Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Suatu hari ada seorang mahasiswa yang takut untuk masuk kelas. Berkali-kali ia mondar-mandir, namun tak kunjung masuk ke ruangan nomer 414. Padahal sudah ada Prof Muhammad Chirzin di dalam. Nampaknya, mahasiswa tersebut lupa bahwa hari ini akan ada pre-test sebelum dimulai materi. Akibat Lupa, ia jadi takut untuk masuk kelas karena belum ada persiapan secara ilmu dan materi. Peristiwa ini ...

Kehidupan manusia memang tak bisa lepas dari yang namanya musibah. Musibah dapat terjadi kapan saja dan dimana saja.Tiba-tiba bisa terjadi banjir, gunung meletus,gempa bumi dan bencana alam lainnya, serta bencana yang menimpa manusia seperti rumah terbakar, kecelakaan, penyakit dan lain-lain. Seorang yang mendapatkan musibah cenderung beranggapan bahwa musibah adalah penderitaan dalam kehidupan. Padahal musibah yang datang tidak serta-merta sebagai hal ...

Tulisan ini menyambung pada artikel pertama tentang kesamaan manusia dalam al-Qur’an. Kesamaan dalam Kesempatan Mengelola Dunia Manusia diciptakan oleh Allah SWT memiliki kelembihan berupa akal dan hati. Kedua unsur ini diberikan kepada mansuai dalam rangka meyakinkan manusia dapat mengelola dunia dan seisinya (khalifatullah).  Mengelola yang dimaksud adalah dapat memakmurkan kehidupan dunia, yaitu kehidupan yang baik sehingga dunia dapat menghadirkan kebaikan ...

Pada hakikatnya, manusia dianugerahi nafsu oleh Allah sehingga keinginan apapun yang dikehendakinya mendorongnya untuk melakukan apapun yang diinginkannya. Perlu dicatat bahwa kata ‘nafsu’ didalam al-Qur’an tidak selamanya bermakna buruk, ada juga nafsu yang memiliki kecenderungan berbuat kebaikan, yaitu nafs muthmainnah. Seperti yang difirmankan Allah dalam Q.S. Al-Fajr : 27-30 Prof. Quraisy Shihab beranggapan bahwa sebenarnya potensi manusia dalam berbuat kebaikan ...

Manusia sebagai penduduk bumi tentu saja perlu sebuah pedoman yang menuntun dan menjawab persoalan-persoalan yang terjadi di muka bumi ini. Al-Qur’an sebagai pedoman umat islam tentu kerap kali menggunakan kata manusia. Manusia dalam al-Qur’an disebut dengan banyak kata yang berbeda. Kata an-nas disebut sebanyak 241 kali, al-insan 64 kali, al-insyu 16 kali, al-basyar 37 kali, bani adam 7 kali, dan ...

Fitrah manusia dalam al-Qur’an adalah sebagai hamba Allah. Fitrah diartikan “suci” atau “kosong”, setiap anak manusia terlahir dalam kondisi fitrah, dalam kondisi suci, lalu kedua orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Sebagai hamba-Nya manusia wajib menyembah seluruh hidupnya kepada-Nya dengan menjauhi segala larangan-Nya dan menaati perintah-Nya. Makna Hamba Kata hamba atau ‘abd (عبد) berarti; budak; sahaya. Dalam kamus ...

Dalam proses perjalanan kehidupan manusia, Allah Swt telah mengatur segala sesuatu sesuai dengan tupoksi masing-masing. Sederhananya Allah Swt telah mengatur rejeki masing-masing mahkluk ciptaannya di muka bumi ini. Salah satu ciptaan mahkluk Allah Swt yang dikatakan sebagai mahkluk mulia dibandingkan mahkluk lainnya telah banyak mengalami problem dalam proses penciptaannya. seperti yang dijelaskan dalam firman Allah Swt Al-Baqarah :30 وَإِذْ قَالَ ...

Allah swt menciptakan manusia dalam sebaik-baik ciptaan: Demi tin dan zaitun, demi gunung Sinai, dan demi negeri Mekah yang aman ini. Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya, kecuali mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka akan mendapat pahala yang tiada putusnya. (QS 95:1-6). Rencana-Nya manusia hendak dijadikan khalifah ...

Pada awalnya, tulisan “ Melihat Konsep Manusia dalam Al-Qur’an” ini terinspirasi dari banyaknya kata yang digunakan dalam penyebutan manusia di Al-Qur’an. Lantas, bagaimanakah penyebutan al-Qur’an mengenai manusia dalam al-Qur’an dan bagaimana tafsirnya? Berikut adalah penjelasannya. Manusia Sebagai ‘Abd Allah Sebagai hamba Allah, manusia harus mengabdi kepada Allah sebagai Sang Pencipta. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat at-Taubah ayat ...

Sesaat lalu, penulis menjatuhkan pandangan mata pada untaian kata-kata terjemahan dari buku Fazlur Rahman, Islam dan Modernitas: Tentang Transformasi Intelektual. Kritik tajam nan lugas ia alirkan dengan halus. Legislasi al-Qur’an, katanya, menekankan pada keadilan sosial-ekonomi dan persamaan esensial manusia, namun ia diambil sepotong demi sepotong oleh umat yang mengaku beriman sehingga buram bangunan utuhnya. Lucu sekali ketika Rahman menjewer pikiran ...