Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

3 Langkah Membangun Keluarga Harmonis dalam Islam

keluarga harmonis

Seperti yang kita ketahui persoalan dalam suatu rumah tangga dapat menimbulkan konflik, perselisihan dan pertikaian dalam rumah tangga. Kehidupan dalam membangun rumah tangga mengalami perubahan serta pasang surutnya baik dari sisi cinta dan kasih sayangnya. Inilah yang dinamakan dinamika perkawinan. Perkawinan yang baik merupakan keluarga harmonis yang kukuh.

Permasalahan bukan hanya menyebabkan kehidupan rumah tangga yang tidak harmonis saja, akan tetapi juga dapat menyebabkan masalah yang berujung pada perceraian. Permasalahan rumah tangga terjadi pada pasangan suami dan istri yang masih muda maupun yang sudah tua. Dengan berbagai macam jenis masalah yang dihadapi dengan konteks yang beragam.

Islam dan Keluarga Harmonis

Dalam Islam, keluarga harmonis adalah keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah. Atau bisa diartikan dengan keluarga yang damai tenteram, penuh cinta, kasih, harapan dan kasih sayang. Membangun kehidupan keluarga yang harmonis, sakinah, mawaddah dan warahmah, setidaknya ada tiga langkah utama yang harus dilakukan.

Sebagaimana yang dijelaskan dalam QS Al-Baqarah ayat 187

اُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَاۤىِٕكُمْ ۗ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَاَنْتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُوْنَ اَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۚ

Artinya: “Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu.”

Maksudnya adalah, hubungan suami istri tidak dapat dipisahkan, harus saling menguatkan, menghangatkan di kondisi apapun. Dan wajib menjaga aib satu sama lain karena mereka sudah seperti pakaian bagi pasangannya.

Baca Juga  Ziauddin Sardar dan Penafsirannya Terhadap Al-Qur'an

3 Langkah Membangun Keluarga Harmonis

  1. Membangun komunikasi dan pemahaman yang baik. Menurut pendapat saya, dalam berumah tangga komunikasi dua arah sangatlah penting untuk mengurangi pertengkaran dan perbedaan pola pikir atau mindset dalam mengatasi permasalahan rumah tangga. Ketika ada masalah pun, salah satu cara memperbaikinya dengan cara komunikasi. Komunikasi dalam keadaan kepala dingin dan tenang dapat menemukan penyebab dari permasalahan dan bisa menemukan solusi untuk permasalahan tersebut.
  2. Bersikap moderat. Moderat artinya bersikap tengah-tengah, wajar, dan proporsional (tidak kurang dan tidak lebih). Memang apapun jika dilakukan secara wajar hasilnya akan baik, paling baik dari segala urusan adalah yang tengah-tengah (tidak kurang dan tidak lebih). Nabi Muhammad Saw bersabda, oleh karena itu hendaknya suami istri berlaku tawassuth (tengah-tengah) setidaknya dalam tiga hal; yakni pertama berlaku wajar dalam memberikan nafkah, kedua berlaku wajar dalam menunjukkan cinta, ketiga berlaku wajar dalam cemburu. Memang, cemburu itu penting karena itu tanda cinta. Tetapi cemburu yang berlebihan juga tidak baik dalam rumah tangga, kapanpun dan di mana pun dicurigai oleh pasangan kita. Begitu juga sebaliknya, tidak cemburu tidak cemburu sama sekali juga tidak baik.
  3. Menerapkan prinsip musyawarah, Al-Qur’an memberi petunjuk agar persoalan-persoalan rumah tangga dimusyawarahkan antara suami dan istri. Musyawarah bertujuan agar kedua belah pihak tidak kecewa dan merasa puas dengan pengambilan keputusan atau jalan keluar atas masalah yang terjadi. Karena menurut saya, musyawarah dalam rumah penting agar dapat menyelesaikan masalah dengan mudah, menghargai pendapat dan keputusan bersama, mempererat kerja sama satu sama lain, melatih komunikasi yang sehat dan memperkokoh kerukunan rumah tangga

Itulah tiga langkah membangun keluarga harmonis menurut Islam dan ayat Al-Qur’an. Semoga tulisan ini menggerakkan kita untuk mengamalkan kebaikan dan hubungan yang baik dalam internal keluarga. Sehingga dapat membentuk fondasi yang kukuh dalam menjalankan keluarga maupun kehidupan rumah tangga.

Baca Juga  Urgensi Membangun Keluarga Sakinah Perspektif Al-Qur'an

Penyunting: Ahmed Zaranggi