Segala yang di langit, di bumi senantiasa menyebut asma-Nya. Saat merenungi firman Tuhan itu, aku jadi teringat judul puisi Kuntowijoyo “Makrifat Daun, Daun Makrifat”. Betapa aku takjub kepada ayat ini. Ayat yang tidak pilih kasih, ayat yang mengakui dzikirnya makhluk betapapun ragam dzikir dan cara seorang hamba mengagungkan Tuhannya. Ia tidak membedakan bahasa hewan, bahasa tumbuhan, bahasa tanah, bahasa air, ...



























Kanal Tafsir Mencerahkan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.