia kian masa kian canggih. Seperti dua sisi mata uang, pemikiran manusia akan bermanfaat jika digunakan untuk hal-hal yang positif. Tapi, manakala pemikiran manusia digunakan untuk hal-hal yang negatif, maka tunggulah, ...

Sebagai masyarakat Indonesia yang hidup di tengah pluralisme suku hingga agama, sudah semestinya kita menjaga keragaman tersebut demi keutuhan bangsa dan negara. Namun sekarang sering ada gesekan antar agama yang sebenarnya tak perlu terjadi. Hal ini menyebabkan sebagian orang menyuarakan semua agama setara agar kesatuan bangsa terjaga. Berbicara tentang hubungan antar agama, wacana pluralisme agama menjadi perbincangan utama. Pluralisme agama ...

Konflik sangat lekat dengan kehidupan kita sehari-hari karena kita memang ditakdirkan berbeda satu sama lain. Bahkan dalam diri kita sendiri, pada jiwa yang sama, ada perbedaan-perbedaan, ada kontradiksi antara nafsu/kecenderungan untuk berbuat baik dan nafsu kecenderungan untuk berbuat jahat. Mengapa kita ditakdirkan berbeda-beda? Al-Qur’an menyebutnya untuk saling mengenal (ta’aruf). Saling mengenal bisa berfungsi untuk saling memahami, saling berempati, dan bisa ...

Pada tulisan sebelumnya, telah didiskusikan apa-apa saja yang menjadi karakteristik mufasir progresif serta metode yang digunakannya dalam melakukan penafsiran terhadap al-Qur’an. Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan sebelumnya. Tulisan ini hendak dan membatasi pembahasannya pada apa saja yang menjadi konsen atau wilayah utama kajian mufasir progresif. Wilayah kajian ini penting untuk diketengahkan agar jelas mana hal yang menjadi prioritas perhatian ...

Menjawab pertanyaan di atas, tentang pantaskah mengharamkan pluralisme, maka penulis menjawab: tidak. Pemahaman dominan yang bersarang dalam alam bawah sadar manusia selama ini ialah mereka menganggap pluralisme berarti menyamakan seluruh agama yang ada, dan hasilnya kebenaran setiap agama adalah relatif. Menurut Abdul Moqsith Ghazali, pluralisme adalah sebuah sikap meniscayakan adanya pluralitas; adanya pengakuan atas keberagaman. Pluralisme bukan menyamakan semua agama. ...