Masjid adalah tempat ibadah umat Islam. Ia menjadi tempat untuk salat, khususnya salat berjamaah. Tak hanya salat, masjid pun digunakan untuk tempat kajian keislaman dan pemberdayaan masyarakat. Sebagai tempat, ia tidak lepas dari kontruksi bangunan. Hampir kita perhatikan, bangunan masjid punya sisi seni dalam arsitektural.
Sisi ini cukup menggambarkan sisi peradaban muslim dalam aspek seni bangunan. Sebagai aspek peradaban, ia memunculkan beragam dimensi yang bercorak luas sesuai dengan pikiran arsitek, juga terkadang menginsersi aspek budaya setempat. Fenomena sering dilihat pada ragam bangunan masjid di setiap daerah juga negara. Beragamnya corak arsitektural ini menunjukkan perkembangan luar biasa dalam sisi balutan teknologi dengan dorongan psikologis untuk menetap betah di masjid.
Kajian tentang arsitektural cukup banyak dikaji. Namun, mungkin tidak seluas dan sering dibahas dibandingkan dengan sisi ritual di masjid.
Arsitektur masjid dibentuk paling kuat oleh tradisi suaru daerah pada waktu dan tempat pembangunannya. Akibatnya, gaya, tata letak, dan dekorasi bisa sangat bervariasi. Namun demikian, karena kesamaan fungsi masjid sebagai tempat salat berjamaah, fitur arsitektur tertentu muncul di masjid-masjid di seluruh dunia.
Apa saja ciri umum arsitektural masjid?
Ciri Umum Arsitektural Masjid
- Halaman Masjid
Kebutuhan yang paling mendasar dari arsitektur masjid berjamaah adalah mampu menampung seluruh penduduk khususnya laki-laki pada suatu daerah. Untuk itu masjid harus memiliki ruang salat yang luas. Di banyak masjid, ini disatukan dengan halaman terbuka, yang disebut sahn. Di halaman sering ditemukan air mancur yang merupakan tempat istirahat yang menyenangkan di daerah panas, dan penting untuk wudu.
- Mihrab
Kendra Weisbin dalam tulisannya tentang Introduction to Mosque Architecture dalam https://www.khanacademy.org (2022) menyebutkan elemen penting lain dari arsitektur masjid adalah mihrab di dinding yang menunjukkan arah Mekah yang dituju adalah kiblat. Dinding tempat mihrab yang dipasang disebut dinding kiblat. Di mana pun masjid berada, mihrabnya menunjukkan arah tersebut. Oleh karena itu, mihrab di India contohnya berada di barat, sedangkan mihrab di Mesir berada di timur. Mihrab biasanya ceruk yang relatif dangkal, seperti pada contoh dari Istanbul.
- Menara
Salah satu aspek arsitektur masjid yang paling terlihat adalah menara, sebuah menara yang berdekatan atau melekat pada masjid, yang di sana azan dikumandangkan. Menara memiliki banyak bentuk yang berbeda dari menara spiral Samarra yang terkenal, hingga menara pensil Turki Utsmani yang tinggi. Tidak semata-mata bersifat fungsional, menara berfungsi sebagai pengingat visual yang kuat akan kehadiran Islam.
***
- Kubah
Sebagian besar masjid juga menampilkan satu atau lebih kubah, yang disebut qubba dalam bahasa Arab. Meskipun bukan persyaratan ritual seperti mihrab, kubah memang memiliki arti penting di dalam masjid yaitu sebagai representasi simbolis kubah surga. Dekorasi interior kubah sering menekankan simbolisme ini, menggunakan motif geometris, bintang, atau tanaman yang rumit untuk menciptakan pola menakjubkan yang dimaksudkan untuk membuat kagum dan menginspirasi.
Beberapa jenis masjid dalam pandangan Kendra Weisbin (2022) memasukkan banyak kubah ke dalam arsitekturnya seperti di Masjid Utsmani Sulaimaniyah sementara yang lain hanya menampilkan satu. Di masjid-masjid dengan hanya satu kubah, selalu ditemukan di atas dinding kiblat, bagian masjid yang paling suci. Masjid Agung Kairouan di Tunisia misalnya memiliki tiga kubah: satu di atas menara, satu di atas pintu masuk ke ruang salat, dan satu di atas dinding kiblat.
***
- Elemen Dekoratif
Ada elemen dekoratif lain yang umum di sebagian besar masjid. Misalnya, dekorasi kaligrafi besar dengan tulisan yang menonjol sering muncul di atas mihrab. Dalam kebanyakan kasus prasasti kaligrafi adalah kutipan dari Al-Qur’an, dan sering kali mencantumkan tanggal peresmian bangunan dan nama pelindungnya. Ciri penting lain dari dekorasi masjid adalah lampu gantung, yang terlihat di masjid Sultan Hasan.
Cahaya adalah fitur penting untuk masjid, karena salat pertama dan terakhir dilakukan sebelum matahari terbit dan setelah matahari terbenam. Sebelum listrik, masjid diterangi dengan lampu minyak. Ratusan lampu semacam itu yang digantung di dalam masjid akan menciptakan cahaya yang berkilauan. Cahaya lembut memancar menonjolkan kaligrafi dan dekorasi lainnya. Meski bukan bagian permanen dari bangunan masjid, lampu, bersama dengan perabotan lain seperti karpet, membentuk aspek arsitektur masjid yang signifikan meskipun singkat. (Kendra Weisbin, 2022)
- Pemberdayaan Masjid
Sebagian besar masjid bersejarah bukanlah bangunan yang berdiri sendiri. Banyak lembaga amal yang tergabung seperti dapur umum, rumah sakit, dan sekolah. Peresmian masjid akan dilihat sebagai tindakan saleh dari pihak penguasa, dan nama pemberi amal bagi masjid biasanya disertakan dalam dekorasi kaligrafi masjid. Prasasti semacam itu juga sering memuji kesalehan dan kemurahan hati mereka. Misalnya, mihrab yang sekarang ada di Metropolitan Museum of Art, bertuliskan: Nabi saw, bersabada: “Barangsiapa membangun masjid untuk Tuhan, bahkan ukuran sarang burung belibis pasir, berdasarkan takwa, [Tuhan akan membangunkan untuknya sebuah istana di surga].” Informasi ini dilaporkan pula oleh Kendra Weisbin (2022).
Wallahu A’lam.
Editor: An-Najmi




























Leave a Reply