Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Tafsir Sains Al-Qur’an: Hikmah Siang dan Malam Menurut Al-Razi

Day-night transition over hilly meadow.

Kehidupan dan siklus manusia yang tercantum dalam Al-Qur’an tentu memiliki akibat yang baik pula bagi manusia. Contoh siklus kehidupan manusia dalam sehari-hari yang terdapat dalam QS.Al-Rum: 23. Allah menciptakan siang dan malam tentu memiliki kebermanfaatan bagi manusia. Pada saat siang hari merupakan waktu untuk bekerja mencari rizki dan rahmad Allah, berbeda dengan malam hari yang khusus didesain untuk manusia beristirahat. Siklus alam yang telah dijelaskan oleh Allah ini berkaitan dengan pola hidup manusia yang seharusnya dijaga.

Pada era modern sekarang ini justru kebanyakan orang melupakan pola hidup yang seharusnya dijaga. Manusia bekerja ibarat mesin, dari siang sampai malam, banyak mengonsumsi makanan instan, jauh dari lingkungan yang alami, dan ponsel selalu menjadi teman dekat tanpa memperhatikan radiasi atau efek buruk yang ditimbulkan. Atau sebaliknya, terlalu banyak tidur dengan alasan patah hati, malas, bosan dan lainnya. Penyebutan malam untuk istirahat dan siang hari utuk mencari karunia Allah yang terdapat dalam QS.Al-Rum:23, tentu memilik suatu hal yang istimewa.

Penafsiran QS.Al-Rum Ayat 23 Menurut Fakhrudin Al-Razi

Penafsiran Al-Qur’an secara al-‘ilmi, banyak menguraikan pembahasan tentang ayat-ayat sains menggunakan teori ilmu pengetahuan modern. Hasil riset ilmiah digunakan untuk menjelaskan ayat-ayat Al-Qur’an serta memadukan tafsir Al-Qur’an dengan penjelasan ilmu sains. Salah satu kitab tafsir yang akan mengantarkan kita lebih dekat dengan sains yaitu tafsir At-Tafsir Al-Kabir Mafatih Al-Gayb karya Fakhruddin Al-Razi.

وَمِنْ اٰيٰتِه مَنَامُكُمْ بِالَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاۤؤُكُمْ مِّنْ فَضْلِه اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّسْمَعُوْنَ

Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah tidurmu pada waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan“. (QS.Al-Rum: 23)

Baca Juga  Tuhan Itu Nyata (3): Beberapa Kekeliruan Dawkins

Fakhruddin Al-Razi menyebutkan dua keadaan yang diperlukan, dan terdapat perbedaan dalam menjelaskan manfaat nya yaitu tidur malam dan mencari Rizky pada siang hari. Dalam penafsirannya Fakhruddin Al-Razi menyebutkan beberapa permasalahn yaitu:

Masalah pertama: Dikatakan hendaknya tidur malam dan qailulah (tidur siang sebentar), didalam keduanya terdapat banyak keberuntungan bagi manusia. Dan dikatakan tidur kalian pada malam hari, dan usaha kalian pada siang hari terdapat manfaat bagi sebagian dan sebagian lainnya. Pada ayat lain disebutkan

وَجَعَلْنَآ اٰيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِّتَبْتَغُوْا فَضْلًا

Kami jadikan tanda siang itu terang benderang, agar kamu (dapat) mencari karunia“. (Qs. al-Isra: 12)

***

Pada malam dan siang hari merupakan bagian dari mencari Rahmat Allah. Mencari rahmat juga diartikan manusia dapat melakukan aktivitas nya pada siaang hari maupun sebaliknya. Kini fenomena yang terjadi bahwa kerja tidak hanya pada siang hari, namun juga malam.

Masalah kedua: mendahulukan tidur malam daripada berdzikir (bangun), karena dianggap istirahat itu untuk kepentingan sendiri tidak hanya sebagai kebutuhan.  Ketika seseorang bangun, dapat melakukan usahanya, menyelesaikan kewajibannya. Sebagaimana yang terdapat dalam pengalan QS.al-Nahl: 14

وَلِتَبْتَغُوْا مِنْ فَضْلِه

Dan usaha mu sebagian dari karunia-Nya.”

Masalah ketiga: tidur pada malam hari dan mencari karunia Allah pada siang hari, sebagian orang mengira bahwa keduanya merupakan sesuatu yang tidak penting. Orang orang tersebut tidak mengira bahwa hal tersebut termasuk dari nikmat dari Allah.

