Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Revolusi Metode Penafsiran Al-Qur’an di Era Digital

Metode Penafsiran
Gambar: sasanadigital.com

Perkembangan teknologi zaman tentu dapat menyebabkan meluapnya antusias masyarakat. Fenomenanya hampir semua orang menggunakan dunia digital dalam aktifitas sehari-hari. Tidak heran, bila banyak juga yang menikmati dunia digital sebagai ajang mencari nafkah dalam kebutuhan. Fase revolusi indrustri 4.0 dan memasuki era society 5.0 membuat masyarakat sadar bahwa era yang semakin maju harus cerdas dalam memanfaatkan digital. Baik masalah sumber pencaharian ekonomi, dakwah agama maupun menginformasikan ilmu pendidikan.

Pengetahuan Selalu Berkembang

Pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tentu kondisinya berbeda dengan sekarang. Hal ini sebagaimana pendapat dari Thomas Kuhn seorang ilmuwan filsuf bahwa sesungguhnya pengetahuan bersifat non kumulatif dan bisa berkembang. Begitupun dengan ilmu teknologi yang digagas oleh pikiran manusia yang selalu berkembang dalam melebarkan sayap ide kreatif memajukan pengetahuan alam. Sehingga dianalogikan bahwa ketika Rasulullah hidup di zaman sekarang, maka menganjurkan belajar ilmu teknologi digital sebagai media untuk menebarkan amar ma’ruf nahi munkar.

Sebagaimana hadis Rasulullah dalam kitab Faidhul Qadir yang membahas aktivitas melatih kuda sebagai usaha memenangkan peperangan. “Yang dimaksud dengan melatih kuda adalah menaikinya, memacunya, dengan melakukan perjalanan dengannya serta mengajari kuda tersebut beberapa hal yang diperlukan. Adapun makna dari kuda adalah setiap kendaraan yang digunakan untuk berperang”.

Dapat dipahami bahwa sebenarnya dalam hadis tersebut, kuda hanyalah alat perang yang digunakan pada masa Rasulullah. Ketika dikontekskan dengan sekarang, maka makna dari kuda adalah alat-alat canggih yang bisa digunakan untuk berperang.

Sama halnya dengan sekelibat contoh diatas. Penafsiran yang dilakukan ulama terdahulu, tentu lingkungan dan akses dalam memperkenalkan hasil penafsirannya pun berbeda. Dimulai dari zaman dahulu yang sama sekali belum ada alat-alat canggih, menulis saja masih dibebatuan, sampai ke pelapah kurma. Berbeda dengan sekarang, peralatan yang dibutuhkan perihal menulis dari tulisan tangan sampai ke platfrom media mudah ditemukan.

Baca Juga  Ruang Kemaslahatan Ekonomi dalam Al-Qur’an

Revolusi Metode Penafsiran Al-Quran

Revolusi metode penafsiran al-Qur’an dari masa ke masa mempunyai peranan penting dalam memelihara kemurnian al-Qur’an. Pasalnya penafsiran di dunia digital memang dapat mempermudah mencari referensi bagi pengkaji al-Qur’an, serta mudah ditemukan sebagai bahan konsumsi masyarakat yang membutuhkannya.

Lewat bermacam-macam aplikasi al-Qur’an online misalnya, yang di dalamnya sudah terdiri dari terjemah, penafsiran, balaghah, serta murattalannya yang dapat diunduh secara gratis. Tetapi harus diperhatikan juga adalah semua masyarakat harus berkontribusi dalam mengawasi penafsiran di dunia digital yang sudah semakin banyak berdatangan. Dengan adanya penafsiran-penafsiran yang menyimpang, maka secepatnya melaporkan kepada pihak yang bersangkutan, demi menjaga keontektikan al-Qur’an atau bahkan menginformasikan kepada semuanya.

Kehidupan manusia saat ini tidak bisa lepas dari dunia digital maupun media sosial. Perubahan (revolusi) yang signifikan tersebut dapat menyebabkan pola pikir baru maupun cara tindakan manusia. Dengan demikian, kesadaran pengaruh dalam dunia digital mengundang manusia itu sendiri menjadi insan yang lebih bijak, cermat. Bahkan bertanggungjawab dalam mengelola maupun menggunakannya. Adapun penafsiran al-Qur’an dalam dunia digital harus selalu digemborkan, karena dunia digital telah menjadi bahan konsumsi sehari-hari umat. Hal ini bukan berarti mengesampingkan dunia percetakan yang telah dibukukan. Akan tetapi, antara percetakan buku maupun digital online harus diimbangkan guna memanfaatkan fasilitas kecanggihan teknologi.

Umat Harus Bijak dan Ikut Andil

Sebagai umat yang bijak, haruslah ikut andil menguasai ilmu pada masa hidupnya. Hal ini dikarenakan supaya tidak menjadi seseorang yang ketinggalan zaman. Penggunaan dunia digital membuahkan hasil yang luar biasa, jika pandai dalam memanfaatkannya. Memperkenalkan berbagai macam fitur atau metode penafsiran al-Qur’an tentunya dapat menambah wawasan pengetahuan dalam memahami isi kandungan al-Qur’an.

Baca Juga  Kritik dan Cinta Tanah Air

Dengan begitu, dunia digital sangat membantu pesat menyebarluaskan karya para mufassir dimana hasil pemikirannya merupakan ijtihad yang perlu diapresiasi dan dikaji.

Dampak perubahan struktur zaman ini pun mengajak para komunitas tertentu untuk membentuk tulisan penafsiran yang moderat maupun progresif. Demi menjalankan visi Islam sebagai agama yang rahmatan lil ’alamin supaya tidak ada yang berasumsi atau mengecap Islam agama yang keras dan ajarannya menyesatkan.

Dengan demikian, revolusi metode penafsiran al-Qur’an secara jelas memberikan pengaruh yang besar bagi para pengkaji maupun masyarakat yang membutuhkannya. Dibandingkan dengan masa sebelumnya, ilmu teknologi belum begitu pesat sehingga dalam menemukan berbagai penafsiran al-Qur’an sangat kesulitan. Semoga dengan adanya era digital, isi al-Qur’an semakin mudah diserap dan dipahami secara moderat oleh masyarakat, menjadikan Indonesia sebagai negara yang baldatun thoyyibatun wa robunn ghofur.

Penyunting: Bukhari