Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Inspirasi Khilafah Nabi Daud: Kepemimpinan Politik Ideal

daud
Sumber: dailysia.com

Nabi Daud a.s. merupakan putra Yisya. Beliau tinggal di kota Baitlehem. Beliau adalah ayah dari Nabi Sulaiman a.s. Nabi Daud a.s. adalah nabi sekaligus raja bagi Bani Israil. Allah mengutus Nabi Daud a.s. untuk Bani Israil yang menerima kitab Zabur.

Selama kepemimpinan Nabi Daud a.s. beliau selalu bersikap adil terutama dalam mengambil keputusan dan selalu bijaksana dalam menghadapi permasalahan kaumnya. Nabi Daud a.s. menjadi pemimpin yang di cintai rakyatnya, pemimpin yang diteladani rakyatnya serta menjadi idola bagi kaumnya.

Kepemimpinan Nabi Daud dalam Al-Qur’an

Khalifah yang ditujukan kepada Nabi Daud disebutkan dalam QS.Shadayat 26, yang berbunyi,


يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ

Artinya: “Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan har iperhitungan”.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Khalid, telah menceritakan kepada kami Al-Walid, telah menceritakan kepada kami Marwan ibnu Janah, telah menceritakan kepadaku Ibrahim alias Abu Zar’ah yang pandai membaca kitab-kitab terdahulu, bahwa Al-Walid ibnu Abdul Malik pernah bertanya kepadanya, “Apakah khalifah juga mendapat hisab?

Kuajukan pertanyaan ini kepadamu karena kamu telah membaca kitab-kitab terdahulu, juga telah membaca Al-Qur’an serta memahaminya.” Abu Zar’ah menjawab, “Wahai Amirul Mu-minin, saya hanya berpesan kepadamu, hendaknyalah engkau berdoa semoga berada di dalam keamanan dari Allah.”

Baca Juga  Mengintegrasikan Nilai Kepemimpinan Al-Qur'an Di Indonesia

Kukatakan lagi, “Hai Amirul Mu-minin, apakah engkau lebih mulia bagi Allah ataukah Daud a.s.? Sesungguhnya Allah telah menghimpunkan baginya antara kenabian dan kekhalifahan, tetapi sekalipun demikian Allah mengancamnya melalui firman-Nya,”

Ini merupakan perintah dari Allah Swt. kepada para penguasa agar mereka memutuskan perkara di antara manusia dengan kebenaran yang diturunkan dari sisi-Nya, dan janganlah mereka menyimpang darinya, yang berakibat mereka akan sesat dari jalan Allah. Allah Swt. telah mengancam orang-orang yang sesat dari jalan-Nya dan yang melupakan hari perhitungan„yaitu dengan ancaman yang tegas dan azab yang keras.

Inspirasi Kepemimpinan Nabi Daud

Peran politik yang diambil manusia dalam melaksanakan amanah khilafah peradaban membuat mereka mengemban khilafah Nabi Dawud dalam pengertian “Menjadi penyelenggara negara yang menggunakan kekuasaan di tangan untuk mewujudkan kesejahteraan seluruh warga negara.” Menurut Al-Qur’an, ideal negara sejahtera yang wajib mereka wujudkan adalah negara yang:

  1. Aman, damai, dan kemakmuran untuk seluruh warga negara (baladan aaminan wa ahluhu marzuquun bi ats-tsamarat) (al-Baqarah, 2: 126) dan warga negara yang tidak menganut kepercayaan yang mendegradasikan kehidupan dan sistem politik tiranik (an- na’budal ashnam) (Ibrahim, 14: 35)
  2. Adil, makmur, berwawasan lingkungan hidup dan kejahatan terkendali (baldatun thayyibatun wa Rabbun Ghafur) (Saba’, 34: 15)
  3. Amanah, melindungi hak-hak warga negara (al-balad al-amiin) (al-Tin, 95: 3).

Penyelenggaraan negara sejahtera oleh Nabi Dawud dengan kapasitas-kapasitasnya yang memadai dijadikan model dalam Islam dan disebut dengan khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah (HR Imam Ahmad).  Al-Qur’an menyebutkan kapasitas-kapasitas Nabi Dawud secara rinci.

Pertama didalam Qs.Shad, ayat17-30:

  • Terampil.
  • Melakukan desakralisasi terhadap alam.
  • Membangun kerajaan yang kuat.
  • Bijaksana Memiliki kecakapan berkomunikasi.
  • Adil Menyelenggarakan negara dengan kebenaran.
  • Tidak tunduk pada kepentingan pribadi dan kelompok.
Baca Juga  Belajar dari Rahasia Kepemimpinan ala Raja Nabi Sulaiman

Kedua,didalam Qs. al-Anbiya, ayat78-80. Di samping desakralisasi terhadap alam, disebutkan 2 kapasitasnya lainnya yaitu:

  • Memiliki legitimasi kekuasaan
  • Berilmu

Ketiga,di dalam Qs.An-Naml, ayat15-16. Di samping berilmu, juga disebutkan 2 kapasitasnya yang lainnya yaitu:  

  • Bersyukur dengan mengaktualisasikan anugerah kelebihan yang dimiliki  
  • Menyiapkan penerus, Nabi Sulaiman. Keterampilan membuat baju besi.

Keempat, didalam Qs. Saba’, ayat10-13. Di samping desakralisasi terhadap alam, disebutkan kapasitan Nabi Dawud yang lain, yakni:  

  • Mengolah baja untuk menjadi peralatan.

Dari kapasitas ini diketahui bahwa Nabi Dawud berperan dalam pengembangan teknologi pengolahan baja..

Editor: An-Najmi