Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Konsep Depresi dalam Al-Quran dan Kaitannya Melupakan Allah

Sumber: Tokopedia.com

Manusia adalah tempat salah dan lupa. Melupakan sendiri merupakan hilangnya kemampuan untuk mengungkapkan kembali informasi yang telah kita terima atau pelajari. Allah Ta’ala menciptakan manusia dengan sempurna, dari jiwa mulia dan raga sempurna yang membalutnya. Kesempurnaan manusia bukan berarti tiada kekurangan, justru karena segalanya terpenuhi (amal mulia dan dosa) ia disebut manusia.

Ketika imannya meningkat maka amal mulia dilakukannya, maka ia mendapat pahala dari Allah Azza wa Jalla. Namun ketika iman terus memberosot dan berkurang, maka ia akan terjerumus ke dalam lembah dosa, hingga kemaksiatan akan membelenggunya. Inilah hakikat dari manusia, yaitu tempat salah dan dosa, mahal al-khotho’ wa nisyan.

Konsep Lupa Dalam Al-Qur’an

Islam  memiliki sumber hukum yang kuat yakni al-Qur’an sebagai bahan acuan dan ilmu pengetahuan. Di dalam al-Qur’an telah disebutkan beberapa kali ayat tentang lupa. Contohnya adalah:

  • Lupa yang terjadi dapat mengenai berbagai peristiwa, nama, dan informasi yang diperoleh seseorang sebelumnya, sebagaimana yang tercantum dalam surat al-A’la: 6,

Artinya: “Kami akan membacakan (Al Quran) kepadamu (Muhammad) Maka kamu tidak akan lupa”.

  • Lupa yang mengandung makna lalai. Sebagai contoh, seseorang yang lalai meninggalkan barang berharganya di suatu tempat, lalu ia baru ingat setelah beberapa lama kemudian, kalau benda tersebut ketinggalan disuatu tempat karena keasyikan berbicara dengan temannya.

Seperti kisah tentang murid Musa AS yang terdapat dalam Q.S al-Kahfi ayat 63: “Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya al- kitab (al-Qur’an) dan Dia tidak Mengadakan kebengkokan di dalamnya”

***

  • Lupa dengan pengertian hilangnya perhatian terhadap sesuatu hal, seperti tersirat dalam surat at-Taubah ayat 67:
Baca Juga  Hukuman Perzinahan Sedarah, Homoseksual dan Menyutubuhi Binatang

“Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang Munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. mereka telah lupa kepada Allah, Maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.”

  • Lupa untuk mengingat Allah, karena dirinya telah dikuasai oleh setan, sebagaimana terdapat dalam Q.S al-Mujadalah ayat 16:  

Artinya: “Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka halangi (membuat manusia lupa) dari jalan Allah; karena itu mereka mendapat azab yang menghinakan.

  • Mendustakan ayat-ayat Allah setelah beriman, sehingga dirinya menjadi lupa darinya ketika beriman, sebagaimana terdapat dalam Q.S al-A’raf 146:

Artinya: “Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. mereka jika melihat tiap-tiap ayat(Ku), mereka tidak beriman kepadanya. dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya”.

Kaitan Lupa dengan Depresi dalam Q.s. At-Taubah: 67

Secara semantics, ayat ini menjelaskan bahwa mereka telah melupakan kebesaran Allah, petunjuk-petunjuk agama-Nya. Bahkan, mereka juga lupa bahwa semua perilaku buruknya akan mendapatkan balasan di akhirat kelak, maka Allah juga akan melupakan mereka di akhirat kelak dengan menjauhkan mereka dari rahmat-Nya. Mereka lupa kepada Allah. Mereka tidak takut kecuali kepada orang kuat yang dapat menghinakan mereka dan membujuk mereka. Maka, Allah melupakan mereka, tidak menimbang mereka, dan tidak menganggap mereka. Begitulah kedudukan mereka di dunia di sisi manusia, begitu juga kedudukanya di akhirat di sisi Allah.

Baca Juga  Implementasi Ideologi Muhammadiyah Dalam Gerakan Dakwah

Di sini mereka (orang orang munafik) tampak bingung karena dampak mereka melupakan Allah ternyata berdampak pada kelupaan mereka pada jiwa mereka. Akhirnya, mereka menjadi depresi karena mereka kehilangan kesadaran terhadap jiwa mereka. Hal ini berhubungan dengan al-Qur’an surah al-Hasyr ayat 19 yang artinya, “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri.” Disini, Allah seakan menyindir orang orang munafik menggunakan ayat ini. Akibatnya orang orang munafik semakin malu,gelisah dan takut setelah diturunkannya ayat ini, karena orang-orang yang melupakan Allah pasti tersesat dalam kehidupan ini tanpa ikatan apapun yang dapat menaikkanya ke tingkat yang lebih tinggi.

Dan mereka hidup tanpa arah dan tujuan hidup yang menaikkan dan memuliakan mereka melebihi binatang ternak yang digembalakan. Dalam sikap seperti ini, manusia telah melupakan sifat kemanusiaanya sendiri. Hakikat ini di tambahkan atau ditumbuhkan kepadanya  dan dibangun darinya hakikat lain, yaitu hakikat melupakan diri sendiri. Sehingga, dia tidak menyiapkan bekal apapun bagi kehidupanya yang lama dan abadi. Dan diapun tidak mempersiapkan dan memandang jauh ke depan untuk bekalnya di hari esok.

Penyunting: An-Najmi