Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Kata Ummi dan Nabi Muhammad Saw Dalam Al-Qur’an

Muhammad
Sumber: istockphoto.com

Kata Ummi bukan menjadi istilah yang asing bagi umat islam. Ummi sangat erat hubungannya dengan Nabi Muhammad Saw. Bahwa Nabi Muhammad Saw diyakini tidak bisa membaca dan menulis. Sebagai salah satu bukti pendukung bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Allah SWT dan bukan dari karangan dari Nabi Muhammad Saw. Petunjuk bahwa Nabi Muhammad Saw itu didasarkan baik dari riwayat hadist nabi maupun dari ayat Al-Qur’an:

Seperti pada surah Al-Ankabut ayat 48 dan surah Al-Shura’ ayat 52

وَمَا كُنتَ تَتْلُوا۟ مِن قَبْلِهِۦ مِن كِتَٰبٍ وَلَا تَخُطُّهُۥ بِيَمِينِكَ ۖ إِذًا لَّٱرْتَابَ ٱلْمُبْطِلُونَ

Artinya : “Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al Quran) sesuatu Kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu)”. (Al-Ankabut ayat 48).

وَكَذٰلِكَ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ رُوْحًا مِّنْ اَمْرِنَا ۗمَا كُنْتَ تَدْرِيْ مَا الْكِتٰبُ وَلَا الْاِيْمَانُ وَلٰكِنْ جَعَلْنٰهُ نُوْرًا نَّهْدِيْ بِهٖ مَنْ نَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِنَا ۗوَاِنَّكَ لَتَهْدِيْٓ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍۙ

Artinya : Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) ruh (Al-Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (AlQur’an) dan apakah iman itu, tetapi Kami jadikan Al-Qur’an itu cahaya, dengan itu Kami memberi petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus.”

(Asy-Syura ayat 52)

Kemudian apakah kata ummi yang memiliki arti tidak bisa membaca dan menulis ini sangat erat hubungannya hanya kepada Nabi Muhammad Saw saja?

Baca Juga  Janji dalam Al-Qur'an: Perbedaan makna Al-Wa’d dan Al-‘Ahd

Arti Kata Ummi Secara Umum

Secara etimologi, kata Ummi berasal dari kata umm, yang berarti ibu. Ummi merupakan gambaran kondisi seseorang ketika baru saja dilahirkan oleh ibunya. Seseorang yang Ummi ialah seseorang yang tidak memiliki pengetahuan banyak, pengetahuan yang mereka miliki mungkin hanya sebatas yang mereka lihat.

Jika disesuaikan dengan konteks pada ayat-ayat dalam Al-Qur’an, maka kata Ummi pada ayat dalam Al-Qur’an ditujukan untuk kelompok yang berbeda-beda. Maka dari itu kata Ummi dalam Al-Qur’an dimaknai dengan “tidak mengetahui dan tidak mengerti tentang ajaran-ajaran agama tauhid.”

Hubungan Kata Ummi Dengan Nabi Muhammad SAW

Penyebutan Ummi pada Nabi Muhammad Saw tidak terlepas dari adanya kontroversi atas pemaknaan dari kata tersebut itu sendiri. Sehingga, melahirkan berbagai macam arti dan penafsiran; baik yang memandang dari sudut kebahasaan, letak geografis, maupun dari latar belakang sejarah lainnya.

Istilah kata Ummi yang bersanding dengan Ahli kitab; yang dalam sejarahnya bahwa Nabi Ibrahim AS memiliki dua anak yang bernama Ishaq’ dan Ismail. Kedua anak dari Nabi Ibrahim AS ini masuk kepada kaum yang berbeda; yaitu Ishaq’ pada kaum Quraisy sedangkan Ismail pada kaum Israil. Dari sinilah kaum Quraisy kemudian disebut sebagai bagian dari Ummi dan kemudian Nabi Muhammad Saw dilahirkan dalam lingkup kaum Quraisy tersebut. Berbeda dengan kaum Quraisy, kaum Israil disebut sebagai Ahli kitab yang didalamnya memang memiliki keahlian juga dalam membaca dan menulis.

Penggunaan Kata Ummi Bersanding Dengan Nabi Muhammad Saw Dalam Al-Qur’an

Dalam Al-Qur’an; terdapat banyak kata ummi yang bersanding dengan Nabi Muhammad Saw yaitu salah satu pada surat Ali Imran ayat 20 :

فَإِنْ حَآجُّوكَ فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِىَ لِلَّهِ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِ ۗ. وَقُل لِّلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْأُمِّيِّۦنَ ءَأَسْلَمْتُمْ ۚ فَإِنْ أَسْلَمُوا۟ فَقَدِ ٱهْتَدَوا۟ ۖ .وَّإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ ٱلْبَلَٰغُ ۗ وَٱللَّهُ بَصِيرٌۢ بِٱلْعِبَادِ

Baca Juga  Orientalis yang Karyanya Diakui pada Bidang Tafsir Al-Qur’an

Artinya : “Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku”. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: “Apakah kamu (mau) masuk Islam”. Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.”

Penafsiran menurut Al-Qasimi bahwa kata ummiyyin pada surah diatas adalah sebagai“kelompok yang tidak memiliki kitab suci” (la kitaba lahum). kemudian Ibnu Zaid juga mendefinisikanbahwa kata “Ummi” sebagai “orang yang tidak membaca Al-Kitab”. Ada riwayat lain juga yang berasal dari Ibnu Abbas yang menjelaskan bahwa; maksud kata ummi dalam al-Qur’an yang berbentuk jamak adalah “sekelompok orang yang tidak membenarkan utusan Allah dan kitab yang dibawanya”.Waallahualam.

Editor: An-Najmi