Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Konsep Birrul Wālidain Dalam QS. al-Baqarah (2):83

Sumber: istockphoto.com

Birrul Wālidain terdiri dari dua kata Birrul dan Wālidain. Pertama kata “Birrul artinya kebajikan, Kedua kata al- Wālidain artinya dua orang tua.” Birrul Wālidain memiliki arti “mencintai, merawat, mendoakan, patuh dan taat  terhadap apa yang diinstruksikan oleh kedua orang tua, laksanakan apa yang disukai dan tinggalkan apa yang tidak disukai oleh kedua orang tua”.  Maka dari itu menghormati kedua orang tua adalah salah satu perbuatan baik yang derajatnya sangat tinggi, karena kedua orang tua kita yang sudah merawat, membesarkan,  mendidik dan menafkahinya. Oleh karena itu, kita sebagai anak  tidak berkecukupan untuk membalas jasa  orang tuanya, baik secara materi maupun non materi.  

Salah satu cara untuk meraih keridhaan Allah dan rahmat-Nya untuk seorang anak adalah dengan  menghormati kedua orang tuanya. Dari sini bisa dimengerti, bahwasanya kalau  anak ingin dicintai oleh Allah, dan mau memperoleh keridhaan maupun rahmat-Nya. Maka dari itu seorang  anak wajib melakukan berbuatan baik terhadap kedua orang tuanya, membuat kedua orang tua bahagia. Jadi pengertian dari  Birrul Wālidain adalah seorang anak yang patuh, hormat, memuliakan ke dua orang tua, mencukupi keinginan orang tuanya, dan melaksanakan apa yang membuat hati kedua orang tua bahagia, dan tidak merugikan mereka. Semua itu adalah perintah agama yang wajib ditaati, asalkan tidak berhubungan dengan perkara yang dilarang oleh kedua orang tua.

Bentuk- Bentuk Birrul Wālidain

Berikut macam-macam bentuk dari Birrul Wālidain:

  1. Berbicaralah terhadap kedua orang tua dengan lemah lembut, jangan mengucapkan kata: Ah! kepada orang tua, Jangan memarahi kedua orang tua dan bicaralah terhadap kedua orang dengan kalimat yang baik.
  2. Jangan duduk di area yang lebih tinggi dari kedua orang tua dan jangan juga berjalan di hadapan keduanya.
  3. Ajaklah kedua orang tua berunding dalam semua masalah Anda, dan meminta maaf apabila meributkan opini dari kedua orang tua.
  4. Rawatlah nama baik keduanya dan keagungannya maupun kekayaannya, Jangan mengambil barang tanpa izin dari kedua orang tua.
  5. Melalukan apa yang membahagiakan kedua orang tua meskipun tanpa instruksinya, contohnya: memuliakan keduanya maupun membelikan barang-barang yang dibutuhkan oleh keduanya.
  6. Hargailah teman-temannya maupun saudaranya.
  7. Membantu ibu di rumah, dan jangan terlambat menolong ayah dalam kesibukannya.
  8. Jangan mengambil makanan sebelum kedua orang tua dan hargailah orang tua dengan memenuhi kebutuhannya yang terdiri dari makanan, minuman maupun pakaian keduanya.
Baca Juga  Tafsir Ayat-Ayat Keajaiban Doa Orang Tua

Keutamaan Birrul Wālidain

Keutamaannya ada 6 yang terdiri dari:

  1. Termasuk Ibadah Yang Paling Istimewa.
  2. Semua Dosanya Dimaafkan.
  3. Masuk Surga.
  4. Adanya Keridhaan dari Allah.
  5. Supaya Umurnya Bertambah.
  6. Supaya Rezekinya Berkah.

Penafsiran Qs. Al-Baqarah ayat 83

وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ  ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ

Artinya: “(Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah salat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang.”

Penafsiran M. Quraish Shihab tentang ayat di atas adalah memerintahkan kita untuk mengingat maupun memikirkan secara khusus pada saat Allah mengambil janjinya ketika mengutus utusannya untuk meluruskan Bani Israil,  tetapi mereka menolak untuk menurutinya, mengenai agar tidak musyrik terhadap Allah sampai berat hati untuk memuliakannya, dan agar selalu berbuat baik terhadap orang tuanya maupun saudaranya yang memiliki hubungan dengan kedua orang tuannya meskipun mereka kafir.

Perintah ibadah yang pertama itu kepada Allah Swt. karena Allah ialah asal wujudnya manusia maupun sumber sarana kehidupannya. Setelah berkhidmat terhadap Allah kita baru melakukan ibadah yang kedua yaitu menghormati orang tua. Karena kedua orang tua lah yang membuat perantara bagi kehidupan anaknya serta mencukupi kebutuhannya sampai berdiri sendiri.

Editor: An-Najmi