Dalam memahami Al-Quran, sebagaimana ia adalah jawaban dari berbagai lini kehidupan, maka ia tidak dapat dipahami kecuali dengan memerhatikan konteks atau tantangan yang dihadapinya. Mengapa? Karena tanpa melirik latarbelakang diturunkannya sebuah ayat, kerancuan makna akan terjadi. Dalam ulûmul Qur’ân, permasalahan seputar konteks ayat dikenal dengan asbabun nuzul. Pada tulisan kali ini, kita akan mencoba menerangkan pandangan dua kelompok ulama seputar patokan ...
Contoh Tafsiran Infiltratif Pertama, tafsiran yang diajukan oleh kelompok Muktazilah yang bersifat distorsif ialah firman Allah “إلى ربها ناظرة”. Mereka mendistorsi kata nâdzirah yang bermakna “melihat” menjadi kata “muntadzir” yang berarti menunggu. Hal tersebut berangkat dari ideologi mereka yang meyakini bahwa Allah itu tidak dapat dilihat. Kedua, infiltrasi dari kelompok penganut Tashawwuf Falsafi, yaitu mereka menginterpretasikan kata “بقرة” dalam firman Allah “إن الله ...
Berbagai corak kehidupan dalam manusia—utamanya bagi seorang muslim—, tidak akan terlepas dari hasil interpretasi al-Quran. Namun, karena tafsiran al-Qur’an merupakan hasil karya manusia berdasarkan kemampuan dan tendensinya terhadap sesuatu, maka adanya peringkat-peringkat hasil karya penafsiran ini tidak akan dapat dihindari. Masing-masing menarik sebuah ayat dari al-Qur’an dan kemudian menuangkan hasil tafsirannya. Walaupun hasil tafsirannya berbeda-beda, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa ...


























Kanal Tafsir Mencerahkan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.