Setiap manusia pada dasarnya menghendaki hidup dan kehidupan yang tenang, sehat, tenteram dan bahagia, meskipun tidak selamanya kemauan dan keinginan itu tercapai. Islam sebagai agama, sangat memperhatikan keberadaan manusia, karena itulah Islam membentangkan konsep yang sangat tegas tentang kehidupan yang sehat kepada manusia. Islam merupakan agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, untuk mengatur kemakmuran di bumi guna menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.
Salah satu penunjang kebahagian tersebut adalah dengan memiliki tubuh yang sehat, sehingga dengannya kita dapat beribadah dengan lebih baik kepada Allah. Agama Islam sangat mengutamakan kesehatan (lahir dan batin) dan menempatkannya sebagai kenikmatan kedua setelah iman. Selain itu, Islam sebagai agama yang sempurna dan lengkap, telah menetapkan prinsip-prinsip dalam penjagaan keseimbangan tubuh manusia. Di antara cara Islam dalam menjaga kesehatan ialah dengan menjaga kebersihan dan melaksanakan syariat wudlu dan mandi secara rutin setiap hari bagi setiap muslim.
Macam-macam Kesehatan
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kesehatan terbagi menjadi tiga macam, di antaranya:
- Kesehatan Jasmani
Yang dimaksud dengan sehat jamani adalah orang yang berdasarkan pemeriksaan fisik, laboratories dan radiologis, tidak terserang penyakit atau tidak adanya kelainan. Jasmani sehat juga termasuk indikasi hidup sehat secara . Biologis sehat jika jasmaninya sehat. seperti pola makan dan kebiasaannya untuk mendukung kelangsungan hidupnya,manajemen tidur dan istirahatnya untuk mengembalikan tenaga,dan menjaga berat badan supaya ideal.
- Kesehatan Psikis
Kesehatan psikis menurut Zakiah Derajat sebagaimana dikutip oleh In’amuzzahidin Masyhudi dan Nurul Wahyu Arvitasari adalah terhindarnya seseorang dari gangguan-gangguan jiwa dan gejala penyakit jiwa, yang mampu menyesuaikan diri, sanggup menghadapi kesesuaian fungsi jiwa (tidak ada konflik) dan merasa bahwa dirinya berharga, berguna dan bahagia, serta dapat menggunakan potensi yang ada padanya semaksimal mungkin.
***
- Kesehatan Masyarakat
Kesehatan masyarakat adalah upaya-upaya untuk mengatasi masalah sanitasi yang mengganggu kesehatan. Kegiatan yang meno- pang terwujudnya kesehatan masyarakat antara lain meliputi:
- Kebersihan pakaian
Seorang muslim hendaknya memiliki pola hidup yang bersih dan menjadi mujahid yang gigih dalam mewujudkan pribadi yang bersih terutama tentang kebersihan pakaian seperti yang disebutkan dalam Q.S. al-Muddassir: 1-7. Bersih dari najis merupakan syarat sah amal terutama saat salat. Istilah al-taharah (kesucian) di dalam al-Qur’an memiliki cakupan makna yang luas dan mendalam, tidak hanya meliputi kebersihan fisik, seperti badan, pakaian, rumah ibadah, air makanan, minuman tapi juga berkaitan dengan kesucian jiwa.
- Kualitas makanan
Al-Qur’an menekankan bahwa makanan itu harus memenuhi kualifikasi halalan tayyiban (halal dan baik). Makanan ha ram adalah makanan yang dilarang oleh agama pemakannya, seperti babi, bangkai, darah ataupun makanan yang tidak diijinkan oleh pemiliknya untuk dimakan. Sementara halal adalah kebalikannya. Sementara tayyiban adalah makanan yang tidak mengandung zat berbahaya dan bisa mendatangkan dan menjamin kesehatan.
- Perbaikan kualitas dan sistem sanitasi
Sanitasi yaitu perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini dapat meningkatkan kesehatan manusia. Sanitasi berhubungan erat dengan upaya penyehatan lingkungan.Pengelolaan limbah, sampah, dan penataan saluran dan buangan air di lingkungan tempat tinggal.
Pandangan Islam tentang Kesehatan
Islam sangat memperhatikan soal kesehatan dengan cara antara lain mengajak dan menganjurkan untuk menjaga dan mempertahankan kesehatan yang telah dimiliki setiap orang. Anjuran menjaga kesehatan itu bisa dilakukan dengan tindakan preventif (pencegahan) dan represif (pelenyapan penyakit atau pengobatan). Secara preventif, perhatian Islam terhadap kesehatan ini bisa dilihat dari anjuran sungguh-sungguh terhadap pemeliharaan kebersihan.
Kebersihan juga merupakan salah satu hal yang disukai Allah, hal ini berdasarkan hadits:
إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ, نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ, كَرِيمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ, جَوَادٌ يُحِبُّ الْجُودَ, فَنَظِّفُوا أَفْنِيَتَكُمْ
Artinya: “Dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu.” (HR Tirmidzi).
Meskipun al-Qur’an bukanlah buku kesehatan, akan tetapi al- Qur’an adalah kitab petunjuk bagi manusia agar selamat baik di dunia maupun di akhirat dan salah satu petunjuk itu adalah petunjuk untuk menjalani hidup sehat sehingga bisa beraktivitas dan menjalankan ibadah dengan benar.
***
Dalam al-Qur’an disebutkan bahwa al-Qur’an adalah syifa’, yang salah satunya terdapat pada Q.S. al-Isra’: 82
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian”
Ayat lainnya yang menyebutkan kata syifa’ dalam al-Qur’an yaitu Q.S. Yunus: 57, at-Taubah 14, an-Nahl: 69, al-Syu’ara: 80, Ali Imran: 103, al-Taubah: 109 dan Fussilat: 44. Sebagian ulama menafsirkan ayat-ayat syifa’ tersebut sebagai obat bagi kesehatan rohani saja, akan tetapi ada juga ulama yang berpendapat bahwa al-Qur’an tidak hanya dapat digunakan sebagai obat bagi kesehatan rohani saja tapi juga dapat digunakan sebagai obat bagi kesehatan jasmani. Sepatutnyalah kita bersyukur kepada Allah Swt, karena masih diberi nikmat sehat dan nikmat waktu senggang. Dari hadits ini, kita dapat mengambil mau idhah untuk senantiasa menjaga kesehatan kita, sehingga kita dapat melaksanakan perintah Allah dengan sebaik-baiknya dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah sesuai dengan ketentuan yang telah Allah tetapka dalam al-Qur’an dan al-Hadits.
Penutup
Islam memiliki perbedaan yang nyata dengan agama-agama lain di muka bumi ini. Islam sebagai agama yang sempurna tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Sang Khalik-nya (hablum minallah) atau hubungan manusia dengan manusia (hablum minannas), namun Islam memiliki aturan dan tuntunan yang bersifat komprehensif, harmonis, jelas, dan logis. Salah satu kelebihan Islam dalam mengatur kehidupan manusia adalah perihal perspektif Islam dalam mengajarkan kesehatan bagi individu maupun masyarakat.
Pentingnya sebuah kesehatan bagi manusia dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari termasuk yang paling utama adalah melaksanakan ibadah lima waktu sesuai dengan tuntutan dan tuntunan Islam, menem- patkan kesehatan sebagai salah satu kenikmatan yang telah dianugerahkan Allah Swt. Selain kenikmatan iman dan Islam.
Editor: An-Najmi




























Leave a Reply