“Maka nikmat santuy mana lagikah yang kamu dustakan?” Pertama, maafkan penulis untuk tidak menyebut “habib” di nama depan Rizieq Shihab. Sungguh ini bukan penistaan atas “kemuliaan” beliau. Bagi penulis, kualitas keilmuan seorang individu jauh lebih penting dari sekadar nasab. Jika Pak Rizieq yang keren itu berilmu, saya menghormatinya karena kualitas keilmuannya, bukan sebab garis nasabnya. Itulah mengapa penulis tidak begitu ...



























Kanal Tafsir Mencerahkan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.