Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Mengenal Sejarah Nabi melalui karya Al-Mubarakfuri

al-Mubarakfuri
Sumber: https://muslimahdaily.com

Perjalanan hidup Nabi Muhammad Saw patut dicontoh. Beliau adalah nabi terakhir yang memiliki akhlak mulia. Penegasan tentang akhlak mulia ini ditetapkan oleh Allah Swt, “Sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung” (QS. al-Qalam:4). Dalam ayat ini, Nabi Muhammad Saw mempunyai akhlak yang agung merupakan pujian Allah kepada beliau, yang jarang diberikan-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang lain. Kita dapat menemukan buku perjalanan hidup beliau dalam berbagai media. Salah satu buku sirah nabawiyah yang terkenal adalah karya al-Mubarakfuri.

Secara tidak langsung, ayat ini juga menyatakan bahwa tuduhan-tuduhan orang musyrik bahwa Nabi Muhammad Saw adalah orang gila merupakan tuduhan yang tidak beralasan sedikit pun, karena semakin baik budi pekerti seseorang semakin jauh ia dari penyakit gila. Sebaliknya semakin buruk budi pekerti seseorang, semakin dekat ia kepada penyakit gila. Nabi Muhammad Saw adalah seorang yang berakhlak agung, sehingga jauh dari perbuatan gila. Ayat ini menggambarkan tugas Rasulullah saw sebagai seorang yang berakhlak mulia. Penjelasan ini dapat ditemukan di Tafsir Kemenag RI (2022). Kepribadian Nabi Saw yang penuh dengan akhlak mulia ini diabadikan pula oleh para penulis sejarah Nabi Saw.

Mengenal Kitab Sirah Nabawiyah karya al-Mubarakfuri

Kitab ini telah banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh beberapa penerbit. Nama asli kitab ini adalah al-Rahiq al-Makhtum, Bahts Fi al-Sirah al-Nabawiyah ‘ala Shahibiha Afdhali al-Shalah Wa al-Salam. Kitab ini ditulis oleh Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri. Menurut pengarang kitab ini, sirah nabawiyah merupakan gambaran tentang risalah Nabi Saw kepada umatnya untuk penghambaan kepada Allah Swt. Tak hanya itu, penulis kitab ini mampu menghadirkan tampilan kehidupan yang indah dan menawan dengan membandingkan risalah dengan latar belakang implikasinya.

Baca Juga  Pengelolaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam dalam Perspektif Islam

Al-Mubarakfuri mampu menampilkan bahasan sejarah Nabi Saw secara detail. Sejarah Nabi Saw ditampilkan per bahasan dan kisah per kisah. Detail kisah kehidupan kaum Arab sebelum Islam sampai Nabi Saw dijelaskan secara detail. Apabila diperhatikan dalam buku terjemah kitab ini, kita akan menemukan sekitar 56 bahasan pokok. Masing-masing pokok pembahasan memiliki cabang pembahasan.

Buku ini memiliki keunggulan dibanding buku lain. Sebab, penulis buku ini, al-Mubarakfuri meraih juara 1 kompetisi ilmiah tentang sirah nabawiyah. Kompetisi diselenggarakan oleh Rabithah al-‘Alam al-Islami yang berlangsung di Pakistan pada Konferensi Islam Internasional I tentang Sirah Nabawiyah.

***

Al-Mubarakfuri cukup lengkap mengisahkan kehidupan Rasulullah. Kemasyhuran buku ini mengungguli karya lain dalam bidang sirah nabawiyah. Ketika perlombaan tersebut, al-Mubarakfuri mampu mengalahkan ratusan karya lain. Tak heran, bila buku ini banyak dicetak ke dalam beragam bahasa, tak terkecuali berbahasa Indonesia. Buku ini mampu menghadirkan kisah perjalanan Rasulullah secara otentik.

Sirah nabawiyah berkaitan dengan periwayatan informasi. Penelaahan yang seksama terhadap periwayatan mendukung otentisitas informasi. Al-Mubarakfuri sangat teliti terhadap hal periwayatan ini. Beliau dipandang pakar pula dalam periwayatan. Tentu hal ini menjadikan buku al-Mubarakfuri memiliki keunggulan dibanding karya lain. Beliau meraih peringkat pertama King Faishal Award.

Corak Penulisan Kitab al-Rahiq al-Makhtum

Al-Rahiq al-Makhtum menjadi karya yang populer dan diapresiasi oleh para ulama. Al-Mubarakfuri memap menyajikan bahasan di dalam bukunya dengan menggunakan riset yang cermat. Ia memilih sumber yang akurat disertasi dengan cara penyajian yang kontekstual. Selain, itu rujukan yang digunakannya cukup banyak dan masyhur.

Al-Mubarakfuri menyajikan hasil penelitian cukup teliti. Sumber primer dan sekunder banyak dijadikan rujukan. Selain al-Qur’an, hadis, dan sejarah, karya ulama sebelumnya dijadikan rujukan pula. Sumber yang dirujuk adalah yang benar-benar sahih dan terpercaya di kalangan ulama. Termasuk di dalamnya kitab Sahih al-Bukhari, Sahih Muslim, dan sumber sejarah Islam yang muktabar.

Baca Juga  5 Ayat Favorit Untuk Beristighfar di Bulan Ramadan

Kehidupan Nabi Saw ditulisnya mengikuti urutan kronologis, mulai dari kelahiran hingga wafat. Kronologis ini membantu pembaca untuk memahami alur peristiwa yang terjadi selama Rasulullah Saw hidup.

***

Kitab al-Rahiq al-Makhtum menyajikan uraian peristiwa dan konteks kejadian di dalamnya. Latar belakang dan corak sosiologis bangsa Arab masa kehidupan Nabi Saw tak luput dari kajiannya. Gaya penulisan ini setidaknya membantu pembaca untuk memahami situasi yang dihadapi oleh Nabi Saw dan umatnya ketika peristiwa yang dipaparkan merupakan kejadian nyata. Selain itu, al-Mubarakfuri memiliki gaya penulisan yang menarik. Ia mampu menghidupkan kembali sejarah kehidupan Nabi Saw dengan cerita yang cukup menggugah kalbu. Cerita seperti ini menjadi keunggulan yang menarik pikiran dan kalbu pembaca.

Al-Mubarakfuri menggunakan gaya penulisan yang menarik dan menghidupkan kembali sejarah dengan cerita-cerita yang menggugah hati. Ini membuat pembaca tertarik dan mudah memahami kisah-kisah yang disampaikan. Sebagai buku yang ilmiah, al-Rahiq al-Makhtum menyajikan sejarah dengan pendekatan ilmiah yang dikuatkan dengan pekerjaan yang akademis. Al-Mubarakfuri lebih mengutamakan historis yang akurat dan disusun dengan informasi yang runtut, jelas, dan sistematis.

Rujukan dan sumber Pustaka ditulis dengan cermat oleh al-Mubarakfuri. Daftar rujukan yang banyak mendorong pembaca lain untuk melakukan penelitian lebih lanjut sekaligus menunjukkan bahwa al-Rahiq al-Makhtum adalah buku sirah nabawiyah yang benar-benar ilmiah.