Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Tradisi yang lazim dalam penulisan tafsir adalah dengan menulisnya dari juz pertama, kemudian juz kedua dan seterusnya hingga juz ketiga puluh. Namun, terdapat satu mufasir Indonesia yang justru memulainya dari juz paling belakang, yakni Yunan Yusuf. Saat ditanya tentang alasannya, mufasir kelahiran Tapanuli Tengah itu menjawab kalau ia pernah ‘mengeluh’ tentang ayat-ayat di juz pertama yang bentuknya panjang-panjang pada Quraish ...

Kemajuan demi kemajuan pengkajian al-Quran terus berkembang sampai hari ini. Ulama yang menyusun Tafsir al-Quran dengan bahasa lokal di Indonesia pada abad ke 20 pun mengalami kemajuan. Muncul beberapa literatur berbahasa Melayu yang mencoba memberikan kemudahan masyarakat dalam berinteraksi dengan al-Qur’an. Muncul nama-nama seperti Mahmud Yunus, Hassan Bandung, Zainuddin Hamidy dan H. Fachruddin HS serta mufasir lainnya Prinsipnya, dorongan menulis ...

Berbagai model dan metode penafsiran terhadap al-Qur’an yang muncul sepanjang sejarah umat Islam merupakan salah satu bentuk upaya membuka dan menyingkap pesan-pesan teks secara optimal sesuai dengan kemampuan dan kondisi sosial sang mufasir. Telah banyak ulama-ulama tafsir yang mencoba menafsirkan Al-Qur’an hingga terciptanya kitab-kitab tafsir sampai saat ini. Baik kitab-kitab tafsir karya ulama-ulama Timur Tengah hingga kitab tafsir hasil karya ...

Ialah Syekh Nawawi al-Bantani. Mufasir yang berasal dari Banten ini memiliki nama lengkap Abu Abd al-Mu’ti Muhammad Nawawi ibn Umar al-Tanara al-Jawi al-Bantani. Ia lebih dikenal dengan sebutan Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani. Nama yang sering kali disamakan dengan tokoh klasik madzhab Syafi’i Imam Nawawi (w. 676 H/l277 M) Ialah Syekh Nawawi al-Bantani. Karya-karyanya masih menjadi rujukan di berbagai pesantren. Jiwanya ...