Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Bersama Satu Kesulitan Terdapat Dua Kemudahan

Sumber: https://www.vectorstock.com/

Kehidupan selalu diwarnai dengan kesulitan dan kemudahan. Tidak jarang kesulitan membuat kita lemah, tak berdaya dan ingin menyerah. Sementara, kemudahan sering pula melalaikan, membuat terlena dan lupa bersyukur.

Lalu, bagaimana kita harus menyikapi kesulitan dan kemudahan dalam hidup kita? Sebelum menjawab hal ini, kita perlu memposisikan terlebih dahulu apa itu kesulitan dan apa itu kemudahan. Dengan begitu, sikap yang kita pilih untuk menyikapi keduanya menjadi jelas.

Untuk memahami kesulitan dan kemudahan dalam hidup, perlu kiranya kita merujuk ayat Al-Qur’an. Satu dari sekian ayat yang membahas kesulitan dan kemudahan adalah surat Al-Syarh ayat 5-6. berikut redaksi kedua ayat ini.

Artinya: “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

Makna Kata Al-‘Usr

Kata al-‘usr dalam Bahasa Arab bermakna sesuatu yang keras atau sulit atau berat. Al-Qur’an menggunakan kata ini sebanyak 4 kali. Sementara dalam bentuk derivasinya terulang sebanyak 12 kali. Satu dari penggunaannya adalah dalam surat Al-Syarh ayat lima dan enam ini.

Yang menarik, di dalam bahasa Arab, susunan huruf dalam satu kata tertentu memiliki kesamaan dalam maknanya yang beragam. Sebagi contoh, pada kata al-‘usr terdapat huruf ain, sin dan ra’. Ketika tiga huruf ini digunakan dalam berbagai susunan akan memiliki satu makna yang umum.

Begitu pula dalam derivasi katanya. Misal, seorang wanita yang mengalami kesulitan dalam melahirkan disebut sebagai a’sarat al-mar’ah. Terdapat pula kata ‘asīr, yang bermakna unta liar. Ada lagi seorang yang kidal (menggunakan tangan kiri) yang biasanya sulit digunakan oleh orang lain disebut dengan a’sar.

Alhasil, kata-kata yang tersusun dari huruf ain, sin dan ra’ kesemuanya memiliki arti kesulitan. Kemudian, dalam penggunaannya dapat diaplikasikan pada banyak objek beserta konteksnya masing-masing.

Baca Juga  Membaca Surat Al-Ma'un Lewat Strukturalisme Claude Levi Strauss

Makna Kata Yusr

Kata yusr dalam Bahasa Arab menunjukkan sesuatu yang mudah, lapang dan berat kadarnya atau banyak. Di dalam Al-Qur’an, kata ini terulang sebanyak 6 kali, tiga di antaranya disandingkan secara langsung dengan kata ‘usr. Sementara kata yusr dalam beragam bentuknya terulang sebanyak 44 kali.

Penggunaan kata yusr kemudian berkembang dan kadang terlihat seperti bertentangan satu sama lain. Seperti, sesuatu yang sedikit sehingga mudah untuk diangkat disebut yasīr. Kemudian, perjudian sebagai jalan mudah mencari harta disebut dengan maisir. Dan kekayaan yang menjadikan seseorang lapang disebut dengan yasār.

Sebagaimana kata ‘usr, kata yusr ini memiliki keunikan dari sisi susunan huruf-hurufnya. Terlepas dari kajian kata, makna serta penggunaannya, kedua kata ini adalah berlawanan. Kata yusr adalah lawan kata (antonim) dari kata ‘usr.

Bersama Kesulitan Terdapat Kemudahan

Setelah memahami kedua kata ini, kita akan melihat relasi antara keduanya. Dalam ayat ini disebutkan bahwa bersama kesulitan terdapat kemudahan. Kata “bersama” memberikan satu makna bahwa pada saat kesulitan itu terjadi, pada saat itu juga terdapat kemudahan.

Dengan kata lain, kesulitan merupakan sebuah pintu lain yang membuka berbagai kemudahan. Sikap semacam ini bukan melihat kesulitan sebagai kesusahan. Melainkan, melihat kesulitan sebagai tantangan dan kesempatan mempelajari hal lain.

Melali frasa “bersama”, setidaknya Al-Qur’an ingin mengubah cara pandang kita terhadap kesulitan dan kemudahan. Kemudian, kita mampu menjadikan kesulitan dan kemudahan menjadi ladang untuk memaksimalkan potensi diri kita untuk belajar dan lebih baik.

Satu Kesulitan Dua Kemudahan

Pada ayat ke-5 kata al-‘usr merupakan bentuk kata ma’rifah (memakai alif dan lam) sebagaimana pada ayat ke-6. Secara kaidah, hal ini menunjukkan bahwa kesulitan yang ada di ayat ke-5 merupakan kesulitan yang sama di ayat ke-6. Dengan kata lain, dua ayat ini hanya berbicara satu kesulitan saja.

Baca Juga  Tafsir Surah An-Nisa’: Self-Harm dalam Perspektif Islam

Namun, menariknya, kata yusr bukan berbentuk ma’rifah. Sehingga, kemudahan yang disebut di ayat ke-5 berbeda dengan kemudahan yang disebut di ayat ke-6. Hal ini menjadikan makna ayat tersebut menjadi, “bersama satu kesulitan terdapat dua kemudahan.”

Terdapat satu pelajaran penting yang perlu direnungkan. Bahwa kesulitan apapun dalam hidup, harus disikapi sebagai tantangan dan kesempatan untuk belajar. Kemudian kita meyakini bahwa pada saat kesulitan terjadi, maka pada saat yang sama kemudahan juga terjadi, bahkan dua kali lipat.

Hal menarik lainnya adalah pengulangan ayat ini. Ada pengulangan ayat yang terjadi dalam dua ayat ini. Ini menunjukkan penguatan dan penekanan. Yaitu penekanan bahwa benar-benar dalam satu kesulitan terdapat dua kemudahan.

Alhasil, rangkaian ayat ini membawa kita pada pemahaman yang tepat dalam menyikapi kesulitan dan kemudahan. Seakan hal ini sudah menjadi satu hukum alam yang umum dan konsisten. Dengan begitu, kita harus selalu siap menghadapi kesulitan dan kemudahan dengan bijak.

Semoga, tulisan ini dapat menjelaskan konsep kesulitan dan kemudahan. Yang kemudian menjernihkan pikiran kita dan menguatkan jiwa kita dalam menghadapi berbagai kesulitan dan mensyukuri berbagai kemudahan dari-Nya.

Wallahu’alam bishawab.

Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Jogja Bisa disapa di IG: @azzaranggi Twitter: @ar_zaranggi