Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Pencegahan Kejahatan Seksual dalam Islam

seksual
Sumber: https://langit7.id/

Media sosial sebagai lahan memperoleh informasi, terkadang memiliki dampak implikatif terhadap perubahan sosial yang terjadi. Perubahan sosial yang signifikan seharusnya kita gunakan sebagai wawasan dalam pemecahan masalah sosial terkhusus lagi soal kejahatan seksual.

Dikatakan bahwa era sekarang merupakan era publikasi yang semua dapat dipublikasikan. Dengan ini menjadikan suatu masalah serius untuk kita lebih berhati-hati dengan lingkungan bebas. Kejahatan seksual kini telah melebarkan sayapnya, mulai dari individu hingga menuju kelompok sosial atau bahkan sebuah lembaga.

Kasus kejahatan seksual kini semakin marak. Pada awalnya kasus kejahatan seksual tersebut hanya terlampiaskan melalui privat, namun kini malah semakin terstruktur. Apa lagi pada lembaga Islam seperti, PTKIN, Pesantren, Islamic Boarding School, sebagai lembaga yang disebut “Guardian Ethic” penjagaan moral yang kini semakin merosot.

Hari demi hari semakin booming banyaknya kasus kejahatan seksual di pesantren pada beberapa daerah tertentu dengan beberapa korban dari santriwati. Kasus tersebut semakin memprihatinkan. Data Komnas Perempuan yang memperkirakan sebanyak 25 persen di antaranya terjadi di dalam wilayah kewenangan Kemendikbud Ristek. Sementara 75 persen di satuan pendidikan di bawah kewenangan Kementerian Agama.

Pengertian Penyimpangan Seksual menurut Sosiologi

Penyimpangan seksual atau dalam bahasa sosiologi dinamakan dengan Deviasi Seksual. Pada mulanya penyimpangan ini berawal dari hasrat biologis yang berbeda dari biasanya. Dapat dikatakan penyimpangan seksual terjadi jika seseorang (individu atau kelompok) tidak mematuhi patokan norma yang sudah ditetapkan.

Biasanya perilaku menyimpang timbul karena terjadi adanya transmisi budaya yang menyimpang baik secara langsung maupun tidak langsung. Maka dari itu mengkaji Pendidikan seksual dengan perspektif islam sangatlah penting.

Baca Juga  Pandangan Islam tentang Polemik Pernikahan Beda Agama

Pendidikan Seksual dalam Islam

Islam datang dengan memberikan segala solusi atas problematika umat. Sebenarnya kejadian kejahatan seksual sudah dikisahkan jauh sebelum kasus diatas terjadi, dengan di tenggelamnya kaum Sodom dan Luth. Hal tersebut merupakan i’tibar kita untuk mengkaji lebih dalam agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.

Dengan kejadian tersebut menjadikan sangat penting bagi kita sebagai generasi penerus bangsa dan generasi Islam progresif untuk mengkaji lebih dalam. Serta memberikan pendidikan seksual berdasarkan asas Islam. Tuhan sendiri pun sudah memberikan solusi tersebut dalam Huda-Nya atau Al-Qur’an.

Pendidikan islam sangatlah urgent untuk era sekarang. kita perlu kembali menelaah literatur-literatur klasik dalam upaya mencegah kejadian kekerasan seksual. Secara Umum Kejahatan seksual bermula dari sebuah kecanduan sex.

Metode Pencegahan Naluri Biologis

Dalam ajaran islam dijelaskan ketika Naluri biologis yang tidak dapat ditahan, Islam menawarkan dengan beberapa metode yakni:

Pertama, Menikah atau Berpuasa.

Sebagaimana tersirat pada Hadis Nabi Muhammad SAW yang bersabda:

Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Menikah itu termasuk dari sunnahku, siapa yang tidak mengamalkan sunnahku, maka ia tidak mengikuti jalanku. Menikahlah, karena sungguh aku membanggakan kalian atas umat-umat yang lainnya. Siapa yang mempunyai kekayaan, maka menikahlah, dan siapa yang tidak mampu maka hendaklah ia berpuasa, karena sungguh puasa itu tameng baginya.” (HR Ibnu Majah)

Nikah merupakan suatu hal paling penting dalam menyalurkan hasrat seksual seseorang. Lantaran hadis diatas nabi memberikan jalan ini supaya kejahatan seksual tidak semakin berkembang. Apabila tidak sanggup untuk menikah maka dengan berpuasa sebagai suatu jalur untuk mengekang nafsu biologis dari dirinya. Agar ia lebih berfokus terhadap ibadah dan menguatkan iman nya.

Baca Juga  Perjanjian Pranikah dalam Islam: Hukum dan Manfaatnya

Kedua, menanamkan Self-Care (Hifzdu Jasad Wa Nafsi)

Self-Care atau penjagaan diri biasa dimaknani dengan pengenalan dan pendalaman tentang diri sendiri. Dimulai dari etika berpakaian, menjaga pandangan, atau belajar siapa saja mahram-mahramnya. Menjaga kebersihan alat kelamin dan ditambah pengenalan mengapa jiwa kita diciptakan, esensi- esensi laki laki maupun perempuan.

Pendidikan ini telah banyak dijelaskan dalam literature-literatur yang wajib bagi kita untuk mengimplementasikannya. Karena dinilai sangat penting apabila implementasinya ideal maka akan mampu mengurangi kasus kejahatan seksual. Allah sendiri telah berfirman pentingnya menjaga diri sendiri agar terhindar dari kehinaan, sebagaimana dalam Q.S Al Baqarah ayat 195:

وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَاَحْسِنُوْا ۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ

Artinya: “Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (Qs Al-Baqarah: 195)

Alternatif Lain

Ketiga, menumbuhkan Etos Kerja.

Etos kerja merupakan pendidikan paling penting untuk menghindari penyimpangan seksual yang berujung kejahatan seksual. Seharusnya kita mampu berkarya dan mencari kegiatan yang lebih positif dan otomatis akan lupa dengan segala kemaksiatan.

Keempat, Syajaah (keberanian)

Keberaniaan merupakan pendidikan islam yang paling penting. Ketika kita menemukan teman kita atau masyarakat yang mengalami kejahatan seksual. Seyogyanya kita berani bersuara untuk menentang tindakan keji tersebut. Serta melaporkannya kepada pihak berwenang karena kejahatan jika tidak dilawan suara keberanian, maka akan semakin bersuara dan berisik. Kejahatan terlahir atas naluri jiwa manusia, kita sebagai manusia harus memberikan sikap yang tegas untuk menolak kejahatan tersebut. Apalagi Umat Islam yang kini banyak menuai problematika. Perlunya kita bersikap kooperatif (Kerja sama) antara masyarakat dengan pemerintah untuk mewujudkan Negara aman. Bahkan damai dalam ruang Bhineka Tunggal Ika tapi tetap berpegang teguh dengan Pancasila.

Baca Juga  5 Tips Menjaga Kesehatan Mental Menurut Perspektif Islam