Secara harfiah, penyakit ‘ain itu diambil dari kata ‘ana ya’inu (عان يعين) yang artinya apabila ia menatapnya dengan matanya. Dalam kitab Fathul Bari dikatakan bahwa ‘ain adalah pandangan yang disertai kedengkian karena tabiat buruk yang dapat mendatangkan madharat bagi yang dipandang. Penyakit ‘ain ini tergolong non medis. Menurut Briliantono M. Sunarwo dalam karyanya yang berjudul: Allah Sang Tabib Kesaksian Dokter ...



























Kanal Tafsir Mencerahkan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.