Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Meresapi Makna Kiamat: Semantik Kognitif dan Metaforis

kiamat
Sumber: https://www.cinema.de/

Bangsa Arab terkenal dengan kebiasaan membuat syair. Ayat suci Al-Qur’an menjadi suatu gejolak bagi mereka. Bahkan terdapat rasa terpukau akan sastra bahasa yang digunakan dalam kitab suci umat Islam ini dan ada pula keraguan kebenarannya. Para Kafir Quraisy menyangkal kebenaran bahwa Allah-lah yang telah menurunkan Al-Qur’an dengan dalih bahwa itu hanya buatan Rasulullah SAW. Serta enggan untuk mengimani Allah dan Rasul-Nya.

Al-Quran sebagai petunjuk dan peringatan bagi umat Islam. Mengandung banyak makna tersurat maupun tersirat. Allah merancangnya sedemikian rupa agar eksistensi Al-Qur’an dapat diterima dan dapat bertahan seiring waktu berjalan. Ia menjadi pegangan dalam kehidupan hingga hari kiamat. Juga pada saat semua ayat Al-Qur’an diangkat menuju langit dan hanya menyisakan lembaran kosong.

Mengenal Linguistik Kognitif, Semantik dan Metafora Konseptual

Linguistik kognitif merupakan kajian modern yang muncul pada akhir tahun 1970. Linguistik kognitif ini memiliki fokus pada pencarian fungsi struktur gramatikal dengan mengkaji properti formal bahasa dari perspektif konseptual dan untuk menghubungkan penelitian kognitif dengan struktur kognitif yang pendekatannya ilmu psikologi. Menurut Lakoff analisis linguistik kognitif berasal dari data bahasa empirik sehingga dari padanya menghasilkan teori metafora konseptual.

Lakoff dan Johnson dalam bukunya Metaphors We Live By bahwa metafora merupakan suatu pemetaan, pengalihan, atau transfer dari suatu bentuk ke bentuk yang lain. Dalam bukunya tertulis “Metaphors are pervasive in our ordinary everyday way of thinking, speaking, and acting” yang bermakna “metafora meresap pada kebiasaan sehari-hari seperti berpikir, berbicara, dan beraksi”. Dapat kita ketahui bahwa metafora menampakkan dalam bentuk kebahasaan, perilaku, dan pemikiran penuturnya.

Baca Juga  Membongkar Pesan Utama QS. An-Nisa: 3 Perspektif Semiotika Barthes

Kata قيامة berbentuk berbagai metaforis dalam semantik kognitif, ungkapan metaforis pada Al-Qur’an merupakan bagian metafora konseptual. Metafora konseptual ini memiliki strategi linguistik untuk memengaruhi kognisi manusia tentang sudut pandang Qur’ani mereka.

Memahami Metafora Hari Kiamat dalam Al-Qur’an

Kita mengenal hari kiamat sebagai hari akhir seluruh kehidupan di dunia; semuanya hancur dan mati. Pada ayat suci Al-Qur’an, kata kiamat قيامة terdapat 69 kali dan tersebar pada 30 surah menurut data Corpus Quran. salah satu ayat Al-Qur’an yang memuat kata قيامة yaitu surah Al-Qiyamah ayat 6 yang berbunyi :

يَسْأَلُ أَيَّانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ

Artinya: “Dia bertanya: “Kapankah hari kiamat itu?”

Sesungguhnya tidak ada yang mengetahui datangnya hari kiamat selain Allah SWT. Maka, hendaklah kita senantiasa memperbaiki amalan-amalan untuk bekal akhirat. Jika menggunakan metafora, kata قيامة / dapat disamakan dengan gambaran pada masa itu seperti:

  • عقيم يوم /Yauma Aqiim, hari yang mandul.

