Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Kajian Makna Kata “al-Maut” dalam Al-Qur’an

al-maut
Sumber: https://www.myislaam.com/

Kata Maut termasuk kata yang sering disebutkan dalam Al-Qur’an. Kata ini diartikan sebagai kematian, khususnya pada manusia. Maut itu sendiri sudah diatur waktunya oleh Allah SWT. Setiap yang bernyawa pasti akan menghadapi kematian. Kata al-maut memiliki banyak kata yang berhubungan di sekitarnya, yang dapat menjelaskan lebih baik bagaimana arti kata ini.

Secara Kebahasaan

Dalam kitab Lisanul Arab, kata maut berasal dari kata مات – يموت – موتاyang berarti lawan kata dari hayat (hidup). Menurut Ahmad ibn Zakariyya, kata al-maut secara bahasa berarti “Hilangnya kekuatan dari sesuatu. Juga hilang itu berarti mati, lawan katanya adalah hidup (hayy). Al-Qur’an mendefinisikan kematian dengan saat berpisahnya ruh dengan jasad untuk semantara waktu yang telah ditentukan oleh Allah SWT atau pula perubahan keadaan. Atau bahwa ketika jiwa terpisah dari raga, maka ia akan menerima pahala dan siksa. Dan bahwa terpisahnya nyawa dari badan berarti hilangnya kekuatan dan daya nyawa atas badan.

Kata maut disebutkan 161 kali dalam Al-Qur’an. Tentunya ketika kata ini bertemu dengan kata lain pasti memiliki makna khusus tertentu. Seperti penderitaan, ajal (batas waktu), binasa dan ketetapan Allah yang tidak dapat ditunda. Selain itu, juga berarti mengeluarkan hidup dari yang mati. Kata maut juga dipakai dalam menjelaskan kematian bumi (keadaan kering) yang setelahnya dihidupkan kembali oleh Allah SWT dan juga daerah-daerah yang tandus. Maut merupakan suatu hal yang mustahil untuk dicegah atau dihindari. Sebagaimana dalam surah Ali Imran ayat 154 yang menjelaskan bahwa di manapun kita berada, jika memang sudah ditakdirkan, kita akan meninggalkan dunia.

Ragam Makna Al-Maut

Makna kata al-maut (kematian) terbagi menjadi beberapa jenis bergantung pada jenis kehidupannya. Pertama, kekuatan untuk tumbuh dan berkembang yang ada pada manusia, hewan dan tumbuhan. Mereka dihidupkan kembali setelah mati. Kedua, hilangnya kekuatan indra. Ketiga, hilangnya kekuatan akal atau kebodohan. Keempat, kesedihan yang mengeruhkan kehidupan. Kelima, tidur yang disebut kematian ringan, sedangkan kematian sebenarnya adalah tidur yang berat (sangat lama). Selain itu, juga dapat digunakan untuk menggambarkan hilangnya kekuatan hidup serta terbebasnya ruh dari jasad.

Baca Juga  4 Ragam dan Dimensi Hati di dalam Al-Qur'an

Pada umumnya, kata al-maut menjelaskan tentang kematian dalam hal apapun atau hal yang hilang dari sesuatu. Dari penjelasan-penjelasan sebelumnya, mengenai kematian yang tidak diketahui kapan datangnya pada setiap orang, sudah sebaiknya kita menyiapkan bekal untuk di akhirat nanti. Selain itu, juga dengan mengingat kematian akan lebih mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.