Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Makna dan Ragam Amanah dalam Al-Qur’an

Sumber: https://weheartit.com/

Al-Qur’an tidak hanya membhas tata cara ibadah, tetapi juga terkait pola perilaku manusia baik yang merupakan perilaku terpuji maupun tercela. Singkatnya, cara bersikap atau adab seseorang juga dibahas di dalam Al-Qur’an, termasuk amanah.

Adapun contoh dari ahlak terpuji diantaranya amanah, berkata jujur, sopan, dan bertawakkal. Sementara contoh perbuatan tercela diantaranya berbohong, sombong, khianat, dan riya’. Pada kesempatan kali ini penulis akan membahas mengenai pengertian amanah serta ragam jenisnya di dalam Al-Qur’an menurut Quraish Shihab.

Pengertian Amanah dalam Al-Qur’an

Mengutip dari Pendidikan Karakter Berbasis Al-Qur’an karya Dewi Purnama Sari. Disebutkan bahwa amanah adalah suatu perasaan untuk percaya yang diberikan kepada orang lain dengan harapan dapat memberikan ketenangan hati.

Merujuk pada Penafsiran Ayat Ayat Amanah dalam Al-Qur’an karya Irfan. Dijelaskan bahwa kata ini setidaknya disebutkan kurang lebih 7 kali dalam Al-Qur’an dengan beragam makna yang mendalam.

Pengertian kata ini secara bahasa, seperti yang terdapat dalam kamus al-Munawir berasal dari amina-amanatan yang artinya perintah atau pesan. Adapun pesan dan perintah yang dimaksud biasanya merupakan sesuatu yang dititipkan. Agar disampaikan kepada orang lain dalam kondisi yang sebenarnya (jujur).

Sementara secara istilah, seperti yang terdapat dalam Kepemilikan Amanah dalam Islam karya Zia Ulhaq amanah dapat dipahami sebagai segala hal yang berkaitan dengan orang lain berupa perbuatan. Kepercayaan maupun perkataan yang harus dipertanggungjawabkan dan disampaikan kepada yang berhak menerimanya.

Ragam Makna Amanah dalam Al-Qur’an

  1. Beriman kepada Allah SWT

Dalam poin ini, amanah yang dimaksud adalah amanah atau fitrah manusia yang seharusnya beriman kepada Allah SWT. Sebagaimana yang terdapat dalam Q.S. Ar-Rum: 30 yang artinya “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Allah SWT; fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu, tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

Berdasarkan ayat di atas, maka dapat diketahui bahwa fitrah yang dimaksud untuk manusia adalah fitrah beragama tauhid kepada Allah SWT. Sebab seperti yang disebutkan dalam Q.S. Al-A’raf ayat 172, bahwa semenjak dalam kandungan manusia telah diperlihatkan keesaan Allah bahkan mereka berjanji untuk selalu beriman kepada-Nya. Oleh karena itu, apabila manusia yang lahir ternyata tidak menganut agama tauhid. Maka itu hanyalah karena pengaruh faktor lingkungannya bukan fitrahnya.

Baca Juga  Pemaknaan Ayat Cahaya (3): Mendaki Lapisan Cahaya

2. Ibadah

Pada poin selanjutnya, ibadah merupakan konsekuensi yang harus diterima oleh seseorang yang beriman kepada Allah Swt. Singkatnya, ibadah merupakan bukti bahwa seseorang beriman dan taat atas perintah Allah Swt, seperti yang terdapat dalam Q.S Ad-Dzariyat ayat 56 yang artinya; “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”

3. Berdakwah serta Jihad

Pada poin ini, disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa selain beragama tauhid dan beribadah. Manusia juga perlu menyebarkan agama Islam dengan berdakwah serta berjihad atau berusaha membela dan mempertahankan agama Islam di muka bumi. Adapun ayat tersebut dapat dilihat dalam Q.S. Ali Imran ayat 104 yang berbunyi; “Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar merekalah orang orang yang beruntung.

Kesimpulan

Amanah merupakan pesan yang harus dipertanggungjawabkan oleh orang yang dititipkan dengan cara menunaikan atau menyampaikannya kepada orang yang berhak menerima. Adapun amanah dapat bermacam-macam seperti amanah manusia yang fitrahnya beragama Islam, untuk beribadah, serta untuk berdakwah dan berjihad dalam Agama-Nya.