Tidurnya seseorang pada malam dan qailulah menjadi tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang mendengarkan. Ketika malam maupun siang seorang hamba beraktivitas maupun tidur terkadang tidak mendapat perhatian, padahal hal tersebut akan menjadi tanda kebesaran Allah jika mendengarkan dengan petunjuk firman Allah.

Baca Juga  Peluang Besar Berdakwah Melalui Tulisan

Hikmah Sains dari QS.Al-Rum Ayat 23

Tidur pada malam hari bukan sekedar siklus yang sia-sia. Tidur untuk membantu penataan dan pertumbuhan sistem otak dan organ tubuh agar bisa berfungsi sempurna. Kurang tidur dapat berakibat buruk terhadap kesehatan, keselamatan, konsentrasi, kestabilan, memori, dan mood. Bekerja dari siang sampai malam, bahkan sampai pagi, dapat menggangu ritme sirkadian atau circadian rbytm (siklus bangun dan tidur normal).

Irama sirkadian diartikan sebagai siklus 24 jam, yang berperan sebagai jam biologis manusia. Irama sirkadian terletak pada Supra chiasmatic Nucleus (SCN). SCN berperan mengatur irama sirkadian dalam tubuh. SCN merupakan bagian terkecil dari otak yang terletak diatas persilangan saraf mata. Karenanya pengaturan jam biologis dipengaruhi perubahan cahaya. Saat cahaya mulai redup secara otomatis tubuh akan mempersiapkan diri untuk tidur. Tubuh akan meningkatkan kadar melatonin dalam darah. Cahaya akan berpengaruh dalam penghambat dan penurunan produksi melatonin dalam darah.

Sebuah penelitian membuktikan ketika seseorang tidur, sistem kekebalan tubuh akan meningkat dengan pesat. Menurut jam biologis manusia, ketika malam hari merupakan waktu untuk pembuangan zat racun dalam tubuh yang menempel pada siang hari. Jika manusia tidak memanfaatkan waktu ini, maka proses pembuangan racun akan terjadi kurang efektif.

***

Saat tidur malam, organ-organ tubuh bekerja dalam kondisi minimal. Jantung dan sirkulasi darah mengalir tidak sekencang pada siang hari. Perubahan kerja organ dari aktif pada siang hari dan pasif pada malam hari dipengaruhi oleh hormon melatonim. Hormon melatonim diproduksi pada awal petang hari dan mencapai puncak pada jam 3 dini hari oleh kelenjar pineal. Pada fase ini kerja organ dalam tubuh akan melambat, denyut jantung melemah, sirkulasi darah melambat.

Baca Juga  Konsep Depresi dalam Al-Quran dan Kaitannya Melupakan Allah

Kondisi seperti ini membuat darah cendrung mengental. Otak mendetoksifikasi racun begitu juga dengan hati, limpa, usus, ginjal, dan kantung empedu. Kemudian pada jam 4 dini hari kadar hormon melatonim menurun dan akan digantikan oleh hormon andrenalin. Pada pagi hari hormon andrenalin mengambil alih sepenuhnya pekerjaan tubuh.

Rutinitas tidur harus terpenuhi secara seimbang tidak kurang maupun berlebihan. Kurang tidur, terbukti dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Seseorang yang kurang tidur memiliki efek kognitif dan fisik yang mirip dengan orang minum minuman beralkohol. Seseorang yang tidak tidur selama 17 jam, kondisi darah nya seperti terdapat 0,05% kadar alkohol.

***

Setara dengan minum dua gelas alkohol selama satu jam. Sulit tidur juga akan berakibat telat bangun, ini akan menggangu proses kognitif. Seseorang akan mudah lupa dan sulit untuk berkonsentrasi. Kurang tidur juga akan mengurangi jam biologis tubuh. Jam biologis yang kurang akan memberikan efek buruk bagi jantung, hati, otak dan berat badan, mudah lelah, dan memicu penyakit jantung.

Beberapa rutinitas yang sering kita lakukan sebelum tidur yang justru hal tersebut bisa membuat kita sulit untuk segera tidur, diantaranya yaitu: bermain gadget sebelum tidur, menonton film horor, terlalu banyak minum. Jika kwalitas tidur terganggu, secara otomatis akan merasa kesulitan untuk bangun pagi. Rasulullah telah memberikan contoh kebiasaan baik dalam hal tidur yaitu: tidur diawal waktu, tidur siang meskipun sesaat, berwudhu sebelum tidur, berdoa sebelum tidur, dan tidur miring ke kanan.

Editor: An-Najmi