Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Implementasi Amal Saleh dalam Surat Al-‘Ashr

implementasi amal saleh
Sumber: https://morsalun.ir/

Ibadah kepada Allah SWT merupakan tujuan utama keberadaan manusia di muka bumi ini, dan akhlak merupakan tujuan Rasulullah Saw diutus. Keduanya implementasi dari syariat Islam yang dilandasi oleh Akidah sebagai bentuk tauhid seorang makhluk kepada pencipta-Nya; Tuhan satu-satunya yang berhak disembah. Sebagai seorang muslim kita harus menerapkan akhlak terpuji dalam kehidupan. Seperti yang dijelaskan dalam surah Al-‘Ashr yang menggunakan waktu dengan beramal saleh. Simak penjelasannya

Pengertian Amal Saleh

Amal saleh terdiri dari dua kata yaitu amal dan saleh. Kata amal secara bahasa merupakan Masdar dari ‘Amila-Ya’malu,’ Amalan. Bentuk jamaknya adalah A’māl berarti perbuatan, pekerjaan, aktivitas (karya). Kata Saleh dalam Kamus Arab-Indo diartikan yang bermanfaat, yang berkompeten, yang berbudi luhur, taat, alim, jujur, patuh, dan benar. Berarti amal saleh adalah perbuatan yang dapat membawa kemaslahatan bagi sesama; yang dilakukan menurut perintah dan petunjuk dari Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi larangan-Nya.

Amalan yang baik dinamakan amal saleh karena urusan dunia dan akhirat seorang hamba Allah akan menjadi baik dan terhindar dari kerusakan. Dengan amalan yang baik tersebut seseorang akan termasuk golongan orang yang pantas bersanding dengan Allah Yang Maha Pengasih di dalam surga-Nya.

Kajian Lafal Amal Saleh di Q.S. Al-‘Ashr menurut Tafsir Al-Tustari

وَالْعَصْرِۙ)١ (اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ)٢) اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (٣)

Artinya:Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.

Menurut Tafsir Al-Tustari kata illal ladina amanu wa‘amilus-salihati ditafsirkan اَدُّ الْفَرَائِضَ “melaksanakan sesuatu yang wajib”. Maksudnya orang yang beriman yakni orang yang melaksanakan perintah dari Allah karena itu kewajibannya sebagai orang muslim. Dan dijelaskan juga dalam surah ini bahwa manusia benar-benar merugi di dunia dan akhirat jika tidak beriman dan memanfaatkan waktu dengan beramal saleh.

Baca Juga  Larangan Mengambil Keputusan Sepihak dalam Al-Qur'an

Implementasi Amal Saleh dalam Kehidupan Sehari-Hari

Amal saleh mempunyai pengertian yang sangat luas, baik itu hablum minallah, hablum minannas, berhubungan dengan diri sendiri bahkan dengan alam semesta. Sebagai umat Muslim, kita diwajibkan beramal saleh dalam kehidupan sehari-hari agar mencerminkan kehidupan yang islami. Seperti konsep amal baik dalam Surah Al-‘Ashr. Seseorang harus menggunakan waktunya dengan melakukan perbuatan yang positif dan meninggalkan perbuatan yang negatif. Serta berbuat baik lagi bermanfaat seperti membantu orang tua melakukan pekerjaan rumah, bersedekah dalam bentuk apapun, mengaji al-Qur’an, dan sebagainya. Mengatur waktu pun perlu dilakukan agar antara satu waktu dengan yang lainnya tidak bertabrakan dan mengantisipasi adanya hal membuang-buang waktu. Karena waktu itu lebih berharga daripada emas.

Komponen penting seorang muslim adalah melaksanakan ibadah wajib kepada Allah yakni: sholat lima waktu dan hal lainnya yang wajib dilakukan. Seperti puasa ramadhan, zakat, dan berhaji ke baitullah bagi yang mampu. Karena hal-hal tersebut merupakan rukun Islam dan setiap orang muslim wajib mengerjakannya karena jika meninggalkannya tanpa udzur yang syar’i mendapatkan dosa. Dan antar sesama supaya saling nasihat-menasihati untuk selalu menaati kebenaran; sebagai bentuk kebaikan terhadap sesama. Seperti halnya ada seorang teman yang melanggar suatu peraturan di sekolah maka kita harus menegurnya dan mengingatkannya bahwa hal tersebut tidak benar.

Serta tetap berlaku sabar dalam segala hal, dalam Islam sabar itu terbagi menjadi tiga macam: sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah, sabar dalam menjauhi hal yang diharamkan Allah, serta sabar dalam menghadapi takdir-takdir Allah. Sabar itu tidak ada batasnya, tapi orang saja yang membuat batasnya padahal Allah itu menyukai hambanya yang sabar.

Baca Juga  Memaknai lafadz Nadhara Dalam Surat Muhammad Ayat 20

Kesimpulan

Sejatinya kita hidup di dunia ini karena izin dari Allah. Maka pergunakanlah waktu dengan sebaik-sebaiknya seperti tujuan mengapa manusia diciptakan yakni wa ma kholaqtul jinna wal insa illa liya’budun. Karena hidup di dunia hanya sementara sedangkan hidup di akhirat selamanya. Maka jangan bosan-bosan untuk menebar kebaikan di manapun kita berada. Karena itu yang akan menjadi ladang pahala kita kelak di akhirat nanti. Dalam surah ini terkandung peringatan yang keras, tentang manusia yang merugi di dunia maupun di akhirat. Kecuali yang benar-benar berpegang pada empat hal, yakni: iman, amal saleh, saling menasehati dalam kebenaran dan bersabar. Wallahu a’lam.