Tertawa terbahak-bahak adalah tertawa dengan suara keras dan besar. Tertawa semacam ini biasa dilakukan oleh seseorang untuk mengambil perhatian orang lain dan agar dirinya dikagumi orang lain. Selain itu tertawa semacam ini juga berpotensi mengganggu orang disekitarnya. Dalam Islam tertawa terbahak-bahak dihukumi makruh (dibenci). Rasululallah SAW sendiri tidak pernah tertawa, hanya tersenyum dan menolehkan wajah dengan penuh. (Ja’far, Auf, Mas’ud, ...
“Dan Dialah (Allāh) yang menjadikan orang tertawa dan menangis,” (QS. an-Najm : 43) Duhai para pembaca yang budiman, pernahkah kita merasa berada diposisi dengan kejenuhan tingkat akut? Atau merasakan kebahagiaan yang teramat sangat sehingga secara tidak sadar kita meluapkannya dengan tangisan? Itulah manusia dengan tangisan manusia bisa mengekspresikan kebahagiaan atau kesedihan yang sedang ia rasakan. Tak wajar bahkan ketika manusia ...



























Kanal Tafsir Mencerahkan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.