Kata ini terdapat pada surah Al-Hajj ayat 55, عقيم /Aqiim pada kamus bahasa arab memiliki arti “mandul”. Namun, pada ayat ini kata “mandul” bermakna hari kiamat. Karena mandul berhubungan dengan sifat penyakit yang tidak dapat diobati. Dan merupakan hal yang mengerikan dan tidak diinginkan. Penggunaan metafora عقيم apabila disamakan sebagai makna قيامة. Karena tidak adanya kehidupan siang dan malam setelah hari kiamat. keduanya merupakan hal yang mengerikan dan tidak ada yang menginginkan hal tersebut terjadi.

  • يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ /Yauma laa yanfa’u maalu wa laa banuun, hari ketika harta dan anak tidak lagi berguna.

Kalimat di atas merupakan bagian dari surah As-Syu’ara ayat 88. Harta dan anak keduanya berfungsi sebagai tanda status sosial, menjadi suatu simbol kemapanan. Pada metafora يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ disebutkan bahwa keduanya akan kehilangan eksistensi dan fungsinya. Hal tersebut menjadi suatu anomali yang tidak diinginkan oleh setiap manusia. Ayat tersebut menunjukkan sebuah konsepsi lemahnya manusia pada hari kiamat, anak dan harta tidak lagi dapat berguna.

Baca Juga  Kematian Kartunis Muhammad: Berkaca Melalui Surah Al-Hijr Ayat 95

Sebagai Penyemangat Ibadah

  • ثقيل يوم/ Yauma Tsaqiil: hari yang berat.

Kata tersebut terdapat dalam surah Al-Insan ayat 27 yang berbunyi:

إِنَّ هَٰؤُلَاءِ يُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ وَيَذَرُونَ وَرَاءَهُمْ يَوْمًا ثَقِيلًا

Artinya: “Sesungguhnya mereka (orang Kafir) Menyukai kehidupan dunia dan Mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhir).”

Metafora ثقيل يوم/ Yauma Tsaqiil sebagai penggunaan konsepsi keadaan yang terjadi pada masa itu. Adanya tekanan fisik dan psikologis, merupakan hal yang sulit dan melelahkan yang dihindari oleh manusia.

Penyebutan Hari Kiamat

  •  الأزفة يوم / Yaumul Azifah, hari yang dekat.

Kata di atas telah disebukan dalam Firman Allah SWT pada surah Ghafir ayat 18 yang berbunyi:

وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْآزِفَةِ إِذِ الْقُلُوبُ لَدَى الْحَنَاجِرِ كَاظِمِينَ ۚ مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلَا شَفِيعٍ يُطَاعُ

Artinya: “Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat( hari kiamat yaitu). Ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang dzalim tidak mempunyai teman setia seorang pun. dan tidak(pula) mempunyai seorang pemberi syafaat yang diterima syafaatnya.”

Menggunakan metafora yang memetakan konsepsi waktu merupakan pernyataan sesuatu yang dekat. Kata yaumul azifah memberikan informasi mengenai waktu terjadinya kiamat yang telah dekat.

  •  الحساب يقوم يوم / Yauma Yaqumul Hisaab, hari perhitungan

Kalimat ini terdapat pada surah Ibrahim ayat 41. الحساب يقوم يوم  menjadi metafora dengan menilik pada ranah waktu, bahwa pada saat tertentu akan terjadi suatu peristiwa. Hal ini dipetakan sebagai waktu terjadinya perhitungan amal baik dan buruk. Metafora ini juga menggambarkan suatu rangkaian peristiwa besar pada hari kiamat.

  •  الأخر اليوم /Yaumul akhir, hari terakhir

Pada surah Al-Baqarah ayat 177 ini terdapat dua kata yang menjadi salah satu metafora dari kiamat. الأخر اليوم, Yaumul akhir memiliki arti suatu tempo dan tenggat manusia hidup di dunia. Setelahnya tidak ada lagi kehidupan di dunia dan tidak ada lagi hari lain setelah hari kiamat.

Baca Juga  Ibn Taymiyyah dan Skripturalisme Pembaharuan Islam