Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Gambaran Bidadari Surga dalam Kitab Daqaiqul Akhbar

bidadari
Sumber: https://www.islampos.com/

Dalam dunia pesantren, sering diajarkan berbagai kitab yang wajib dipelajari, salah satunya adalah Kitab Daqaiqul Akhbar. Kitab ini merupakan kitab yang sangat populer di dunia pesantren. Biasanya dikaji di kelas Wustho (pertengahan), kitab ini juga mengulas lengkap tentang Ilmu Eskatologi.

Ilmu Eskatologi diambil dari bahasa yunani. Yakni Eschatos yakni bagian dari teologi dan Filsafat yang studinya membahas masa depan yakni pasca kiamat. Tentunya setiap agama memiliki perspektif yang berbeda-beda dalam membahas dunia pasca kiamat. Dan Islam memiliki pembahasan yang kompleks mengenai topik kali ini.

Kitab Daqaiqul Akhbar

Kitab Daqaiqul Akhbar, yang dimulai dari bab penciptaan hingga sampai pasca kiamat. Menerangkan banyak sekali kejadian, seperti kejadian ketika Nabi Adam as. saat diciptakan hingga fase manusia berkumpul di surga bersama Nabi dan Rasul. Kitab ini ditulis langsung oleh Al Imam Abdurrohim ibn Ahmad Al Qodhiy. Entah bagaimana bisa, beliau menyusun kitab yang sepopuler ini. Saya berkeyakinan bahwa beliau adalah salah satu Wali Allah yang diberi kemampuan ilmu khusus dalam menceritakan kejadian- kejadian gaib.

Dan beliau juga merupakan ahli hadis terkemuka pada saat itu. karena dalam setiap kutipanya selalu diberi sanad yang jelas dari sahabat Rasulullah Saw. Namun kali ini yang kita bahas bukanlah kehidupan pasca kiamat, namun lebih spesifik kepada Makhluk Allah Swt yang bernama Bidadari. Bidadari merupakan Makhluk Allah yang paling spesial. Ia diciptakan untuk hambanya yang taat kepadanya juga untuk umat paling dicintainya yakni umat Nabi Muhammad saw, Allah Ta’ala berfirman:

Yang artinya, “kabarkanlah kepada hambaku yang bersabar dan beriman juga beramal saleh sesungguhnya mereka akan dimasukkan ke dalam surga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka mengatakan, “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.’Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.” (Qs. Al-Baqarah: 25)

Baca Juga  Tanzih Al-Quran ‘an al-Matain: Tafsir Klasik Bernuansa Muktazilah

Bidadari Surga

Kata Azwajun muthoharoh diartikan dalam bahasa Arab yakni istri-istri yang suci. Menurut Tafsir Jalalain yang ditulis oleh Imam Jalaludin Suyuthi. Dia menjelaskan bahwa makna kalimat tersebut adalah istri yang suci dan terbebas dari Haid dan kotoran lainnya yang secara tak langsung menyindir soal bidadari.

Bidadari diciptakan oleh Allah dalam kitab Daqoiqul Akhbar ada empat macam warna yakni, berwarna putih, hijau, kuning, juga merah. Selain itu tubuh dari bidadari diciptakan dari minyak jafaron, misik,’anbar, juga kafur. Begitupun rambutnya diciptakan dari sutra yang paling halus, tangan dan kakinya hingga lutut diciptakan dari minyak za’faron. Sementara tubuhnya diciptakan dari minyak misik yang harum.

Begitupun lehernya dari minyak ‘anbar hingga kepalanya. Ketika salah satu bidadari meludah di dunia maka jadilah dunia ini harum seketika. Di dadanya tertulis nama kekasihnya atau suaminya yang ada di dunia dan terdapat Asma Allah yang mulia. Di setiap tangan dihiasi 10 gelang perhiasan dari emas, dan cincin di jari tangannya hingga kakinya. Juga matanya yang menentramkan jiwa sehingga suaranya yang indah dan elok, melebih penyanyi- penyanyi di dunia.

Allah menggambarkan penciptaan tersebut karena Allah sendiri ingin manusia menahan nafsunya. Agar manusia tidak menuruti nafsunya yang akan membawanya ke dalam kehinaan. Serta mengingatkan kita dengan keindahan penciptaan bidadari.

Karakteristik Bidadari

Adapun karakteristiknya antara lain:

  1. Perempuan Suci. Di dalam surga dikatakan dalam kitab ini bahwa kita nanti tidak akan merasakan sakit, buang air besar. Semua kotoran kita akan menjadi keringat yang harum seperti keharuman minyak wangi.

2. Cantik dan Menundukan Pandangan. Juga dikatakan istri kita nantinya akan menjadi rupawan dan tidak akan menua sekalipun, dan selalu menundukan pandangan untuk suaminya.

Baca Juga  Pemikiran Ekonomi Islam Abu Yusuf: Melihat Kitab Al-Kharaj

3. Harum semerbak. Dalam hadis Rasulullah dikatakan bahwa bidadari tercipta dari parfum-parfum surga yang jelas harumnya melebihi pengharum di dunia ini. Juga dalam Al Qur’an dikatakan bidadari yang diciptakan nantinya umur dan tubuhnya menjadi sebaya untuk kita dan belum disentuh makhluk apapun dari golongan jin atau manusia.

Itulah Bidadari yang akan disediakan bagi hamba-Nya yang bertakwa kepadanya. Maka setiap hamba bisa memperoleh ribuan bidadari di surganya Allah kelak. Mudah-mudahan kita diberi taufiq oleh Allah Swt untuk selalu istikamah menjadi hamba-Nya yang bertakwa.