Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Strategi Ketahanan Pangan Saat Krisis Ala Nabi Yusuf

krisis pangan
Sumber: https://bisnistoday.co.id

Krisis pangan kini tengah menjadi perhatian serius para pemimpin dunia. Seperti yang dikatakan Menteri Pertanian Andi Amran mengungkapkan bahwa sudah ada 10 negara; dimana dengan 735 juta penduduk tengah mengalami kondisi kelaparan serius. Dan 44 negara lainnya juga terancam sebab krisis pangan dan energi. Untuk Indonesia sendiri, diperkirakan mendapat ancaman krisis sebesar 16-17%.

Jika merujuk al-Quran surat Yusuf ayat 43-54, peristiwa ancaman krisis pangan ini juga pernah terjadi di zaman Nabi Yusuf. Kisah itu bermula ketika al-Aziz Mesir bermimpi; tujuh ekor sapi betina gemuk dimakan oleh tujuh sapi betina kurus dan tujuh bulir gandum hijau dan tujuh bulir gandum kering.

Mimpi Raja Mesir dan Takwil Nabi Yusuf

Merasa bahwa itu bukan mimpi biasa dan timbul beban psikis berat untuk dirinya. Menurut Ibnu Katsir hal itu hingga membuat sang Raja penasaran dan terdorong untuk mengetahui ta’bir atau makna mimipinya. Ia pun memanggil seluruh penasehat istana serta ahli tafsir mimpi untuk menafsirkan mimpinya tersebut. Namun ia tidak merasa puas dengan jawaban mereka.

Nabi Yusuf yang saat itu masih menjadi tahanan kerajaan pun akhirnya diminta untuk mengartikan mimpi tersebut. Setelah seorang pelayan yang sebelumnya menjadi temannya di penjara yang kemudian ia bebas, mengusulkannya kepada al-Aziz. Dengan kemampuan analisis dan takwil mimpi yang dikaruniakan Allah; Nabi Yusuf dapat menerjemahkan mimpi yang kemudian dikenal sebagai konsep ketahanan pangan.

Nabi Yusuf memberi tahu raja bahwa akan terjadi masa paceklik selama tujuh tahun. Namun, akan ada waktu tujuh tahun sebelumnya yang dapat digunakan untuk menggenjot produksi pangan.

Baca Juga  Genderless Society Ala Al-Qur’an

Nabi Yusuf Menjadi Menteri Keuangan Kerajaan

Mengetahui kebijaksanaan Nabi Yusuf membuat Raja Mesir memutuskan untuk menawarkan jabatan tinggi kepada Yusuf. Kemudian mengambil alih pengelolaan selama masa subur dan masa paceklik tadi. Namun sebelumnya memang Nabi menolak tawaran tersebut jika ketidakbersalahannya dalam kasus istri Al-Aziz tidak terungkap. Sehingga setelah dilakukan investigasi, kebenaran terkait kasus tersebut menyatakan bahwa dia tidak bersalah.

Kemudian sebagaimana dalam QS. Yusuf ayat 54 Nabi Yusuf meminta untuk di jadikan menteri keuangan untuk mengurusi dan mengatasi ancaman krisis pangan. Dalam kurun waktu tujuh tahun tersebut, Nabi Yusuf sebagai Menteri Keuangan mulai menggenjot produksi pangan. 

Strategi Nabi Yusuf Menghadapi Krisis Pangan

Terdapat Beberapa strategi ketahanan pangan Nabi Yusuf, yaitu dengan menggencarkan kegiatan pertanian gandum  sebagaimana makanan pokok di Negara Mesir juga manajemen stok pangan. Sebagaimana takwil mengenai tujuh tahun masa kemakmuran dari mimpi sang raja tadi harus dimaksimalkan untuk menyiapkan negara menghadapi tantangan krisis.

Dan untuk mengelola hasil pertanian tersebut dibangun lumbung-lumbung untuk menyimpan gandum dengan tetap menyertakan tangkainya. Hal itu dilakukan agar bulir gandum tak cepat membusuk karena akan disimpan sebagai persediaan dalam waktu lama.

Selain strategi peningkatan produktivitas dan juga manajemen stok pangan. Nabi Yusuf juga memberlakukan strategi ketiga, yaitu membudayakan hidup hemat dalam konsumsi makanan dan negara melakukan pengaturan dan pengawasan distribusi cadangan pangan. Dikatakan bahwa saat itu seluruh masyarakat Mesirmakan gandum sekali dalam sehari. Strategi pangan Nabi Yusuf sukses membawa Mesir menjadi negara yang memiliki ketahanan pangan yang kuat. Warganya merasa tenang, sebab tidak ada istilah kemiskinan dan kelaparan yang menimpa mereka dan kebutuhan mereka telah terpenuhi untuk jangka waktu yang panjang. Bahkan Negara tersebut bisa mengekspor bahan pangan kepada negara-negara persyarikatannya di saat mengalami masa paceklik yang sama.

Baca Juga  Menyelami Sunatullah dan Kenapa Kita Mesti Hijrah