Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Pesan Indah Basmalah dalam Tafsir Al-Mishbah

basmalah
Sumber: https://www.muslimink.com/

Tercatat dalam sejarah pewahyuan turunnya Al-Qur’an, yang menjadi awal pembahasan penting ialah penyebutan nama Tuhan di setiap aktivitas. Hal ini merupakan pesan dari Tuhan kepada hamba-Nya. Pesan ini terkandung dalam QS. Al-‘Alaq: 1, yang berbunyi iqra` bismi rabbikallażī khalaq. Terjemahannaya adalah bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan.

Dari sini telah jelaslah pentingnya mengetahui secara mendalam basmalah. Karena sebagaimana yang diketahui, setiap penggalan kata-kata dalam ayat-ayat Al-Qur’an berisikan rahasia-rahasia di baliknya. Oleh karanya, menarik jika dilakukan penelusuran mengenai makna basmalah yang tertuang dalam Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab.

Harus diperjelas terlebih dahulu, yang menjadi pembahasan dalam tulisan ini ialah penggalan kata bi-ismi-allah hanya tiga kata tersebut tidak lebih dan tidak kurang.

Penjelasan Arti ba’ dalam Bismillāh

M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah menuliskan, ba’ atau yang dibaca  bi dalam permulaan ayat pertama dalam Surat Al-Fatihah memiliki arti “dengan”. Namun terlintas pula dalam makna “memulai” dalam lafaz basmalah.

Jika disambungkan dengan kata basmalah maka makna yang dapat dipahami menurut M. Quraish Shihab adalah “Saya atau Kami memulai apa yang kami kerjakan ini (dalam ihwal ini membaca Al-Qur’an) dengan nama Allah.” Atau memiliki arti sebagai sebuah perintah dari Allah dengan pernyataan. “Mulailah pekerjaanmu dengan nama Allah.”

Dari dua pemaknaan di atas, yang bermuara dalam kata “memulai” memiliki spirit menjadikan (nama) Allah sebagai pangkalan tempat bertolak.

Hakikat dari pengucapan basmalah atau selalu mengingat Allah dalam setiap aktivitas yang sedang dilakukan menjadikan aktivitas lebih baik. Atau setidak-tidaknya dijauhi dari godaan nafsu ataupun hasrat untuk merugikan orang lain. Juga dari pengucapan tersebut dapat membawa manfaat bagi diri sendiri dan orang lain pula.

Baca Juga  Hak Asasi Hewan dan Kisah Burung Hud Hud dalam Al-Quran

Menggembalikan Kekuasaan Pada-Nya

Di sisi lain, M. Quraish Shihab juga mencantumkan bahwa bi dalam bismillāh dapat pula didefinisikan sebagai “kekuasaan”. Jika seseorang mengucapkan basamalah seakan-akan memiliki substansi “Dengan kekuasaan Allah dan pertolongan-Nya, pekerjaan yang sedang saya lakukan ini dapat terlaksana.” Ucapan ini serasa tanpa kuasa dan pertolongan Allah sorang hamba tidak dapat melakukan apa pun itu.

Dalam sebuah hadis yang dinukil M. Quraish Shihab yang menerangkan begitu adiluhungnya kata bismillāh ini. Nabi Saw., bersabda: “Setiap perbuatan penting yang tidak dimulai dengan ‘bismillāhirrahmanirrahim’ maka perbuatan tersebut cacat”.

Dari keterangan di atas, setiap langkah dalam hidup seorang hamba untuk melakukan aktivitas seperti, bekerja, makan, minum dan sebagainya harus dipahami bahwa itu atas kehendak dan kekuasaan Allah. Tanpa kuasa dan kehendak-Nya, seorang hamba tidaklah dapat melakukan apa pun.

Maksud Kata Isim Dalam Basmalah

Pembahasan selanjutnya ialah makna kata isim yang terdapat dalam rangkaian bismillāh. Kata isim sendiri merupakan akar kata dari as-simmuw yang artinya tinggi atau as-simah yang memiliki arti tanda.

Dalam Tafsir Al-Mishbah juga tercatat beberapa pertanyaan fundamental terkait penggunaan kata isim dalam bismillāh muncul, di antara lain: jika kata isim memiliki makna sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, apakah kata isim memiliki kegunaan di sini? Apa tidak bisa jikalau langsung dikatakan “Dengan Allah”?

Pertanyaan-pertanyaan ini pun direspons secara filosofis oleh para ulama. Para ulama berkesimpulan bahwa “nama menggambarkan substansi sesuatu. Sehingga kalau di sini dikatakan Dengan nama Allah memiliki arti Dengan Allah. Yang mana kata isim digunakan sebagai penguat. Ihwal ini sesuai dengan fungsi dari isim dalam syair-syair lama.

Baca Juga  Semantik Qur’an: Analisis Kata An-Nisa’ di dalam Al-Qur’an

Makna Kata Allah dalam Bismillāh

M. Quraish Shihab dalam tafsirnya menyatakan jika kata Allah merupakan nama Tuhan yang umum digunakan. Jikalau seorang hamba mengucapkan kata Allah maka di dalamnya telah terhimpun nama-nama lain-Nya. Namun apabila seorang hamba hanya mengucapkan Ar-Rahim atau Al-Malik hanya bermakna sifat Tuhan yang maha rahmat dan maha memiliki.

Secara pasti, tidak ada satu pun yang dapat dinamai “Allah”, baik secara majas ataupun hakikat. Adapun sifat-sifatnya seperti yang telah dicontohkan di atas boleh disandangkan kepada tiap makhluk-Nya.

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa kata Allah menurut banyak ulama berargumen kata Allah tidak memiliki akar kata tertentu. Karena kata tersebut hanya diperuntukkan kepada Allah yang merupakan Zat yang wajib wujud-Nya. Serta yang berkuasa atas kehidupan dan kematian hamba-Nya. Sehingga pesan indah basmalah adalah setiap hamba harus menyadari agar selalu menyembah-Nya dan mengabdi kepada-Nya.

Wallahu a’lam bi as-shawwab.

Penyunting: Ahmed Zaranggi