Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Etika Orang Tua dalam Mendidik Anak: Perspektif QS. Luqman Ayat 13

Sumber: istockphoto.com

Kita tau bahwa al Qur’an merupakan kitab pendidik yang memberikan jawaban dari berbagai aspek permasalahan pendidikan yang dialami anak di era sekarang, seperti pendidikan akhlaq dan ibadah. Dengan demikian anak adalah anugerah dan juga amanah dari Allah SWT, yang diberikan kepada setiap orang tua. Sehingga orang tua memiliki kewajiban mendidik anak-anaknya secara baik dengan tutur kata yang baik pula, serta memberikan penjagaan, dan pendidikan yang baik, lahir maupun batin, agar di kemudian hari mereka dapat tumbuh sebagai anak-anak yang shalih dan shalihah yang senantiasa taat kepada Allah, berbakti kepada kedua orang tua dan berguna bagi sesamanya.

Begitu dengan sebaliknya, ketika orang tua berkata kasar dan menyia-nyiakan serta tidak memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anak mereka; adalah suatu bentuk pengkhianatan terhadap nikmat dan amanat yang diberikanNya kepada kita.

Bagaimana Etika Orang Tua terhadap anak?

Etika merupakan sesuatu di mana dan bagaimana cabang utama filsafat; yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Dengan itu makna etika dalam konteks ini adalah bagaimana sikap dan juga perilaku yang orang tua berikan dan sampaikan kepada anak-anak mereka.

Sehingga ada beberapa hal yang harus orang tua ketahui mengenai etika mereka, ketika mendidik anak-anak mereka diantaranya: komunikasi, komunikasi menjadi salah satu sumber yang paling penting dalam kehidupan seseorang untuk mengetahui pribadi dan mengekspresikan siapa diri kita.

Dengan demikian komunikasi yang baik, diperlukan oleh semua orang tua, sebab komunikasi yang baik akan membentuk karakter anak yang baik. Begitu pula dengan sebaliknya, ketika orang tua melakukan komunikasi yang kasar dan buruk; akan menimbulkan karakter anak yang mudah marah dan keras kepala. Oleh karena itu orang tua harus mengetahui etika mereka ketika berkomunikasi dengan anak. Apalagi komunikasi terkait pendidikan, orang tua harus memberikan pemahaman yang baik yang dapat anak fahami secara mudah.

Baca Juga  Tafsir Surat Al-An'am Ayat 44: Mengungkap Makna Istidraj

Kajian QS. Luqman ayat 13

وَإِذْ قَالَ لُقْمَٰنُ لِٱبْنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ ١٣

Artinya: Dan (Ingatlah) ketika Luqman Berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”

Dalam surat luqman ayat ini, memberikan penjelasan bagaimana memberikan nasihat kepada anak menyangkut berbagai kebajikan dengan cara menyentuh hati. Yang mana luqman mengungkapkan nasihat tidak dengan membentak, tetapi dengan penuh kasih sayang. Kata bunayya mengisyaratkan kasih sayang. Ini memberi isyarat bahwa mendidik hendaknya dengan didasari oleh rasa kasih sayang terhadap anak didik.

Dengan penjelasan diatas orang tua merupakan guru pertama bagi anak-anaknya. Karena, selama dalam asuhan orang tua, anak belajar dari orang orang tua. Segala tindak-tanduk, perkataan, dan sikap orang tua selalu diamati dan diikuti oleh anak yang berada dalam pengasuhannya, dengan itu sebagai orang tua harus memperbaiki tutur kata mereka, bagaimana cara orang tua berkomunikasi dengan anaknya.

Makna Kontekstual lafad Yabunayya dalam QS. Luqman ayat 13

Lafad ya bunayya pada QS. Luqman ayat 13 adalah satuan kata dari munada yang didahulukan dengan huruf nida’. Dan munada kata tersebut yaitu bunayya dan ya sebagai huruf nida’.Dalam hal ini bunayya adalah bentuk tasghir dari kata ibni, bentuk kata ini digunakan sebagai penggambaran kasih sayang, dan biasanya kasih sayang dicurahkan kepada anak, kata ibn yang sama kata dengan kata bana (membangun) memastikan bagi orang tua untuk membangun karakter anak.

Dengan penjelasan demikian, dapat dipahami bagaimana etika orang tua ketika memberikan pendidikan kepada anak-anaknya harus didasarkan dengan kasih sayang serta tutur kata yang baik dan lembut, seperti halnya yang luqman contohkan ketika mendidik anaknya, yang tercantum dalam QS. Luqman ayat 13.

Baca Juga  Kritik Montgomery Watt Terhadap Keummian Nabi Muhammad

Editor: An-Najmi