Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Penggunaan Kata Ajr dan Tsawab Dalam Al-Qur’an

Sumber: https://www.balagh.com/

Agama Islam telah mengajarkan tata cara dan juga tuntunan hidup bagi umatnya secara detail dan sempurna. Kesempurnaan tersebut tertuang dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Dari begitu banyak hal yang diajarkan dalam Al-Qur’an, terdapat suatu pembahasan mengenai ganjaran atau pahala.  Apapun yang kita lakukan atau perbuat didunia pasti akan mendapatkan balasan atau ganjaran dari Allah SWT.

Al-Qur’an menyebutkan kata pahala dalam Al-Qur’an dengan dua varian kata. Yakni ada kata Ajrun (أَجْرٌ) dan Thawab
(ثَوَاب). Kedua kata tersebut memiliki makna yang hampir sama tapi tak serupa. Hal tersebut sebagaimana juga dinyatakan oleh para ulama tafsir, bahwa tidak ada kosakata yang bermakna sama dalam al-Qur’an, karena segala sesuatu yang disampaikan oleh al-Qur’an memiliki maksud dan tujuan yang berbeda.

Kata Ajr Dan Ayat Al-Qur’an Yang Menyebutkannya

Secara etimologi lafaz ajr berasal dari akar kata Ajjara – Yu’ajjiru – Ajrun – wa Ujrotun. yang berarti memberi hadiah atau upah. Kata Al-Ajr bermakna ‘Iwadu Al’Amalu yaitu imbalan pekerjaan dan penggunaan. Menurut Ibnu Faris Ajrun: Jabrul ‘Adzhmi diartikan dengan kekuasaan tulang atau kekuatan tulang. Contohnya ujirtu yadahun, jubirat yaitu tangannya telah menguasai. Lafaz Ajrun asal kata Al-Ajr yang berarti balasan atas suatu perbuatan dan upah yang diberikan sebagai ganjaran atas suatu perbuatan.

Kata ajr dalam kitab Tafsir Al-Maraghi yaitu lafaz al-ujur kata jamak dari ajrun. Yang makna asalnya adalah balasan yang diberikan sebagai imbalan dari suatu pekerjaan atau manfaat. Dalam kitab Nuzhat Al-A’yun an Nawazir Fi ‘Ilm al-Wujuh wa Al Nazair karya Jamal Al-Din Abi al-Faraj Abd Rahman bin al-Jawzi, bahwasannya ahli tafsir membagikan lafaz ajr kepada empat makna. Yaitu; beban atau tunjangan, menyusui, mahar, upah, dan pahala ketaatan pujian kebaikan dan Surga.

Baca Juga  Warisan Para Nabi Dalam Al-Quran (1): Kisah Adam dan Setan

Pendapat lain menyebutkan bahwa Ulama Ibnu ‘Asyur: ajr adalah imbalan bagi satu pekerjaan walau dalam bentuk pekerjaan yang lain. Sementara menurut Al-Fairuzabadi dalam tafsirnya Tanwir al-Miqbas min Tafsir Ibn ‘Abbas bahwa ajr di sini berarti ganjaran yang Allah berikan kepada ahlul kitab yang beriman berupa pahala disisi Allah yaitu surga. Sebagaimana yang disebutkan dalam Qs. Ali-Imron ayat 199:

وَاِنَّ مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ لَمَنْ يُّؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ وَمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِمْ خٰشِعِيْنَ لِلّٰهِ ۙ لَا يَشْتَرُوْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ ثَمَنًا قَلِيْلًا ۗ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ

Artinya: “Dan sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada yang beriman kepada Allah, dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu, dan yang diturunkan kepada mereka, karena mereka berendah hati kepada Allah, dan mereka tidak memperjualbelikan ayat-ayat Allah dengan harga murah. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya”

Kata Tsawab dalam Al-Qur’an

Frasa lain yang memiliki makna serupa dengan kata ajr ialah kata tsawab. Kata tsawab dalam kamus ma’any, ثَوَاب memiliki arti penghargaan, balas jasa, imbalan, dan pahala. Secara terminologi juga diungkapkan oleh beberapa ulama, salah satunya al-Raghib al Asfahani, pengertian lafaz tsawab adalah: Sesuatu yang kembali kepada manusia dari balasan pekerjaannya, maka dinamakan dengan balasan pahala, dan tsawab digunakan untuk balasan baik dan buruk namun balasan yang digunakan lebih kepada sesuatu yang bersifat baik, sebagaimana dalam firman Allah Qs. Al-Zalzalah ayat 7:

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ

Artinya: “Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya”

Dalam Kitab Al-Mufrodat Fi Gharib Al-Qur’an juga dijelaskan bahwasannya secara Istilah kata tersebut merupakan sesuatu yang kembali kepada manusia sebagai balasan atas perbuatanya. Maka penamaan balasan dengan kata thawab, dikarenakan untuk menggambarkan bahwa balasan adalah perbuatan itu sendiri (keduanya sama).  Abu Hilal al-Askari mengatakan bahwa kata tsawab hanya dapat digunakan untuk menggambarkan balasan atas perbuatan yang telah diperbuat.

Baca Juga  Semantik Qur’an: Analisis Kata An-Nisa’ di dalam Al-Qur’an

Makna Lafaz tsawab terdapat 5 makna yaitu pahala, balasan kemenangan, balasan buruk, tempat berkumpul, dan pakaian. Lafaz tsawab dalam Al-Qur’an telah disebutkan sebanyak 29 kali dengan berbagai bentuk perubahannya. Derivasi kata tsawab yakni tsuwwiba, atsaabahum, tsawaaba, tsawaabi, tsawaabu, tsawaaban, matsabah, matsuubah, tsiyaab, tsiyaaban, tsiyaabakum, dan juga tsiyaabahunna.

Kesimpulan

Setelah pemaparan diatas, penulis menyimpulkan bahwa baik kata ajr dan tsawab memiliki makna yang secara implisit berbeda dalam penggunaan kosakatanya didalam Al-Qur’an. Lafaz ajr diartikan sebagai balasan baik di dunia maupun di akhirat sebagai buah manis dari ketakwaan. Sedangkan kata tsawab dalam penggunaannya di Al-Qur’an menunjukkan pada balasan baik dan buruk akan tetapi lebih condong kepada balasan baik berupa pahala.

Penyunting: Ahmed Zaranggi