Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Macam-macam Lupa dalam Pandangan Al-Qur’an

Sumber: istockphoto.com

Suatu hari ada seorang mahasiswa yang takut untuk masuk kelas. Berkali-kali ia mondar-mandir, namun tak kunjung masuk ke ruangan nomer 414. Padahal sudah ada Prof Muhammad Chirzin di dalam. Nampaknya, mahasiswa tersebut lupa bahwa hari ini akan ada pre-test sebelum dimulai materi. Akibat Lupa, ia jadi takut untuk masuk kelas karena belum ada persiapan secara ilmu dan materi. Peristiwa ini sering terjadi di kehidupan nyata. Penyebabnya tak lain adalah karena suatu penyakit yang bernama lupa.

Penyakit ini tentu semua orang pernah mengalaminya. Bukan karena penyakit ini menular, melainkan karena sebuah konsekuensi logis dari makhluk yang mempunyai daya ingat. Kata ini banyak disebutkan dalam hadist dan pepatah Arab, salah satunya yang berbunyi, “al insanu makanu khoto wa nisyan” (Manusia adalah tempatnya salah dan lupa). Hal ini menunjukkan bahwa lupa memang menjadi bagian dari tabiat manusia.

Bagaimana Islam Memandang Lupa?

Lupa dalam Al-Qur’an memiliki banyak makna, di antaranya yaitu :

Lupa yang terjadi dapat mengenai berbagai peristiwa, nama, dan informasi yang diperoleh seseorang sebelumnya. Hal ini dijelaskan dalam surat Al-A’la: 6, “Kami akan membacakan (Al Quran) kepadamu (Muhammad) Maka kamu tidak akan lupa…”.

Lupa yang mengandung makna lalai. Sebagai contoh, seseorang yang lalai meninggalkan barang berharganya di suatu tempat, lalu ia baru ingat setelah beberapa lama kemudian, kalau benda tersebut ketinggalan disuatu tempat karena keasyikan berbicara dengan temannya. Seperti kisah tentang murid Musa AS yang terdapat dalam Qs. Al-Kahfi ayat 63): “Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al kitab (Al-Quran) dan Dia tidak Mengadakan kebengkokan di dalamnya”.

Lupa dengan pengertian hilangnya perhatian terhadap sesuatu hal, seperti tersirat dalam surat At-Taubah ayat 67: “Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang Munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. mereka telah lupa kepada Allah, Maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik”.

Penyebab Lupa dalam Pandangan Al-Qur’an

Dalam islam, gangguan kelupaan disebabkan adanya gangguan kepribadian itu sendiri, di antaranya karena :

Baca Juga  Penafsiran Khalifah dalam QS. Al-Baqarah Ayat 30: Perspektif Abduh

a) Untuk mengingat Allah, karena dirinya telah dikuasai setan, sebagaimana terdapat dalam QS. Al-Mujadalah ayat 16: Artinya: “Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka halangi (membuat manusia lupa) dari jalan Allah; karena itu mereka mendapat azab yang menghinakan”.

b) Mendustakan ayat-ayat Allah setelah beriman, sehingga dirinya menjadi lupa darinya. Sebagaimana terdapat dalam Qs. Al-A’raf 146, “Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. mereka jika melihat tiap-tiap ayat(Ku) mereka tidak beriman kepadanya. dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya”.

c) Karena kemunafikan, sehingga mereka telah melupakan Allah. Maka Allah pun melupakan mereka, sebagaimana terdapat dalam Qs. At Taubah ayat 67: “Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik”.

***

d) Karena ia mengikuti hawa nafsunya sehingga ia melupakan Allah. Sebagaimana terdapat dalam Qs. Al-Kahfi ayat 28: “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.

Baca Juga  Makna Hamba dalam Al-Qur’an: Kewajiban Manusia Menyembah Allah

Di dalam Islam, untuk mencegah terjadinya lupa dengan Allah dapat dilakukan dengan melakukan terapi dzikir. Karena dzikir dapat mengingatkan kita pada Allah. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-quran surat Al-Kahfi ayat 24, “Kecuali (dengan menyebut): “Insya Allah” dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan Katakanlah: “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk“.

Editor: An-Najmi