Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Menelisik Makna Kematian pada Kata Ajal dalam Dimensi Al-Quran

ajal
Sumber: istockphoto.com

Tulisan ini sebuah gambaran dari penasaran seorang penulis tentang kata ajal, dimana ajal merupakan kata yang umum digunakan oleh masyarakat umum dalam pembahasan yang berkaitan dengan kematian. Namun perlu diketahui bahwa kata ajal dapat fleksibel dalam penggunaan makna, sehingga kata menyimpan makna yang luas bila kata tersbut berelasi dengan kata yang lain dan sejalan dengan konteks kalimat sebelum dan susudahnya.  

Kita disini akan membahas kata ajal dengan menggunakan kajian semantic, harapannya penulis dapat menggambarkan keanekaragaman kata ajāl di dalam Al-Quran dengan penjelasan yang ringan dan mudah dipahami.

Makna Kata Ajāl

Kata ajāl merupakan serapan dari bahasa Arab berasal dari kata (أجل) dari rangkaian huruf  (أ ج ل) yang mengikuti wazan  fa i’ la yang mempunyahi arti tertunda (أجلا), dan batas waktu (الأجل). Dalam kamus Al-Munawwir dikatakan bahwa kata ajal berasal dari asal kata, ajila – ya’jilu – ajalan. Quraish Shihab juga berpendapat bahwa ajal memiliki makna dasar yakni tertunda, dan kematian. Akan tetapi, ajal dalam pendapat terkuat mempunyai makna ajal kematian dan ajal kebangkitan. Penulisan kata ajal dalam Al-Quran biasanya yang identik dengan manusia mempunyahi arti kematian.

Dalam Al-Quran kata ajāl mempunyai ragam makna tergantung konteks ayat yang dibahas. Artinya, penafsir menafsiri kata ajāl dalam Al-Quran dapat menemukan makna yang berbeda dari makna dasarnya, dengan sayarat dapat memhami konteks ayat Al-Quran baik kata sebelum atau sesudahnya. Misalnya, dalam memahami makna kata ajāl yang terdapat pada ayat 222 surat al-Baqarah tentu berbeda dengan makana ajāl pada ayat 61 surat an-Nahl. Berikut ini, ulasan tentang makna ajal yang ditinjau dari pandangan simantik makna relasional

Baca Juga  Rahasia Makna Lafal Al-Hayyu Dalam Al-Qur’an

Menurut kitab al-Mu’jam al-Mufahras li al-faz al-Quran al-Karim Al-Quran menyebutkan lafadz ajal sebanyak 56 kali dengan beraneka macam bentuk seperti, menjadi fi’il, isim Masdar, bentuk tasniyyah dll. Aneka macam bentuk tersebut tidak selalu membahas tentang kematian, seperti contoh lafadz ajāl yang menunjukkan makna selain kematian  tentang anjuran kewajiban menulis hutang piutang, penangguhan hukuman atas kaum musyrikin yang telah mencapai puncak kedhaliman sampai hari kiamat, ancaman kepada manusia yang durhaka kepada Allah Swt dan akan terjadi adzab atau kehancuran mereka pada batas waktu yang telah ditentukan. Dan lain sebagainya.

Dari keterangan di atas kita belajar tentang penentuan makna kata ajāl dapat menggunakan makna lain selain makna dasarnya dengan catatan khusus harus memperhatikan konteks kalimat atau kata yang terletak belakang dan depannya, maka dapat disimpulkan analisis sintagmatik sebagai berikut;

Hubungan sintagmatik kata ajal dengan kwajiban manusia menulis hutang piutang

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوْهُۗ

Artinya:  Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. (Al-Baqarah 2:282)

Hubungan sintagmatik kata ajāl dengan orang musyrik atas penangguhan hukuman

وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللّٰهُ النَّاسَ بِظُلْمِهِمْ مَّا تَرَكَ عَلَيْهَا مِنْ دَاۤبَّةٍ وَّلٰكِنْ يُّؤَخِّرُهُمْ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّىۚ فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ

Artinya: Dan kalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ada yang ditinggalkan-Nya (di bumi) dari makhluk yang melata sekalipun, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai waktu yang sudah ditentukan. Maka apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun. (An-Nahl 16:61)

Hubungan sintagmatik kata ajāl dengan manusia yang durhaka kepada Allah dengan batas waktu yang telah ditentukan.

Baca Juga  Ikatan Kemanusiaan Merawat Kedamaian Negara

وَلِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌۚ فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ

Artinya: Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun. (Al-Araf 7:34)

Medan Semantik Kata Ajāl

Dapat saya simpulkan menurut Analisa saya dengan diagram semantik kata ajāl, bahwa kata ajāl berelasi dengan hal-hal yang berkaitan dengan hubungan manusia antar manusia, atau Allah Swt. Makna ajal lebih unggulnya adalah batas waktu yang telah ditentukan. Dan jika kata ajāl berelasi dengan kata manusia yang mencakup seluruh ummat, maka makna ajal lebih unggul bermakna kematian.

Beginilah penjelasan singkat kata ajāl di dalam Al-Quran yang seringkali kita baca pasti di surah tertentu terdapat ayat yang menyebut kata ajal dengan konteks berbeda. Dan disini kita bersykur dapat mengulas sedikit bagian Al-Quran berupa ayat yang berkaitan dengan ajāl. Semoga tulisan saya yang tidak seberapa dapat membantu pembaca dalam memahami makna ajal di dalam Al-Quran.

Editor: An-Najmi